
Setelah makan atau sarapan pagi Papi dan Mami langsung pergi meninggalkan meja makan untuk aktifitas kerjanya.
"Dirumah aja ya nak, jangan kemana-mana" kata Mami.
"Aku ikut Mami aja deh kalau gak, boleh yaaa yaa" kata Fariel.
"Gak usah, Mami banyak kerjaan yang harus Mami selesai kan, Mami juga harus kesana kemari ngecek butik dan minimarket Mami, kamu dirumah aja ya" kata Mami.
"Katanya bukan anak kecil, masa mau ngikut Mami pergi" kata Papi.
"Bis kekantor gak boleh juga, daripada dirumah hanya tidur makan tidur lagi makan lagi, kan bosen Pi" kata Fariel.
"Kamu kan harus masih jaga kondisi kamu, Mami masih takut aja, nanti kapan-kapan Mami ajak ke butik Mami, sapa tau mau jadi model Mami buat pemotretan baju baru keluaran Mami yang baru Mami desain" kata Mami.
"Jenapa gak sekarang aja, aku kan juga mau gambar-gambar baju gitu Mi, daripada dirumah gak ngapa-ngapain" kata Fariel.
"Kamu buat aja dirumah gambar nya, nanti Mami lihat hasilnya" kata Mami.
"Jangan bilang mau ikut Mami mau godain pegawai Mami si Tania itu, Mami tau loh apa yang kamu lakuin kemaren-kemaren pada nya, karena kamu dicuekin dan dianggap ganggu orang kerja." bisiknya.
"Gak ada kok Mi, bener, aku cuman mau kerja ataupun keluar pokoknya dari rumah ini, daripada suntuk dirumah" kata Fariel.
"Apa mau godain sekertaris mu yang itu tu" kata Mami, bisiknya lagi.
"Mami mah ngaco, aku gak pernah ya Mi, ngomong aja gak pernah selain urusan kerjaan Mi" kata Fariel.
"Bisikin apa sih Mi, kayaknya pake rahasiaan segala" kata Ervi.
"Iya, bikin penasaran aja tau gak" kata Fida.
"Ada deh, ini urusan Mami sama nak Fariel, kalian mah gak bakal ngerti juga" kata Mami.
"Kalau Papi mah tau Mi, pasti yang itu tu kan yang ono" kata Papi.
__ADS_1
"Papi kan juga pernah lihat" kata Papi.
"Apaan sih Pi" kata Ervi.
"Rhs" kata Papi.
"Ra ha sia" kata Papi dan Mami.
"Ya dah ya Mami tinggal dulu ya, kamu dirumah aja sama adek Ervi dan kak Fida, nanti Mami bawakan oleh-oleh" kata Mami.
"Gak mau oleh-oleh" kata Fariel.
"Da semuanya Assalamu'alaikum" kata Mami.
"Assalamu'alaikum, Papi tinggal ya, baik-baik dirumah" kata Papi.
"Waalaikumsalam" jawab kami bertiga.
"Mas tadi Mami bisikin apaan mas" kata Ervi.
Ervi langsung mendekat dan memasang telinganya dengan baik.
"Kee po" kata Fariel, dengan sedikit keras, lalu tertawa lalu meninggalkan Ervi yang sedang manyun karena dibohongi.
Fida yang mendengar ucapanku ikut tertawa kecil.
"Nyebelin, awas aja ntar adek bales mas" kata Ervi.
"Duh adek kakak kasiannya, sing sabar ya ratu drama dan ratu ngambek" kata Fida.
"Bete bete bete sebel sebel sebel, pada nyebelin" kata Ervi, sambil berjalan meninggalkan meja makan
Aku langsung masuk kamar melepas pakaian lalu pake kaos, setelah itu mengambil HP lalu berselancar di youtube mendengarkan musik, dan kudengarkan pula lagu kesukaan sesuai isi hati yang lagi kehilangan orang yang aku sayang.
__ADS_1
Lalu kunyakian liriknya dengan sambil memegang gitar.
Kulepas semua yang kuinginkan.
Tak akan kuulangi.
Maafkan jika kau kusayangi.
Dan bila ku menanti.
Pernahkah engkau coba mengerti.
Lihatlah ku di sini.
Mungkinkah jika aku bermimpi.
Salahkah 'tuk menanti.
Takkan lelah aku menanti.
Takkan hilang cintaku ini.
Hingga saat kau tak kembali.
'Kan kukenang di hati saja.
Kau telah tinggalkan.
Hati yang terdalam.
Hingga tiada cinta.
__ADS_1
Yang tersisa di jiwa.