Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Belanja banyak


__ADS_3

"Dah terkunci aman" kata Fariel.


"Udah dong" kata Fida.


"Yuk langsung aja belanja keperluan buat Aya didalam."


"Ya ayok kita masuk, makin cepat makin lebih baik" kata Fariel.


"Ayok kita belanja anak Ayah yang cantik."


"Ya ayok" kata Fida.


Dan kita langsung masuk kedalam.


"Tuh ambil troli dulu buat bawa belanjaan" kata Fariel.


"Sip" kata Fida.


Langsung mengambilnya dan mendorong.


"Aik" kata Aya, yang minta naik troli.


"Kuat gak ya" kata Fariel.


"Kalau rusak nanti ganti pake punya Mami, kan banyak di toko Mami" kata Fida.


"Taro aja aya, suruh naik."


Langsung kuletakkan Aya di troli dan langsung ku dorong.


"Nyai jalan duluan didepan, aku ngikutin dari belakang, kan yang tau kebutuhan Aya hanya Nyai, aku mana ngerti" kata Fariel.


"Iya" kata Fida, yang berjalan duluan didepan.


Dan langsung memilih dan memasukkan kedalam troli beberapa barang keperluan Aya, lalu kebagian yang lain.


"Kalau ini bagus gak buat Aya" kata Fida.


"Kayaknya lucu" menunjuk bando yang ada seperti telinga kelinci.


"Kalau bagus ya ambil aja, mana aja ambil yang bagus dan lucu" kata Fariel.


"Asal jangan aku yang bayarin."


"Penuhkan terus selagi masih muat banyak."


"Sip deh" kata Fida.


"Gak usah takut buat minta dibayarin, masih punya Nyai tabungan banyak."


"Tuh ada topi juga, ambil kalau perlu" kata Fariel.


"Oke, kayaknya juga lucu-lucu" kata Fida.


Sedangkan aku hanya mendorong troli sambil gendong Aya pake jarit karena dah terisi banyak barang.


"Baju baru jangan lupa" kata Fariel.


"Sip Da, gampang itu mah" kata Fida.


"Sepatu nya juga" kata Fariel.


"Oke" kata Fida.


"Boneka sekalian" kata Fariel.


"Beres" kata Fida.


"Sekalian aja sama tokonya bawa pulang" kata Fariel, sambil tersenyum karena apa yang kukatakan di iyakan semua.


"Kalau bisa digeser ya gak papa ku bayar" kata Fida.


"Emang rumahan monopoli apa, bisa diangkat dan digeser" kata Fariel.


"Berarti gak jadi dibeli tokonya kalau gak bisa digeser" kata Fida.


"Mamamu ada-ada aja" kata Fariel.


"Lihat tuh semua barang yang lucu dipilih dan dimasukkan."


"Mentang-mentang banyak duit."


"Padahal belum tentu Aya mau ya kan."


"Gak mau ya gak papa, yang penting dah beli yang lucu-lucu" kata Fida.


"Terserah deh, anak Sultan mah bebas mau beli apa aja" kata Fariel.


"Iya dong, anak Sultan mah bebas" kata Fida.

__ADS_1


"Tinggal tunjuk dan mau, langsung bawa pulang."


"Mobil-mobilan sekalian, jangan hanya boneka saja" kata Fariel.


"Gak ah, gak muat troli nya" kata Fida.


"Nanti pesan online aja biar banyak pilihan nya."


"Sapa tau bisa beli yang kaya tadi yang bisa jalan dinaiki, seperti aslinya tinggal pencet jalan sendiri."


"Jangan hanya satu, sapa tau nanti kalau aku butuh dah ada kan, jadi gak perlu ngeluarin duit lagi, tinggal ambil aja punya Aya buat anakku" kata Fariel.


"Ihh masa buat anak sendiri gak modal" kata Fida.


"Ya kan ngirit, biar cepet kaya" kata Fariel.


"biar bisa nyaingi Sultan yang lagi ngetren di TV."


"Hmmm iya deh iya" kata Fida.


"Diamah sehari ratusan bahkan milyaran."


"Lah Uda setahun baru seratus lebih."


"Mau berapa tahun biar bisa nyaingi."


"Kan bukan nyaingi uang tabungan nya aja" kata Fariel.


"Lah terus apa" kata Fida.


"Dia kan istri nya satu, nah kalau Uda tujuh, jadi lebih dari Sultan" kata Fariel.


"Emang kuat" kata Fida.


"Nanti baru setahun dah encok sering masuk rumah sakit buat chek."


"Hahaha, becanda kali" kata Fariel.


"Satu aja mah cukup bagiku."


"Aku bukan gila harta, hanya gila ilmu Agama dan pahala."


"Iya deh iya" kata Fida.


"Ini bagusan yang mana bajunya."


"Ambil aja semua sama celana nya, daripada bingung" kata Fariel.


