
"Gimana Dok kondisi anak saya" kata Mama)
"Gimana Dok, apa yang terjadi" kata Mami.
"Hawab Dok" kata Mama.
"Dokter jangan diem aja, apa yang terjadi Dokter" kata Mami.
"Mama yang sabar, biarkan Dokter menyampaikan sesuatu dulu" kata Bapak.
"Mami diem, gimana Dokter mau ngomong kalau Mami seperti itu" kata Papi.
"Semuanya mohon tenang dulu, biar saya bicara menyampaikan sesuatu pada kalian" kata Dokter.
"Cepetan Dok cepet" kata Mama, Mami, bersamaan dengan menggoyangkan tangan Dokter nya.
"Ibu anak kalian baik-baik saja, bahkan keajaiban telah datang padanya, sekarang sudah kembali seperti pada biasanya, bahkan sudah bisa berbicara lagi, detak jantung nya juga sudah kembali normal pada umumnya" kata Dokter.
"Temuilah dia, tapi jangan buat sedih."
"Masuklah dan tersenyumlah walaupun itu sulit, buatlah dia kembali tersenyum, karena itu akan mempengaruhinya."
"Jangan terlalu banyak diajak bicara, dan jangan buat dia leleh, nanti sejam sekali akan kami cek keadaan nya."
"Kalau gitu saya permisi, saya mau kebawah, dan biarkan mereka melepaskan beberapa alat yang menempel pada tubuhnya, nanti setelah itu baru kalian masuk."
"Makasih Dok, makasih" kata Mama, yang langsung memeluk Dokter karena senang mendengar nya sudah sadar.
"Alhamdulillah, Anak Mami sehat lagi" kata Mami.
"Makasih" yang juga memeluk Dokter hingga Dokternya hampir terjatuh ke belakang.
"Mami, Mama" kata papi, Bapak.
"Maaf Dokter, maaf" kata Mama.
"Hehehe maaf" kata Mami.
"Iya gak papa, saya kebawah dulu" kata Dokter.
"Iya Dok silakan" kata Mama, Mami, ucapnya kompak.
Sedangkan Bapak dan Papi hanya geleng-geleng kepala melihat mereka berdua yang malah memeluk Dokter bukan dirinya.
"Apes bener kita, giliran dapat bahagia, eh malah akunya gak bahagia kayaknya" kata Bapak, ucapnya pada Papi yang disebelahnya.
"Jadi nyamuk kita ya Pak, sial kita ini" kata Papi.
Sedangkan Mama dan Mami tersenyum kearah Bapak dan Papi yang seolah meminta maaf karena tingkahnya tadi yang sembarangan memeluk orang lain didepan nya.
Ervie dan Fida malah tersenyum melihat sepasang orang tua yang didepannya.
"Orang tua kita lucu ya kak" kata Ervi.
"He,em" kata Fida, sambil menghapus air matanya dan masih sesegukan karena menangis.
"Yuk kita kedalam yuk, adek dah gak sabar mau lihat mas nih" kata Ervi.
"Ayok, kaka juga" kata Fida.
__ADS_1
"Kalau gak mau masuk ya gak papa, tapi jangan pandang-pandangan begitu" kata Ervi.
"Dokternya juga udah selesai tuh, jadi aku mau masuk ah."
"Yuk kak, biarkan mereka, paling nanti juga bakalan manja-manajaan lagi, kaya anak kecil, tapi lucu."
Ervi dan Fida pun langsung masuk kedalam dengan menunjukkan senyumnya seperti yang Sokter ucapkan tadi, karena memang aku gak pernah bisa melihat sosok wanita menagis dan justru malah ikutan menagis sedih.
"Assalamu'alaikum masku" kata Ervi, sambil duduk dikiriku.
"Assalamu'alaikum Uda" kata Fida, yang juga duduk dikananku.
Sedangkan aku hanya menjawab dengan senyum sedikit.
"Apa mas masih ada rasa yang sakit" kata Ervi.
Akun hanya mengelengkan saja.
"Sukur kalau Uda dah sehat" kata Fida.
"Nyai bisa curhat lagi sama Uda, bisa minta ditemanin makan, nonton, jalan-jalan dan apa saja."
"Iya mas" kata Ervi.
"Adek juga pengen ditemenin makan, diantar kuliah pake kotor mas, lalu dijemput lagi, juga jalan-jalan atau melihat rumah mas di desa dan melihat-lihat kebun mas disana."
