Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Gak pekaan


__ADS_3

"Iih mas kok gitu sih" kata Ervi.


"Kan mau bermanja sama mas selagi gak ada Papi dan Mami."


"Gk ada peka kaya gini, apalagi peluk-peluk mas, mas mau rebahan" kata Fariel.


"Adek dibawah aja sana di lantai."


"Gak mau, maunya disini aja sama mas" kata Ervi.


"Ya dah kalau gitu mas mau rebahan dibawah" kata Fariel.


"Mas masih capek."


"Kalau gitu adek ikut dibawah rebahan sama mas" kata Ervi.


"Astaga adek" kata Fariel.


"Gak boleh kaya gitu, sekarang adek mau rebahan dimana, dibawah apa mau disofa."


"Dimana aja asal sama mas" kata Ervi.


"Kalau mas disofa berarti adek pun ikut disofa."


"Kalau mas dibawah berarti adek pun ikut dibawah."


"Ya dah kalau gitu mas mau rebahan di kuburan, mau ikut" kata Fariel.


"Ih serem, kalau itu adek gak mau, takut" kata Ervi.


"Daripada di kuburan mending disini aja dipangkuan adek, biar makin so sweet kaya di TV gitu."


"Dikuburan mau nyari apa."


"Apa mau melet adek ya biar makin cinta dan sayang sama mas, dan adek gak bisa lari dari mas, hanya mas saja yang bakal jadi pilihan utama ku."


"Ihh ngarep" kata Fariel.


"Iyalah ngarep, daripada buri 'belakang' kan mending ngarep" kata Ervi.


"Dah lah terserahmu aja, mas mau rebahan sambil nonton" kata Fariel.


"Atau kalau gak buatkan mas kopi sama bawakan peyek buat mas makan disini, mas masih lapar, tadi belum kenyang makannya karena sambil gendong Aya."

__ADS_1


"Oke, bakal adek buatkan kopi dan bawakan peyek kesini, tapi mas jangan kemana-mana dan gak boleh ninggalin adek" kata Ervi.


"Peluk dulu untuk ongkos buat kopi sama bawa peyeknya."


"Gak ada peluk-peluk gak ada yang lain juga" kata Fariel.


"Kalau gak mau ya udah biar mas sendiri yang buat, habis itu kekamar Aya buat ngajak main."


"Ihh iya iya adek buatkan kopi, tapi mas jangan kemana-mana disini aja" kata Ervi.


"Awas aja kalau berani ninggalin adek, bakal mas cium biar langsung dinikahkan sama Papi dan Mami."


"Iya bawel, dah sana buruan" kata Fariel.


"Atau mas yang."


"Iya iya, ini ade kebelakang buat kopi untuk mas" kata Ervi.


"Mas disini aja duduk santai dan nikmati acara TV pagi ini, biar adek yang buatkan kopi spesial buat mas sayang, calon suamiku, camiku sayang."


"Tunggu sebentar ya camiku sayang, canis mau buat kopi dulu."


"Hemmmm" kata Fariel.


Ervi langsung kebelakang aku langsung mengambil bantal dan merbehkan badanku disofa


"Ini kopinya dan peyeknya camiku, mamasku sayang" kata Ervi.


"Yah malah merem tuh mata."


"Tega bener ditinggal tidur, minta dibuat kan kopi malah ditinggal tidur."


"Mas, mas bangun" yang sambil menggoyang-goyang badanku.


"Mas bangun ini kopi sama peyeknya."


"Mas"


"Adek siram nih pake kopi kalau gak bangun."


"Hemmm ganggu aja, mas dah enak ngimpi" kata Fariel.


"Cepetan bangun, atau mau adek cium nih biar mas bangun" kata Ervi.

__ADS_1


"iyya iya mas bangun nih" kata Fariel.


"Sini kopinya sama peyeknya."


"Nih kopinya, dan ini peyeknya" kata Ervi.


"Mau adek suapin makan peyeknya gak."


"Gak usah, masih punya tangan yang bisa mas gunakan, jadi makan sendiri aja" kata Fariel.


"Yakan biar romantis gitu loh mas, mas mah gak peka an" kata Ervi.


"Gak usah, mending buatkan mas nasgor aja, atau makanan tadi masih ada kan, bawakan aja itu kesini sama daging dan sayurannya yang banyak" kata Fariel.


"Gak mau ah, nanti ditinggal tidur lagi, gagal romantisan nya" kata Ervi.


"Kalau nanti mas rebahan dan tidur mas besok nikah" kata Fariel.


"Janji" kata Ervi, dengan semangat.


"Iya" kata Fariel.


"Dah sana buruann."


"Oke, buat mas mah adek bakal lakuin apapun" kata Ervi.


"Jangankan nasgor, pecel lele pun bakal adek buatkan untuk camiku tercinta."


"cukup nasgor pake telor mata ayam dan serundeng" kata Fariel.


"Dimana-mana itu mata sapi bukan mata ayam" kata Ervi.


"Yang digoreng telor ayam apa telor sapi" kata Fariel.


"Iya iya, adek ngalah" kata Ervi.


"Kalau telor sapi, adek yang makan, mas gak mau kalau telor sapi" kata Fariel.


"Mas pikir adek tanaman apa maka telor dari sapi" kata Ervi.


"Nah tu tau" kata Fariel.


"Ya dah buruan sana, sebelum mas kelaparan dan tidur lagi."

__ADS_1


"Iya mamas sayang" kata Ervi.


Ervi pergi aku turun dari sofa ke lantai biar pas makan peyek gak bikin kotor sofanya.


__ADS_2