
Didalam ruang miting ini aku tidak bisa fokus, masih kepikiran yang dirumah. Jadi beberapa kali dari Papi menyikutku karena melamun.
"Kalau enggak bisa fokus, pulang aja, biar ini Papi yang urus" kata Papi.
"Gak papa, sana pulang aja, daripada kamu disini tapi pikiranmu disana."
"Tapi Pi" kata Fariel.
"Ini tanggung jawabku sekarang."
"Udah enggak papa sana, mereka pasti bisa ngerti kok" kata Papi.
"Mami juga disini, lagi kesini."
Aku hanya diem tanpa kata, karena memang pikiranku enggak bisa fokus kemiting kali ini, hanya memikirkan yang sedang dirumah takut terjadi sesuatu padanya dan membutuhkanku.
"Mohon maaf semuanya, tolong sebentar" kata Papi.
"Ini ada sedikit mengganggu masalah kecil tapi enggak mempengaruhi miting kali ini."
"Anak saya mau izin untuk pulang dan enggak bisa ikut buat miting hari ini."
"Kalian pasti tau perasaan seorang Ayah saat melihat istrinya akan melahirkan, dan ditinggalkan dirumah, walaupun ada yang menjaganya disana."
"Jadi aku minta pada kalian semua buat memberikan izin padanya agar pulang menemani istrinya yang akan melahirkan."
"Karena disini juga enggak bisa fokus, dan masih memikirkan yang dirumah."
"Jadi bagaimana menurut kalian semuanya, Bapak, Ibu."
"Silahkan saja, kami memakluminya."
"Istri itu utama, kerjaan nomer dua."
"Dia butuh sosok suami yang ada disaat seperti ini."
"Jadi lebih baik pulang dan temani istrimu."
"Engak masalah miting kali ini tanpa adanya kamu selaku pemilik saham terbanyak."
"Tapi" kata Fariel.
"Keselamatan istri dan anak itu harus."
"Mereka butuh kamu."
"Butuh suport darimu."
"Pulanglah."
"Dah sana pulang, mereka juga dah mengizinkanmu untuk pulang" kata Papi.
"Percayakan sama Papi disini."
__ADS_1
"Makasih Pi" kata Fariel.
Tiba-tiba HP ku berbunyi tanda panggilan masuk, dan langsung kuangkat.
"Halo Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Mi, buruan pulang Mi" kata Fida.
"Ini kayaknya dah mau lahiran."
"Dah mulai merasakan sakit."
"Iya tunggu, aku langsung pulang" kata Fariel.
"Siapkan mobil dan apapun, aku pulang."
"Buruan pulang, dia butuh kamu."
"Aku permisi, Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Waalaikumsalam" semuanya.
Tanpa pamit ke Papi buat bersalaman, langsung kumasukkan HP ke dalam kantong celananya dan langsung berlari buat langsung pulang kerumah.
Sampai dirumah langsung berlari menuju kamarnya.
"Mi sakit" kata Ervi.
"Siapkan keperluannya" kata Fariel.
"Pak bukain pintunya buruan."
Pak Udin langsung membukakan pintu mobil sampingnya, dan aku langsung masuk dan merebahkan dan kepalanya, lalu kupangku.
"Buruan Pak jalan" kata Fariel.
"Iya Den" kata Udin.
Fida masuk kedalam didepan disamping Pak Udin, dan Pak Udin langsung menancap gas mobilnya menuju Rumah Sakit buat bersalin.
"Sakit Mi" kata Ervi.
"Iya, tahan sebentar ya" kata Fariel.
"Sebentar lagi sampai."
"Tahan sebentar saja" sambil mengusap-usap perutnya.
"Pak buruan Pak."
"Mi gak kuat Mi, sakit" kata Ervi, Sambil meremas baju dan tanganku.
"Iya, yang sabar ya" kata Fariel, dengan menetes kan air matanya.
__ADS_1
"Sebentar lagi sampai."
"Tahan, sedikit lagi sampai."
Sampailah kini Dirumah Sakit, langsung aku turun sambil membawa Ervi keranjang yang sudah disiapkan oleh pihak Rumah Sakit, karena sudah diberi tau pihak Rumah Sakit oleh Fida.
"Mi sakit" kata Ervi, yang meremas lengan bajuku.
"Iya, tenang aja, ada Sami disini buatmu selalu" kata Fariel, sambil mendorong ranjang.
"Sabar, bentar lagi."
"Temenin Mi, aku takut" kata Ervi.
"Iya, akan kutemani" kata Fariel.
"Tahan ya, biar sampai dalam dulu."
Sampailah kini di ruangan buat bersalin, dan Dokter langsung memeriksanya.
"Ini harus mengambil tindakan cepat" kata Dokter.
"Buruan Dok" kata Fariel.
"Ini harus dioperasi, karena posisinya tidak normal" kata Dokter.
"Sakit Mi" kata Ervi.
"Lakukan segera mungkin Dok, aku mohon" kata Fariel.
"Baik, kalau gitu biar kita siapkan semuanya" kata Dokter.
"Sus siapkan semuanya."
"Baik Dok" kata Suster.
"Bapak diluar aja, biar kami tangani ini" kata Dokter.
"Silahkan, percayakan pada kami."
"Sami disini aja, temanin, aku takut Mi" kata Ervi.
"Gimana Dok" kata Fariel.
"Baiklah, tapi ganti pakaianmu dengan itu, dan kenakan masker juga sarung tangan dan tutup kepala" kata Dokter.
"Jangan lupa cuci tangan dan cuci pakai sanitizer."
"Baik Dok" kata Fariel.
"Tahan sebentar, Sami pakai baju dulu."
"Tahan sebentar."
__ADS_1
Langsung kucuci tanganku dan ku kenakan perlengkapan sesuai peraturan saat diruang operasi.
Jangan lupa mampir ke "Keluragaku tercinta" ya.