"Ade dah gak sabar pengen ngajak mas jalan-jalan."
"Lihat nih Da, perut nyai dah besar dah tujuh bulanan" kata Fida.
"Bahkan dedek nya minta diajakin becanda sama Uda nih, minta dibelikan seuatu lagi sama Uda."
"Berarti anak kaka cewek dong" kata Ervi.
"Kayaknya sih, kakak gak pernah ngecek cewek apa cowok, yang penting sehat bagi kaka" kata Fida.
"Assalamu'alaikum" kata Mama, Mami, dengan ceria.
"Waalaikumsalam " kata Fida, Ervi.
"Anak Mama udah bangun, Mama kangen banget sama kamu nak" kata Mama, yang memeluk tubuhku dengan menahan tangisnya biar gak pecah walaupun sudah meneteskan air matanya.
"Mami juga kangen sama kamu nak" kata Mami. yang juga sama dengan Mama.
"Mami merasa ada yang kurang dihidup Mami."
"Jangan tinggalkan Mami lagi ya, Mami takut kehilangan lagi."
"Sudah-sudah, jangan dipeluk-peluk" kata Papi.
"Varu aja bangun dah dipeluk-peluk, Papi yang dari tadi berdiri diam malah gak dianggap dikira manekin kali ya Pak Ahmad."
"Kayaknya ada yang lagi cemburu ya kak" kata Ervi.
"Iya, cemburu buta kayaknya" kata Fida, lalu tertawa bersama Ervi.
"Ada yang marah, heiii."
"Waktu ku goda, dia marah-marah, padaku."
__ADS_1
"Dia cemburu, heiii."
"Cemburu buta, dia marah-marah padaku."
Nyanyi Ervi dan Fida, sambung menyambung lagu.
"Masa sama anak sendiri aja cemana sih" kat Mama.
"Iya, Papi ada-ada aja ya Ma" kata Mami.
"Salah kita dimana coba" kata Mama.
"Iya, salahnya dimana" kata Mami.
"Kalau dah gini mah yang salah pasti tetap Papi dan Bapak" kata Fida.
"Kok kami" kata Papi, Bapak, ucap berdua kompak.
"Pasal pertama, kalau cewek salah, cowok lebih salah" kata Ervi.
"Yang kedua, kalau cowok bener, cewek lebih bener."
"Yang ketiga, jika cewek salah kembali ke pasal satu, dan juga pasal dua kalau cowok merasa benar."
"Hahaha, bener itu dek" kata Fida.
"Kalau gini berarti kita dong yang harus minta maaf duluan" kata Bapak.
"Iya dong" kata Ervi, Fida, berasama.
"Gini amat ya jadi cowok ya Pak" kata Papi.
"Iya, harus ngalah mulu kitanya mah" kata Bapak.
"Dah lah pasrah aja, daripada nanti tidur dapat guling" kata Bapak.
dan mereka langsung berjalan kearah mami dan mama untuk minta maaf
"Lihat tuh mas, mereka lucu ya" kata Ervi.
"Iya dek, kaka gak nyangka kalau ucapan adek bikin Bapak sama Papi bakal seperti itu jadinya" kata Fida.
"Uda cepet sembuh ya, biar nanti nyai masakin kesukaan Uda, nyai dah bisa masak masakan kesukaan Uda dari Mama loh resep nya."
"Iya mas, adek juga dah belajar masak sama Mama dan Mami juga, jadi sekarang adek gak hanya bisa buat nasgor sama telor ceplok doang" kata Ervi.
"Mas harus kembali sehat, nanti adek buatkan sesuatu untuk mas makan, biar cepet sembuh biar bisa beraktivitas lagi."
"Makasih" kata Fariel, hanya kata itu yang keluar.
"Mas sekarang istirahat aja, kita mau masakin spesial buat mas makan" kata Ervi.
"Yuk kak kita masak."
"Ayok, kakak dah gak sabar mau buat masakan kesukaan Uda dari tangan ku sendiri" kata Fida.
"Kami keluar dulu ya mas Assalamu'alaikum, dada masku sayang, cepet sehat ya" kata Ervi.
"Dada Uda, Assalamu'alaikum" kata Fida.
__ADS_1
Fida dan Ervi pun keluar buat masak sesuatu, kadin hanya meninggalkan Bapak, Papi, Mama, dan Mami dikamar.