
"Daaa bangun, bangun" kata Fida, sambil menggoyangkan tubuhku.
"HP nyai mana, nih HP uda dari tadi bunyi mulu, mana nomernya berbeda-beda lagi yang manggil, nih."
"Cepet nih ambil, bunyi lagi nih."
"Ahhh, aku mau tidur sejam lagi aja plis, ngantuk banget nih, abis Shalat tadi mau lanjut dulu sampe nanti jam tujuh, pliss ya" kata Fariel.
"Tuh dimeja dekat laptop kayaknya, HP nya taro situ aja, aku mau lanjut dulu bentaran."
"Ini diangkat dulu, sapa tau penting" kata Fida.
"Makanya kalau lembur jangan kemaleman."
"Iya sini mana hpnya" kata Fariel.
"Nih" kata Fida.
"Bangun terus mandi, dah jam setengah tujuh noh."
"Iya-iya" kata Fariel.
"Aiapa sih ganggu aja ah."
Langsung ku angkat panggilan masuknya.
"Hallo Assalamu'alaikum, siapa ya" kata Fariel.
"Ini aku Indah temannya Astria" kata Indah.
"Ohhh, ada apa ya pagi-pagi nelpon" kata Fariel.
"Nyai ambil hpnya ya, mandi terus turun jangan tidur lagi habis nelpon" kata Fida.
"Iyaaaa kakakku yang cantik tapi bawellllll" kata Fariel.
__ADS_1
"Maaf, ada apa ya" kata Fariel.
"Astri ada hubungin lo gak" kata Indah.
"Gak ada, ni aja baru pegang HP, HP ku bis disita" kata Fariel.
"Emang ada apa sih, terus terang aja napa."
"Gini loh, sebenarnya Tia kabur dari rumah dah dua hari yang lalu kaburnya, ini orang tuanya nyariin sampai kemari, bahkan mengira kamu yang bawa Astria kabur dari rumah" kata Indah.
"Aku gak ada lagi ketemu sejak keluar dari rumahnya, berhubungan pun gak pernah lagi, jadi kalau kabur bukan berarti aku yang bawa kabur" kata Fariel.
"Kami sudah mencari kemana-mana dan menanyakan ke teman-temannya juga mereka gak ada yang tau, mungkin kamu tau dimana dia berada" kata Indah.
"Kalau aku tau, langsung kukasih tau sekarang, aku tau dia kabur aja baru sekarang" kata Fariel.
"Orang tuanya sedang mencari kamu karena mereka menganggap kamu yang membunyikan keberadaannya" kata Indah.
"Aku gak ada nyembunyiin Tia, bahkan aku juga gak tau dia berada dimana" kata Fariel.
"Emang dia kabur gak bawa HP atau apa gitu."
"Emang dia gak ada sodara atau apa gitu, atau mungkin tempat yang biasa dia kunjungi" kata Fariel.
"Sudah kami datangi tempat yang biasanya dia tongkrongin kalau lagi sedih atau ada masalah, tetap gak ada" kata Indah.
"Oke nanti kalau ada kabar dan aku tau bakal aku kabarin" kata Fariel.
"Makasih, kutunggu informasi nya nanti" kata Indah.
"Iya, ini nomermu kan" kata Fariel.
"Iya" kata Indah.
"Ya dah, kalau gitu aku save nomernya, Assalamu'alaikum" kata Fariel.
__ADS_1
"Waalaikumsalam" kata Indah, langsung mematikan sambungan telepon nya.
"Dimana sih kau berada, jangan bawa masalah sampai terbawa ke keluarga ku, kenapa kau nekat kabur membuat mereka panik" ucapku dalam hati.
"Pasti aku yang bakal jadi tersangka kaburnya kamu."
"Maaf kalau aku gak bisa bertahan memperjuangkan cinta kita bersatu, walaupun aku masih ingin kita bersama selamanya, karena sampai sekarang aku masih cinta dan sayang sama kamu."
Baru aku bangun dari tempat tidur suara panggilan di HP ku kembali berbunyi.
"Hallo Assalamu'alaikum, siapa ya" kata Fariel.
"Gak usah sok salam, dimana kau sembunyikan anak saya Astria."
"Maksudnya tante apaan, saya gak pernah nyembunyiin anak tante ya" kata Fariel.
"Udah lah kamu ngaku aja, kamu kan yang bawa kabur anak saya karena gak dapat restu dari saya, sekarang kasih tau dimana Astria berada, kalau kau masih ingin hidup damai dengan keluarga mu."
"Maaf ya tante, memang tante gak merestuiku, tapi bukan berarti aku yang bawa kabur anak tante dan menyembunyikannya" kata Fariel.
"Oke, kalau kamu gak ngaku, bakal tante tuntut kamu."
"Silahkan saja, aku gak pernah takut, karena memang aku gak pernah melakukan apa yang tante tuduh padaku" kata Fariel.
"Ingat pagi ini tante minta kamu datang ke kantor polisi, karena jika kau gak datang berarti dugaan tante benar, kalau kau yang bawa kabur anak tante."
"Oke siap, kita buktikan omongan tante siapa yang benar, aku apa tuduhan tante terhadapku" kata Fariel.
"Kalau gitu Assalamu'alaikum sampe ketemu dikantor polisi."
Tanpa ada suara jawaban salamku, langsung terputus sambungan telepon nya.
"Kenapa hidupku ribet banget sih."
"apa yang harus aku ucapkan pada keluargaku nanti."
__ADS_1
"Gak mungkin aku sembunyikan masalah ini sama mereka, pasti mereka akan marah padaku kalau aku sembunyikan masalah ini."
Akupun langsung menyambar handuk lalu mandi dan turun buat sarapan pagi.