Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Becanda tapi menghibur


__ADS_3

Sore ini lagi rame-ramenya tamu yang hadir, bahkan karyawan kantor papi dan mami juga pada datang, termasuk para pegawai minimarket semuanya hadir kesini.


Sambil mereka berjalan diiringi musik remix berjalan kearah kami yang di pelaminan mereka sambil membawa beberapa kado seperti piring, cangkir, kompor, dan alat dapur lainnya bahkan ada ayam dan juga anak kambing, bahkan telor juga dari para pegawai minimarket dan juga pegawai kantor yang yang masih muda-muda juga teman-teman dari Fida dan Ervi yang ikutan gabung.


Sambil bergoyang dan berjalan juga tertawa karena tingkah mereka ini yang baru pertama kami kulihat secara langsung memberikan kado dengan cara seperti ini.


Tak lupa karena tingkah mereka suasana jadi makin rame dan banyak yang memvideokan ini dibuat untuk sosmednya.


Mereka satu-persatu memberikan kado, ada yang mengalungkan keleherku dan juga Fida, dan Ervi.


Begitu banyak kado dan ucapan selamat dari mereka, termasuk candaan yang yang pastinya bikin malu atau senyum-senyum karena ucapan mereka.


"Selamat bos dapat dua langsung."


"Iya selamat bos langsung bisa bonceng tiga."


"Tapi gak kena tilang, kan dah aman."


Aku dan kedua istri ku hanya bisa senyum aja.


"Ini nih yang namanya gugur satu tumbuh seribu."


"Putus karena dijodohin, eh malah dapat dua langsung."


"Bos hokinya bagi-bagi resepnya ya."


"Sapa tau bisa seperti ini langsung dapat dua."


"Hahahahaha, ****** lo."


"Sadar bro, satu aja susah dapat mau dua langsung."


"Ya kalau satu gak dapat kenapa dua gak kan."


"Hahahahaha" semuanya.


"Ambil foto dong ambil foto bareng."


"Gantian lah, kita juga mau ngucapin."


"Selamat ya Tuan Putri."


"Dah tercapai nih keinginannya buat nikah sama orang tersayang."


"Sampai rela jadi yang kedua nih."


"Tapi aku salut sama kamu."


"Iya kami salut sama kamu, mau berkorban demi bisa memilikinya juga."


"Bang jagain ya sahabat ku ini ya."


"Hangan dilukai lagi hatinya."


"Iya jangan bikin nangis lagi, kasian."


"Nggak mungkin kayaknyalah, kan dah dicapainya."


"Selamat ya, dah gak janda lagi."


"Dapat yang lebih muda dan masih ori lagi."


Fida hanya tersenyum saja.


"Iya, dah dapat pengganti aja, kita belum pun dapat."


"Dia dah dapat lagi."


"Dah dapat ayah baru buat Aya."


"Selamat ya bang."


"Titip sahabat kami ini."


"Jagain dia dan anaknya."


"Iya titip ya."


"Jangan disakiti."


"Karena dia gak bakal nyakitin orang yang selalu ada dalam hatinya selama ditinggal jadi janda."


"Bukan janda lagi tapi mahmud."


"Mama muda."


"Selamat bos, dah nikah nih."


"Jadi gagal nih punya bos baru."


"Maksudnya."


"Ya kalau kemarin Tania jawabnya cepet gak mikir lama pasti Tania bakal jadi bos kita juga."


"Oh iya ya."


"Kalian apa apaan sih" kata Tania.


"Lo sih kelamaan jawabnya, kan jadi keduluan bos."


"Maaf kak."


"Gak usah didengarin Mas" kata Tania.

__ADS_1


"Mereka suka banget jodohin aku."


"Padahal akunya gak mau, masih terlalu dini, belum bisa apa-apa, masak aja gosong."


"Hahahahaha, ngaku."


"Kakak jangan pada cemburu sama aku ya, aku gak ada hubungan apapun sama Mas bos kok, hanya sebagai karyawan aja" kata Tania.


"Iya gak papa, santai aja" kata Fida.


"Iya" kata Ervi.


"Emang samiku suka begitu, suka godain cewek saat masih bujang."


"Maklum karena ganteng, jadi harus dimanfaatkan gantengnya" kata Fida.


"Kalian apa-apaan sih, jangan bikin malu napa" kata Fariel.


"Maaf, kalau kemarin aku ngerjain kamu."


"Itu sebenarnya hanya ingin menghibur diri aja yang lagi banyak masalah."


"Itu juga karena kamu dah maki-maki aku."


"Aku yang harus minta maaf, karena kupikir situ hanya ingin ganggu orang kerja" kata Tania.


"Aku gak tau kalau yang aku maki itu rupanya bosku."


"Hai ganteng" kata Baiti atau Putri drama.


"Aelamat ya, dah nikah dapat double."


"Padahal aku yang berharap yang jadi keduanya pun gak papa, tapi kalau gini aku nyerah deh, daripada saya di SmackDown sama istri bos ganteng nanti."


"Hahahahaha."


"Aku kan takut sama kak Ervi yang jago silat" kata Putri.


"Maaf ya kak, pernah menaruh hati padanya."


