Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Ledeknya Mami


__ADS_3

Sampailah kini ditempat tujuanku yaitu minimarket, berharap bisa santai menikmati udara sambil cuci mata mungkin kali ya, dan berharap Mami gak ada disini dia lagi di butiknya jadi bisa santai.


Aku langsung turun dari motor dan masuk kedalam, baru satu langkah langsung.


"Anak bandel" kata Mami, sambil menarik kupingku.


"Disuruh dirumah aja, malah keluyuran sampai disini."


"hmHehehe maaf Mi, lepasin dong tangannya Mi" kata Fariel


"Malu Mi banyak yang liatin tuh Mi, mana bikin merek ketawa lagi, lepasin ya Mi."


Banyak yang melihat kearahku dan Mami, banyak yang tertawa kecil karena lucu yang melihat bosnya lagi di tarik telinganya sama Mami nya.


"Ini kenapa telinganya dipasangin kaya gitu ah" kata Mami.


"Hehehe, maaf Mi, ini cuma magnet kok Mi, bis suntuk dikamar ya buat ini kupake dutelinga, bagus ya Mi, kaya sapa Mi" kata Fariel.


"Bagus dari hongkong, tu rambut dipotong dah gondrong, jangan di cat lagi, biarin hitam malah ini putih" kata Mami.


"Sekarang kamu masuk dan rebahan aja dikamar sana, nanti biar dibuatkan minum susu jahe."


"Kalau suruh masuk kamar sama aja dong Mi kaya dirumah mlMi, niatnya kesini mau merilekskan pikiran biar adem, malah suruh rebahan lagi" kata Fariel.


"Disini aja duduk dikasir, atau gak didepan di Mushola ya Mi."


"Tania sini, tolong buatkan minum susu jahe buat anak Mami yang bandel ini" kata Mami.


sedangkan Tania hanya ngangguk.


"Mi, jangan gitu napa, pake kata bandel segala" kata Fariel.


"Emang anak Mami bandel sekarang, disuruh dirumah aja, jangan kemana-mana, nanti kalau pingsan dijalan gimana, mana pake motor sendirian sampe sini, itu namanya apa kalau bukan bandel" kata Mami.


"Hehehe, maaf Mi maaf ya, kali ini aja, bis suntuk sih dirumah dikamar, rebahan bangun lalu makan, itu terus tiap hari, kan bikin jenuh" kata Fariel.


"Assalamu'alaikum, ada apa nak" kata Mami, yang mengangkat telpon.


"Ini disini orangnya didepan Mami, kalian dimana."

__ADS_1


"Puter balik aja dan pulang, ini biarkan Mami yang urus, nanti pulang sama Mami, biar Pak Udin suruh jemput nanti siang."


"Waalaikumsalam."


"Siapa Mi" kata Fariel.


"Kedua anak Mami istrimu panik dirumah nyariin suaminya ntah kucingnya yang kabur" kata Mami.


"Mi aku bukan kucing ya Mi, perasaan aku belum nikah deh, kok dibilang istri nyariin suaminya" kata Fariel.


"Sekarang kamu mau duduk dimana" kata Mami.


"Mau godain pegawai Mami ya, si Tania kan." bisiknya.


"Hah enggak kok Mi, sapa bilang" kata Fariel.


"Kenapa Mami tau kalau kesini mau godain orang sih" ucapnya dalam hati.


"Mami mah tau kelakuan kamu disini, apalagi kalau bukan kerja sambil godain Tania" kata Mami.


"Gak ada ya Mi, beneran" kata Fariel.


"Tapi abis itu ngapain lagi besoknya hayo jujur sama Mami, jangan pikir Mami gak tau ya, Mami kan lihat cctv" kata Mami.


"Sampe perhatian lagi ngantarin pulang karena sakit, dibelikan makanan dan dikasih uang buat berobat, emang Mami gak tau, kan Pak Udin bocor."


"Awas aja nanti tu perut aku kempesin kalau ketemu" kata Fariel.


"Dah sana duduk, katanya mau jadi kasir biar gak suntuk, tapi jangan banyak gerak, kalau capek istirahat, cukup duduk aja" kata Mami.


"Tolong korsinya satu ya buat nih anak Mami mau gabung sama kalian."


"Ini minumnya Bang" kata Tania, yang membawa segelas minum.


"Kok Bang" kata Fariel.


"Ehemmm, Mami disini ya masih" kata Mami.


"Hehehehe" kata Fariel, sambil membentuk dua jari berbentuk V.

__ADS_1


"Mami tinggal dulu, jangan macem-macem, Mami awasin pokoknya lewat cctv, awas ya kalau berani macem-macem, Mami kasih hukuman" kata Mami.


"Aiap komandan, aka ku laksanakan titahmu" kata Fariel.


"Tania titip anak Mami, kalau macem-macem, dicubit atau pukul atau tarik aja kupingnya, Mami mau kedalam" kata Mami.


"Iya Mi, dah sana jangan ganggu orang kerja" kata Fariel.


"Hehehehe vis Mi vis" kedua tangan dengan dua jari berbetuk V.


"Mami sunat lagi nanti" kata Mami.


Langsung aku reflek menutup pada bagian itu dengan kedua tangannya.


"Jangan Mi, nanti abis kekmana" kata Fariel.


"Mami tinggal, jagain ya Tania" kata Mami.


"Kalau godain lagi nanti Mami nikahkan beneran, biar Mami dapat mantu langsung."


"Sekarang pun boleh bawa penghulunya kemari Mi" kata Fariel.


"Ya gak" dengan mengedipkan mata kiriku pada Tania.


"Apaan sih, kelilipan yang tuh mata" kata Tania.


"Sukurin" kata Mami.


"Saaaa, Mami tinggal dulu."


"Kalian lanjutin aja kerjanya, aku mau duduk-duduk sambil memandangi bidadari lagi melayani para pembeli" kata Fariel.


"Ehemm" salah satu dari mereka.


"Gak usah pake ehem eheman segala, biasa aja" kata Fariel.


"Aku mau keliling dulu, kalian kerja aja, titip ya." dengan mengedipkan mataku satu pada mereka.


"Beres Bang, kujagain dengan bener, gak bakal lecet" kata D.

__ADS_1


Akupun langsung berjalan keliling.


__ADS_2