
Dibelakang sambil mengecek berkas kantor juga sesekali tersenyum karena tingkahnya yang seperti ini.
"Sebenarnya kamu kenapa sih, kok manja banget" kata Fariel.
"Kalau sakit bilang, biar kita berobat ke Dokter."
"Sami enggak mau kalau Sanis sakit."
"Emmm" kata Fida.
"Apa mau minum sesuatu atau makan" kata Fariel.
"Biar Sami buatkan."
"Ini dah mau siang."
"Enggak mau" kata Fida.
"Ya udah kalau enggak mau, kamu peluk Sami aja" kata Fariel.
"Tapi kalau mau sesuatu bilang sama Sami ya."
"Apa mau turun dulu sebentar, biar Sami ganti dulu, masa pakai sarung terus kaya gini, kaya anak santri deh."
"Rukumu juga lepas dulu."
"Mau ya turun bentar ya."
"Emmmm" kata Fida, hanya rengekan kecil.
"Ya udah kalau enggak mau juga, peluk aja sesukamu" kata Fariel.
"Tapi kita kekamar ya, kita ganti ya."
"Emmm" kata Fida.
"Nanti kemari lagi kalau dah ganti, Sami juga belum selesei kerjanya" kata Fariel.
"Emm" kata Fida.
"Bismillahirrahmanirrahim" kata Fariel, yang berdiri
"Kamu berat banget sekarang."
"Pasti makannya banyak sekarang."
__ADS_1
"Eeee Mi" kata Fida.
"Iya apaan sih" kata Fariel.
Hanya mulut yang dimajukan.
"Iya deh iya, kamu itu masih seksi" kata Fariel.
"Enggak berat, ini ideal kalau kata orang-orang."
"Pokoknya langsing masih."
"Enggak usah cemberut gitu mukanya, mulutnya biasa aja."
"Mau Sami cium."
"Emuach emuach emuach."
"Dah sekarang jangan manyun gitu mulutnya."
"Kenapa tuh Den" kata Sumi.
"Iya, apa Sanisnya sakit Den" kata Ani.
"Iya Bi, lagi kurang sehat aja" kata Fariel.
"Iya Den, kalau dilihat-lihat rada gemukan perutnya loh Den" kata Sumi.
"Pasti iya lagi isi Den."
"Dah diperiksa belum Den" kata Ani.
"Belum, nanti sore rencana Bi" kata Fariel.
"Lagi masak apa Bi."
"Ini biasa Den, ikan sama sayur bayam" kata Sumi.
"Apa mau dibuatkan sesuatu Den."
"Yang pedes-pedes aja buatkan satu, lagi pengen" kata Fariel.
"Atau ikannya di sambal dikit aja, takut nanti enggak pada mau yang lain."
"Yang pedes ya Bi, jangan kemanisan kaya kemarin."
__ADS_1
"Sip deh Den, bakal pedas kali ini" kata Diah.
"Cabenya baru beli yang merah-merah tuh Den, dah pasti bakalan pedas banget nanti."
"Buatkan Susu jahe satu" kata Fariel.
"Pakai gelas besar aja Bi ya."
"Oke Den" kata Ani dan Sumi.
"Kayaknya beneran deh isi Den" kata Diah.
"Lah makannya aja beda si Aden, kayaknya yang ngidam Aden deh."
"Iya, bener tuh kata Bi Diah" kata Sumi.
"Enggak tau, pokoknya minta buatkan itu aja" kata Fariel.
"Permisi ya Bi, mau kekamar dulu, nanti kesini lagi kebelakang."
"Mau ganti, biar enggak kaya orang baru sunat."
"Iya Den" kata bertiga.
"Kaya orang abis malam pembukaan kali Den" kata Diah.
"Maksudnya" kata Fariel, yang membalik badan.
"Malam pertama" kata Diah, lalu ketawa.
"Hahaha, iya kaya bisa malam pertama, masih pakai sarung jam segini" kata Sumi.
"Kalau kurang kan gampang, ya kan Den" kata Ani.
"Kalian mah ada aja" kata Fariel.
"Tadi enggak sempat ganti, malah dah minta gendong seperti ini habis Shalat, makanya sekarang masih pakai sarung."
"Dia aja masih pakai Ruku nih."
"Lagi tumben aja dia pagi ini seperti ini, enggak main lepas, nempel mulu."
"Ya udah buatkan ya Bi."
"Iya Den" kata Bertiga.
__ADS_1
Aku menaiki lift kekamar milik Fida untuk berganti pakaian, walaupun hanya ada beberapa aja pakaian, yang penting bisa ganti, enggak memakai sarung terus seperti ini.