Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Keluar rumah


__ADS_3

"Bete bener sih dalam kamar."


"Bingung mau ngapain kek gini."


"Keluar gak boleh."


"Di kamar suntuk."


"Bete bete ah" sambil menarik rambut.


"Ah keluar ah, males dikamar mulu, bisa setres dikamar mulu."


"Gak peduli mau dibilang apa, yang jelas aku mau keluar, nyari udara segar."


"Daripada gila dikamar mulu."


Lalu meraih jaket dan memasukkan HP dalam kantong dan juga tak lupa dengan dompetnya yang juga kumasukan kekantong celana lalu keluar dari kamar.


"Mas mau kemana pake jaket, pake apaan tuh ditelinga" kata Ervi.


"Mas mau keluar sebentar, suntuk dikamar, bisa gila kalau dikamar mulu" kata Fariel.


"Tapi kan kata Papi sama Mami mas gak boleh keluar rumah, kalau suntuk kan bisa kebelakang, dibelakang kan bisa" kata Ervi.


"Iya, Uda gak boleh keluar, apa kata Papi dan Mami nanti kalau uda keluar rumah" kata Fida.


"Sebentar aja kedepan, lagian mas gak bawa motor juga kok, tenang aja, aku dah sehat sekarang" kata Fariel.

__ADS_1


"Tapi kalau mas keluar kami harus ikut, karena Mami gak ngizinin mas keluar rumah sendirian, kata Mami harus ada yang nemenin mas keluar" kata Ervi.


"Mas tu butuh sendiri menikmati udara, mas gak akan macam-macam juga, mas hanya keluar sebentar, mas juga bawa HP, google maps nya mas hidupin juga kok, kalian gak usah panik, tenang aja" kata Fariel.


"Dah ku sherlock."


"Mana bisa tenang, kami disuruh Papi dan Mami buat jagain Uda, gak boleh keluar rumah, kalau mau keluar harus sama yang lain biar ada yang nemenin, jadi kalau terjadi apa-apa sama Uda kan bisa langsung menghubungi yang lain ataupun membawa Uda ke Dokter" kata Fida.


"Ribet banget sih mau keluar aja susah, aku cuman sebentar doang kok" kata Fariel.


"Gak bisa" ucap mereka berdua dengan keras.


"Pokoknya aku mau keluar titik, aku mau ketempat Mami di minimarket, kalian dirumah aja" kata Fariel.


"Nanti kalau Mami nanya gimana" kata Ervi.


"Ya bilang aja aku keluar ke Minimarket ngilangin setres" kata Fariel.


"Dek plis ya, mas mau keluar, jangan dihalangin pintunya" kata Fariel.


"Gak bakal adek bukain pintunya, kecuali mas bisa ngalahin adek dulu" kata Ervi.


"Mas gak mau berantem sama adek, mas minta adek minggir ya, mas mau lewat, mas mau keluar" kata Fariel.


"Gak boleh" kata Ervi.


"Halangin aja dek, kakak dukung kamu pokoknya dek, semangat jagain pintunya jangan sampe lewat" kata Fida.

__ADS_1


"Awas kecoaaa" kata Fariel, teriakku.


Ervi yang mendengar teriakan kecoa langsung loncat-loncat dan minggir dari pintu sehingga membuat aku dengan leluasa untuk keluar.


"Mana kecoa mana" kata Ervi.


"Adek itu uda keluar" kata Fida.


"Hah" kata Ervi.


"Ya elah masa sama kecoa takut, percuma bisa silat kalau takut kecoa, tuh kan Uda kabur, adek sih di boongin mau, padahal cuman diteriakin kecoa" kata Fida.


"Jangan salahin adek dong, kakak aja gak bantuin jagain pintu, malah asik berdiri disitu" kata Ervi.


"Aku kan troma sama kecoa, mana suka terbang sembarangan, tau tau nemplok, kan geli kak, mana banyak bekteri lagi di kecoa, hihhh."


"Sekarang kita kejar sebelum jauh, cepetan" kata Fida.


"Ambil HP dulu" kata Ervi.


"Ya udah cepetan sana ambil, jangan lama keburu jauh, nanti bisa diceramahin Mami, mana kalau ceramah panjang kali lebar kali tinggi sama dengan pusing" kata Fida.


"Iya, kakak tunggu aja didepan" kata Ervi.


Aku langsung mengambil kunci di gantungan setelah berhasil membuka pintu, karena sudah tau letak kunci pintu diletakkan sama Pak Udin, langsung kuambil kunci di gantungan seperti biasa di tempat Pak Udin meletakkan kunci-kunci motor dan mobil, setelah didapat aku langsung keluar dan menutupnya tanpa mengunci lagi langsung menuju motorku dan kunyalakan dan pergi meninggalkan rumah.


"Aden mau kemana, apa dah bilang sama Mami, dan Papi" kata Ari.

__ADS_1


"Udah dong, cepetan bukain pintu gerbangnya" kata Fariel.


Pak Ari langsung membuka pintu gerbangnya, dan aku langsung meluncur keluar.


__ADS_2