
Seperti biasa bangun pagi untuk mandi dah Shalat Subuh lalu keluar untuk minum kopi dan dilanjutkan dengan makan pagi bersama keluarga barunya yang seperti orang tua baru.
Setelah selsai dengan sarapan paginya lalu berangkat untuk bekerja. Karena hari ini adalah hari senin seperti janjinya, karena harus melakukan pengibaran bendera jadi harus berangkat 15menit lebih cepat dari biasanya.
Setelah mengibarkan bendera lalu diisi dengan pidato, walaupun isinya hanya mengenai tentang perusahaan yang harus ada beberapa untuk benahi karena banyak yang masih melakukan kesalahan dalam melakukan pekerjaan.
Dan kini waktunya untuk pertemuan para pekerja dari berbagai bidangnya masing-masing sesuai kesepakatan setiap hari senin akan memberikan laporan dan menjelaskan laporan-laporan mereka didepan.
Setelah beberapa dari mereka menjelaskan laporannya, kini giliranku menjelaskan laporan yang minggu kemaren yang baru kucek.
"Assalamu'alaikum semuanya" ucapku
"Waalaikumsalam" jawab mereka semua.
"Untuk laporan yang kemaren ada sedikit masalah dari hasil penjualan. Disini ada beberapa yang tak sesuai dengan yang saya hitung ulang, terutama yang ini" tunjukku pada beberapa.
"Saya minta bagi yang bertanggung jawab dibagian ini harus bisa menyelesaikan masalahnya dengan cepat, dan saya harap orang itu langsung menemuiku diruangan hari ini juga" kata Fariel.
"Untuk yang lain semuanya aman, hanya ini saja yang ada sedikit kesalahan, mungkin dengan sengaja ingin mengetes kemampuan saya atau memang benar-benar melakukannya".
"Jadi saya harap persiapkan dirimu diruanganku, apa masih bisa dipertahankan untuk perusahaan atau memang harus keluarkan dari perusahaan ini. Karena ini bukan sedikit nominalnya yang dihilangkan, ini cukup untuk membiayai karyawan di sini".
"Jadi hanya ini yang saya sampaikan, sekian dan terimakasih, Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh".
__ADS_1
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh" jawab serentak.
"Saya tunggu di ruangan" ucapku pada salah satu mereka lalu pergi meninggalkan ruangan menuju ruanganku.
Sampai diruangan langsung duduk dan menunggu orang itu datang.
"Permisi" kata R
"Silahkan duduk" kata Fariel.
"Jelaskan dengan sedetail-detailnya, jika masih betah bekerja disini, dan juga kembalikan apa yang telah kamu ambil dari perusahaan ini" lanjut ku.
Dan dia langsung menjelaskan semuanya tanpa kurang sedikit pun, dan siap akan mengganti semua yang telah diambilnya.
"Baiklah, saya kasih waktu tiga bulan untuk mengembalikan uang yang kamu ambil, jika tidak bisa mengembalikan , jangan salahkan saya nantinya, karena itu kesalahan kamu sendiri yang kamu buat" kata Fariel.
Dan aku lanjut dengan beberapa laporan hari ini yang harus bisa selesai dengan cepat, karena harus ditanda tangani dan diserahkan ke pemilik perusahaan.
Tanpa sadar waktu sudah siang, kini waktunya jam istirahat untuk semua karyawan.
seperti biasa setiap siang saya selalu pulang kerumah untuk makan siang bersama dan juga menyerahkan beberapa laporan.
"Assalamu'alaikum" kata Fariel.
__ADS_1
"Waalaikumsalam Den" kata Bibi.
"Papi sama Mami kemana Bi" kata Fariel.
"Belum pulang Den, paling sebentar lagi, tadi katanya mau jemput anaknya dulu yang katanya mau nginep beberapa hari disini" kata Bibi.
"Ohh, kalau gitu saya keatas dulu ya Bi mau mandi dulu, nanti kalau sudah pulang kasih tau aku ya" kata Fariel.
"Baik Den, nanti Bibi kasih tau Aden kalau mereka sudah pulang. Bibi lanjut kedapur dulu untuk siap-siap, permisi" kata Bibi, lalu pergi kedapur.
Aku langsung masuk kedalam kamar. Karena terasa begitu gerah jadi aku harus mandi siang, siapa tau bisa menghilangkan lelah juga dengan berendam sebentar.
Setelah beberapa lama berendam, aku keluar dengan melilitkan handuk di pinggang. Baru keluar dari pintu langsung ada teriakan yang begitu kencang.
"Aaaaaaaaaaaaaa" kata S.
Dan aku pun kaget dengan teriakan begitu kencang yang tepat dihadapanku dan tanpa aku tau tiba-tiba ada tendangan yang mendarat tepat dibagian tengah kedua pahaku.
"Dasar, mesum" sambil menendangku lalu mendaratkan tinjuan pada mukaku.
Karena aku yang kaget baru keluar dan masih memegang gagang pintu tanpa sadar kalau pukulan melayang pada wajahku dan tendangan yang begitu tepat sasaran.
"Ahhhh" kata Faril, sambil berguling-guling dan memegangi sesuatu yang masih tertutup handuk yang sebenarnya sudah memakai celana pendek.
__ADS_1
Lalu pingsan.
"Ada apa" tanya seorang.