Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Hadiah konyol


__ADS_3

Setelah makan siang dan sudah kembali dirias kami kembali lagi kepelaminan untuk menyambut para tamu yang hadir.


Disinilah para teman hadir dengan penuh candaan sambil memberikan sesuatu kepada kami, sambil berbaris menyalami pengantin, mereka sambil membawa kado yang akan diberikan ke kami.


Sebelum para teman-teman yang mengucapkan selamat ada para tamu yang mungkin spesial karena pernah bekerja bersama dan pernah bersama.


"Cairr dapat satu gratis satu bonus satu, cair" kata Roy.


"Anak bos disikat keduanya langsung, yang lain gak dibagi nih."


"Cairrr."


"Apaan sih" kata Fariel.


"Nih kado spesial buatmu" kata Roy, sambil bersalaman sambil memberikan bingkisan kecil digenggamannya.


"Jangan salah pake."


"Ini sangat manjur biar kuat."


"Ah sialan kamu Yo" kata Fariel.


"Hahahahahaha, dipake, itu spesial loh" kata Roy, lalu menyalami yang lain buat bergantian.


"Bakal tarung terus ya tiap malam" kata Idin.


"Apaan sih" kata Fariel.


"Ya kan gak mungkin langsung dua-duanya semalam" kata Idin.


"Pasti satu-satu bergantian tiap malam."


"Kecuali kuat pinggangnya."


"Hahahahaha, bener banget Lik" kata Roy, yang masih disebelahku sedang menyalami Fida.


"Harus kuat kuda-kudanya."


"Kalian kalau mau usil jangan disini, kalian bikin mukanya merah aja tuh pengantinnya" kata Sal.


"Jangan lupa dipake ini ya" kata Idin, yang sambil menyalami dan memberikan sesuatu yang sama seperti Roy.


"Ah, males ah" kata Fariel, yang mencoba menolak.


"Is, hadiah gak boleh di tolak, dosa" kata Idin.


"Ah males" kata Fariel.


"Ah udah ini" kata Idin.

__ADS_1


"Gak mau, bikin malu aja" kata Fariel.


"Oke kalau gak mau" kata Idin, langsung menyalami Fida.


"Ini buat suamimu, bilang suruh dipake."


"Hah" kata Fida.


"Biasa aja matanya, kan tadi gak mau, ya sekarang kukasih ke istrimu lah" kata Idin padaku.


"Cocok" kata Roy.


"Kalau aku gak seperti mereka, tenang aja" kata Sal.


"Selamat menikmati hidup yang baru."


"Menjalani peran baru."


"Menjadi status yang baru."


"Selamat telah resmi menjadi seorang Imam atau pemimipin dikeluargamu."


"Selamat telah menjadi seorang Ayah juga sekarang."


"Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah."


"Iya makasih Pak" kata Fariel.


"Kan sekarang situ atasanku bukan aku yang jadi bosmu."


"Tetap sama aja, pengalaman sampean lebih banyak dariku" kata Fariel.


"Juga lebih tua dari ku."


"Karena ngatain aku Tua, hadiahnya langsung kukasih ke kamu" kata Sal, lalu menyalami Ervi.


"Nih diterima, jangan diliat isinya, tapi gunakan sebaik-baiknya."


"Makasih Pak" kata Ervi.


"Kalau ini buat kamu, buat keperluan mu dan anakmu" kata Sal, yang menyalami dan memberikan pada Fida.


"Kalau ini baru buatmu, yang ngatain aku tua" yang juga memberikan hal yang sama seperti Roy dan Idin padaku.


"Ah, Bapak mah gitu, sama aja" kata Fariel.


"Ini manjur buat entar malam" kata Sal.


"Cepetan masih banyak yang ngantri, kalau gak diterima gak turun nih aku nih" kata Sal.

__ADS_1


Dengan terpaksa kuterima sambil bersalaman.


"Makasih semuanya" kata Fariel.


"Mukanya biasa aja gak usah kaya gitu" kata Sal.


"Banyak yang lihat tuh karena mukanya merah."


"Ini gara-gara kalian yang ngasih beginian" kata Fariel.


"Foto dulu dong, kapan lagi bisa foto sama pengantin yang dapat double" kata Roy.


"Cocok itu" kata Idin.


"Nih hpnya, cepetan fotoin kami" yang memberikan HP padaku.


"Kok dikasih saya" kata Fariel.


"iyalah lo yang fotoin kita, masa kita yang mau foto sama pengantin kita yang motoin" kata Roy.


"Dah sana buruan" kata Idin.


"Iya sana, aku juga mau foto" kata Sal.


Dengan terpaksa dan berat hati aku langsung turun dari panggung pelaminan buat mengambil foto mereka yang usil.


Banyak yang ketawa melihat kami ini, ada yang sengaja mevidiokan aku sambil ketawa terutama ketawa padaku yang malah memoto mereka yang tamu undangan.


Setelah beberapa kali memoto aku langsung naik keatas dan memberikan pada Pak Idin hpnya.


"Nih, udah" kata Fariel.


"Belum dong, kalau tadi kan kamu belum ada, sekarang harus yang ada kamu" kata Idin.


"Tolong fotokan kami" yang memberikan pada tukang foto.


Langsung kuberdiri ditengah antara Fida dan Ervi dan ada Roy, idin, dan juga Sal yang ikutan berfoto.


Setelah itu langsung memeberikan pada Idin setelah selesai memoto kami.


"Jangan kuat-kuat nanti malah, jangan diborong semua semalam" kata Idin, lalu turun karena mau kutarik tangannya.


"Yang kuat, jangan lehoi, kalau lehoi itu digunakan" kata Roy, yang juga langsung kabur.


"Dah gak usah didengarkan mereka mah gitu emang" kata Sal.


"Yang penting jangan pagi-pagi minta diurut karena salah posisi."


"Ah bapak sama aja" kata Fariel.

__ADS_1


"Hihihihi" kata Sal.


"Selamat mainan baru entar malam" langsung turun.


__ADS_2