
Setelah dua hari dirumah sakit, kini Fida dan Ayesha Putri Ahmad dah diperbolehkan untuk pulang.
Setelah mengurus dan melunasi pembayaran, aku langsung menuju ruangan untuk menjemput kak Fida dan Aya pulang setelah selesai diperiksa oleh Dokter.
Aku langsung masuk kedalam setelah mengucapkan salam, dan dijawab oleh mereka yang ada didalam.
"Ehhh Papa mudanya dah datang" ucap Suster, yang sambil menimang Aya.
"Tuh Papamu dah datang, sekarang kamu sama Papamu ya."
Sedangkan aku yang mendengar ucapan dari Suster hanya mengaruk kepalaku yang tak gatal.
"Nih digendong anaknya" kata Suster.
"Eeh iya Sus, makasih atas waktu nya dah mau menimang nya" kata Fariel.
"Iya gak papa, itu kan tugas saya juga disini" kata Suster.
"Jangan buru-buru buat adik buat Aya ya Pak" kata Suster.
"Tunggu sampai satu atau dua bulanan, jadi ditahan dulu."
"Jangan mentang-mentang muda main sikat aja."
"Maksud nya apa ya Sus, aku gak ngerti" kata Fariel, sambil menerima Aya dalam gendonganku.
"Maksudnya jangan melakukan hubungan suami istri dulu, karena masih dalam proses nifas" kata Suster.
"Dan nunggu anaknya dah tidur dulu baru bebas ngapain aja."
__ADS_1
"Sialan dikira saya suaminya apa, malah menjelaskan begituan kesaya" kata Fariel, ucapnya dalam hati.
"Sial-sial, kalau gitu tadi aku diluar ajalah, kalau tau bakal begini jadinya, mana ni susternya ngomongnya kemana-mana lagi."
"Kemarin bilang ini itu, menuduh ku yang neh-aneh karena KTP ku masih lajang, eh sekarang malah kena lagi."
"Dasar suster gak bisa ngertiin perasaan ku aja."
"Jangan bengong, sabar, tunggu sampai waktunya tiba" kata Suster.
"Tahan aja dulu, paling dua bulan aja."
"Sial-sial, bener-bener sial hari ini" kata Fariel lanjut dalam hati.
"Mending keluar aja deh kalau gini, daripada bikin pusing dan diceramahin sama suster ini, bakal bikin pusing dan makin pusing aja."
"Hemmmm" kata Suster.
"Gak ada apa-apa" kata Suster.
"Hanya aneh aja lihat Papa muda ini, kaya lagi mikirin sesuatu, pasti mikir gimana nahannya."
"Oh ya, nanti Akta dan semuanya seperti kartu keluarga dan KTP mohon diambil ya, karena sudah jadi, mungkin bentar lagi akan sampai kemari setelah diurus nya."
"Atau mau dikirim ke alamat anda, tapi biaya pengiriman beda ya, Rumah Sakit hanya membantu mengurusnya."
"Iya beres, nanti biar kusuruh orang buat ngambil" kata Fariel.
"Saya mau keluar dulu."
__ADS_1
"Kok istri nya ditinggal sih Pak, kenapa gak barengan aja, kan seharusnya Papa muda yang dorong korsinya nanti, biar anaknya nanti sama yang lain, gimana sih Papa muda ini" kata Suster.
"Iya nanti ya Sus, aku mau keluar sebentar buat ngilangin pusing" kata Fariel.
"Ohh gitu ya" kata Suster.
"Jangan pusing-pusing."
"Kalau gak kuat kan masih bisa pake cara lain."
"Hihihihi" ketawa kecil.
"Tau ah" kata Fariel.
"Bi, tolong ya, saya mau keluar dulu sama Aya, mau nyari udara segar dulu, disini pusing."
"Baik Den" kata Diah.
"Sama istri nya gak pamitan keluar dulu nih Pak" kata Suster.
"Ini suster kenapa lagi sih, bikin pusing aja, heran gua" kata Fariel, dalam hati.
"Aneh bener nih Papamu ya nak, masa sama Mamamu gak pamitan gitu ya, hanya gara-gara gak bisa buat dede langsung buat kamu" kata Suster, yang berbicara sama Aya.
"Dah ya Sus, aku mau keluar" kata Fariel.
"Nyai aku tunggu didepan sini ya, biar gak makin pusing disini diceramahin sama Suster."
"Iya Uda, sana keluar dulu gak papa, ini juga cuman sebentar kok diperiksa nya" kata Fida.
__ADS_1
"Duh so sweet banget sih, masa dah punya anak manggilnya gak Papa Mama, malah masih pake kata itu, kaya masih pacaran aja" kata Suster.
Daripada makin pening gara-gara Suste, aku langsung keluar sambung menimang Aya.