"Oke" kata Fida, langsung bruk memasukkan baju dan celana kedalam troli.


Aku hanya geleng-geleng melihat Fida meletakkan baju sebanyak itu.


"Sepatu sama boneka nya belum loh, tapi ini dah gak muat" kata Fariel.


"Gampang" kata Fida.


Langsung menuju ke bagian sepatu dan boneka.


"Bonekanya kayaknya bagus-bagus dan lucu, jadi bingung" kata Fida.


"Pilih yang Aya suka, Aya sering lihat apa di TV dan itu yang dibeli" kata Fariel.


"Banyak mah, ada Masha, ada Dora" kata Fida.


"Itu dah berapa tokoh aja."


"Belum lagi donal bebek, dan panda."


"Ya gak semuanya juga dong" kata Fariel.


"Mau bawa pulang pake truk."


"Hehehehe" kata Fida.


"Kalau mau beli banyak online aja, atau minta diantarkan kalau bisa" kata Fariel.


"Kalau bawa sendiri gak muat."


"Tadi dah ada bola, ada balon, lah kalau ditambah ini sama boneka mana muat mobilnya."


"Kecuali tadi bawa mobil kantor, yang buat muat kopi."


"Itu baru muat banyak, bahkan kasur pun muat."


"Hahahaha, Uda mah lucu" kata Fida.


"Buruan dong, ini dah mau sejam loh" kata Fariel.


"Ingat waktu, belum Shalat."

__ADS_1


"Iya Da iya, nanti kita Shalat disini aja, pasti ada tempat buat Shalat kok" kata Fida.


"Ya dah kamu pilih aja boneka ya yang banyak" kata Fariel.


"Jangan lupa boneka Barbie juga, sama alat masak-masakan juga."


"Oke beres" kata Fida.


"Heran semua yang kukatakan beres" kata Fariel.


"Gak lagi-lagi lah ngasih tau, nanti malah bisa segedabreg belanjaannya."


"Bisa-bisa jadi gudang kamarnya Nyai nanti."


"Kan ada kamar lain" kata Fida.


"Jadi Uda harus bantuin nyai buat kamar bermain Aya."


"Asal cocok bayarannya" kata Fariel.


"Gampang nanti Nyai tranfer" kata Fida.


"Dah belom, ini dah gak muat loh" kata Fariel.


"Dah ah ini aja, nanti kurangnya beli online aja" kata Fida.


"Sekarang kita bayar kekasir."


"Ya ayok" kata Fariel.


Langsung kekasir untuk membayar semua belanjaannya yang begitu banyak, hingga membuat orang disebelahnya heran.


"Borong mas, banyak amat."


"Pasti sayang sama anak dan istri, makannya apa aja dikasih beli."


"Iya dong, harus itu" kata Fida.


Aku hanya senyum aja, karena dah ada yang bakal jawab.


"Mau bayar cas atau pake kartu atau Bank king" kata Kasir.


"Kartu aja mbak" kata Fida.


"Nih"


"Totalnya tigajuta seratus empat puluh dua ribu mbak" kata Kasir.


"Silahkan tekan pinnya."


Fida langsung menekan pinnya dan keluar kertas hasil tranfer.


"Ini mobilnya dimana, biar kami antarkan pake troli, karena ini akan susah kalau dibawa pake tangan" kata Kasir.


"Soalnya ini banyak banget belanjaannya."


"Biar nanti yang lain yang ngantar barangnya."


"Didepan, diparkiran sini" kata Fida.


"Kalau gitu biar kami yang ngantarkan barangnya, biar mbak sama masnya jalan didepan" kata Kasir.


"Kupanggilkan dulu orang nya yang akan mengantar belanjaan mbaknya, gratis kok, tenang aja."


"Masih pegawai kita juga."


"Bukan itu, hanya mau tanya, apa disini ada tempat buat numpang Shalat" kata Fariel.


"Oh ada Mas, didalam sana paling ujung" kata Kasir.


"Ada ruku atau mukena juga buat cewek."


"Air wudhunya ada disebelah ruangan itu."


"Oh yamakasih" kata Fariel.


"Ini mau diantar sekarang atau mau nunggu Shalat dulu Masnya" kata Kasir.


"Langsung diantar aja, Shalat bisa gantian nanti" kata Fida.


"Oke kalau gitu biar kupanggilkan teman saya" kata Kasir.


"Iya silahkan" kata Fida.


"Yuk Aya sama Mama ke mobil, Ayah mau Shalat dulu."


Aya langsung pindah tangan ke Mamanya.


"Kalau gitu aku kesana buat Shalat, nanti Nyai kesini lagi buat gantian Shalat" kata Fariel.

__ADS_1


"Iya beres Uda sayang" kata Fida.


Langsung kutinggalkan mereka kedalam kearah bagian belakang seperti yang ditunjuk sama kasir tadi.


__ADS_2