
Aampai siang ini aku masih terlelap dalam tidurku karena pengaruh obat yang disuntikan oleh Dokter, bahkan pergerakan jari-jari pun tak ada, hanya diem.
Diluar rumah sakit banyak wartawan yang ingin masuk karena aku masuk dalam berita akibat hilangnya seorang wanita yang disebut-sebut akulah penyebabnya dan membawa lari atau kabur dari rumahnya.
Papi dan Mami berusaha menjawab pertanyaan yang menyangkut hilangnya seorang wanita di gedung yang lain, supaya bisa menjawab dengan tenang dan gak mengganggu para pekerja dirumah sakit, bahkan wawancara kali ini langsung ditayangkan secara live di TV lokal atau daerah.
"Apa benar saudara Fariel telah membawa kabur seorang wanita yang dianggap sebagai kekasihnya karena tak direstui."
"Kalau membawa kabur itu tidak bener, tapi kalau tak direstui itu iya" kata Papi.
"Apa penyebabnya anak anda tak direstui, bukankan Bapak pemilik perusahaan terbesar dan memiliki banyak cabang perusahaan, apa yang membuatnya menolak keluarga anda."
"Karena anak saya menyamar jadi orang biasa, karena anak saya gak mau orang-orang tau kalau dia kelurga saya, anak saya, pewaris salah satu perusahaan saya" kata Papi.
"Nyamar jadi apa kalau boleh tau."
"Dia nyamar sebagian kuli bangunan biasa, yang sebenarnya saya suruh untuk mengawasi pekerjaan dan melaporkan kemajuannya tentang bangunan itu, tapi dia malah menjadi kuli biasa supaya tak dicurigai sama yang lain kalau dia anak saya untuk mengawasi mereka" kata Papi.
"Saya dengar anak Bapak kemarin sempat hilang atau kabur dari rumah, dan sekarang ada dirumah sakit, apa yang sebenarnyaterjadi."
"Kemarin setelah pulang dari kantor polisi dan di mintai keterangan tentangnya, dia langsung tidur karena beberapa hari sebelum itu dia bekerja sampai lembur" kata Papi.
"Nah didalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan wanita yang kalian maksud itu meminta tolong padanya dan loncat dari tebing didalam mimpi anak saya."
__ADS_1
"Itu yang membuat anak saya keluar dari rumah untuk mencari keberadaanya, tapi saat mencari ada yang menemukan anak sudah pingsan."
"Terus untuk kedepan nya ini gimana, apakan nanti jika wanita itu ditemukan, akan kalian satukan menjadi sepasang kekasih."
"Itu yang masih belum kami pikirkan, yang utama bagi saya kesehatan total terlebih dulu untuk anak saya, setelah itu barulah dipikirkan kedepannya" kata Papi.
"Bukannya anak anda itu hanya cewek saja, dan anak laki-laki anda sudah lama meninggal."
"Iya kalian bener, anak saya cewek semua, tapi dia anak saya juga, yang memang tidak terlahir dari darah daging saya dan rahim istri saya, tapi kami menyayanginya dari dulu hingga nanti seperti anak kandung saya sendiri" kata Papi.
"Apa dia masih punya keluarga lengkap."
"Masih, Bapak Ibunya masih ada, masih sehat" kata Papi.
"Terus kenapa malah anda meminta dia jadi anak anda, apa maksud dari semua itu."
"Saya minta satu jawaban lagi, jika itu tak mampu kalian jawab."
"Silahkan" kata Papi.
"Apa mungkin anak bapak itu menyembunyikannya ditempat lain dan berpura-pura sakit untuk menutupinya."
"Bukankah kalian tadi sudah melihat dan menanyakan juga pada yang lain dan Dokter" kata Mami, yang kini menjawab.
__ADS_1
"Anak saya juga hpnya sudah ada ditangan polisi beserta kartu HP nya untuk mereka selidiki lebih lanjut, kenapa masih menganggap kalian itu kalau anak saya menyembunyikan wanita itu, bahkan kami sudah membantu ikut mencarinya dengan menyebarkan foto wanita itu yang hilang."
"Tapi kenapa belum ditemukan sampai sekarang."
"Itu kami gak tau, yang pasti kami sudah mencoba membantu mencari dengan mengerahkan beberapa orang yang kami suruh untuk mencari" kata Mami.
"Mungkin dia kabur bukan kabur dikota ini, mungkin kabur ke kota lain atau kemana gitu yang membuat belom ditemukannya."
"Saya rasa sudah cukup pertanyaannya, karena kami harus kembali kerumah sakit lagi" kata Papi.
"Tapi mereka bilang kalau anak Bapak menyembunyikan nya."
"Itu tidak benar" kata Mami, yang mulai emosi.
"Karena mereka harus mengembalikan uang yang mereka pakai di perusahaan dia bekerja, dan jaminannya adalah rumah beserta isinya yang harus mereka serahkan kepada anak saya, karena perusahaan dia bekerja itu milik anak saya sendiri."
"Mereka harus mengembalikan hanya dalam waktu enam bulan pada anak saya, karena itu mereka membuat seolah-olah anak sayalah yang bersalah dan menyembunyikannya, paham kalian."
"Berapa nominal uang yang harus dikembalikan."
"Rumah beserta isinya itu takan cukup untuk mengembalikan uang perusahaan, itu masih setengahnya, tapi anak saya hanya minta delapan puluh persen saja untuk mengembalikan uangnya" kata Mami.
"Biat baik anak saya untuk mengurangi uang yang harus mereka kembalikan malah mereka bales dengan seperti ini, jadi kalau mereka minta jalur hukum kami selalu siap dan kapan akan dimulai kami siap."
__ADS_1
"Sudah cukup Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" kata Papi, yang langsung menutup nya, karena takut akan kemana-mana pertanyaan nya dan membuat Mami marah, karena sudah mulai sedikit marah.
Dan wawancara pun berakhir, papi dan mami langsung meninggalkan gedung ini, walaupun saat mereka berjalan menuju mobil mereka masih digerumuti wartawan yang ingin menanyakan sesuatu padanya.