"Iya gak papa" kata Ervi.


"Tapi sekarang gak lagi kok, gak mau bikin masalah, bisa hilang tangan dan kakiku kalau masih berani berharap" kata Putri.


"Hahahaha, sadar Ratu drama kita ini sekarang."


"Iyalah sadar, Putri drama kita kan mana berani."


"Bisa-bisa nanti pulang merayap."


"Itu tau" kata Putri.


"Aku juga gak mau kehilangan pekerjaanku yang enak ini."


"Nyari kerjakan susah."


"Iya nggak" kata Ervi.


"Ini jadi foto gak nih."


"Jadi dong" semuanya.


"Boleh dong kami minta foto" kata Putri.


"Boleh" kata Fida dan Ervi.


"Aku mau ditengahlah kak" kata Putri.


"Silahkan aja" kata Fida.


"Ini gak bakal dipecat kan nanti" kata Putri.


"Nggak dong" kata Ervi.


"Masih aja usil lo."


"Iri."


"Bilang bossss" beberapa orang.


"Hahahahahaha" semuanya.


"Huuuuuuuu" beberapa.


"Tania sini sampingku juga" kata Putri.


"Gak papa kan."


"Buat kenangan kita."


"Boleh, nanti bisa kupajang di Minimarket dan kantor" kata Fariel.


"Kalau gitu nanti fotonya bisa gantian dong bos."


"Boleh" kata Ervi dan Fida.


"Asik, dapat foto sama pengantin, sapa tau besok kalau dah lulus bisa jadi pengantinnya."


"Emang dah ada calonnya."


"Belum, kan masih kuliah, masih usaha."


"Sapa tau dapat orang sini gak masalah, kan bisa jadi tetanggaan sama sobat kita yang suka ambyar."

__ADS_1


"Kalau mau, tinggal kenalan aja, banyak kok pemuda sini yang masih pada jomblo" kata Fariel.


"Ini juga banyak yang disini nih."


"Hahahaha, termasuk lo kan."


"Yoi, tau aja."


"Promoin diri nih cerita nya nih."


"Harus dong, biar laku, ngapain malu, ya gak bos."


"Iya" kata Fariel.


"Tuh buruan tuh ada yang order kejombloannya."


"Hahahaha, order, kaya makanan aja."


"Gratis ongkir gak."


"Gak hanya gratis ongkir bahkan dapat lebih."


"Iya dapat mas kawinnya."


"Ponakan kita juga ada yang jomblo, lagi nyari jodoh loh, adek dia" kata Fida.


"Iya, sapa tau ada yang mau" kata Ervi.


"Wah pasti gak jauh beda sama bos nih ganteng nya" kata Putri.


"Mau donggggg."


"Tapi baru lulus sekolah" kata Fariel.


"Gak papa, gak seumuran tapi kalau seumur hidup bersama, kenapa enggak ya kan" kata Putri.


"Huhhhhhh" beberapa.


"Tapi kalau Tania mau juga boleh tuh ya bos."


"Kan masih seumuran kayaknya ya gak bos."


"Kayaknya dia umur duapuluh pas hari ini, sebenarnya dia dah lulus tahun lalu, hanya karena ada sedikit masalah harus pindah sekolah jadi lulusnya telat" kata Fariel.


"Kalau mau silahkan aja."


"Cuman banyak saingannya."


"Termasuk sahabat sekolahku juga yang naksir dia."


"Wah ini bakal gak bisa dibiarkan nih" kata Putri.


"Harus stat duluan sebelum diambil orang."


"Kayaknya ganteng seperti bos, sampai banyak yang suka juga."


"Kalau boleh tau yang mana orangnya bang" kata Putri.


"Hmmmm itu yang pake songkok hitam baju batik" kata Ervi.


"Hah, itu mah dah tua" kata Putri.


"Itu buat Tania aja kali, aku ogah" kata Putri.


"Masa sama engkong."


"Hahahaha."


"Bukan yang itu yang sebelahnya yang lagi berdiri tuh" kata Ervi.


"Lagi pegang hp."


"Nah kalau itu mau aku" kata Putri.


"Kalau gitu bagi nomer hpnya ya bos."


"Besok ya kalau gak lupa" kata Ervi.


"Minta sendiri lah, masa gak ada perjuangannya."


"Iya."


"Nggak usah malu, biasanya aja malu-maluin."


"Sana rebutan tuh sama Tania tuh."


"Sebelum digebet orang lain."


"Kenapa bawa-bawa aku sih" kata Tania.


"Ya gak dapat mas bos dapat adeknya kan lumayan, sama-sama ganteng juga kok."


"Tapi bukan adek kandung ya, hanya dah seperti adek sendiri" kata Fariel.


"Ya lumayan lah."


"Dah sekarang kita foto bergantian, kalau sekarang kita sama-sama serentak dulu" kata Fida.


"Nanti baru gantian kalau mau foto yang bergantian buat kenangan."


"Kasian yang lain yang mau ikutan foto" kata Ervi.


"Oke."

__ADS_1


"Mari kita foto."


Dan kita langsung foto bersama juga bergantian.


__ADS_2