
Pagi pun datang dengan datangnya suara Adzan Subuh akupun langsung bangun untuk melaksanakan kewajibanku, dan setelah itu melakukan tugas masak pagi.
Dan setelah selesai dengan masaknya seperti biasa langsung kubangunkan mereka yang masih asik dibalik selimut.
Setelah semua bangun langsung bergegas untuk ikut makan bersama seperti biasa dengan berbagai pola atau cara makan mereka yang masih asik dengan memainkan HP nya ada yang berjongkok dan lesehan dilantai sambil ngobrol.
Begitu aku selesai dengan makannya langsung bergegas untuk ganti baju kerja yang sudah disediakan oleh pemilik proyek sesuai setandar nasional untuk kerja bangunan.
Baru selesai memakai celana kerja aku dipanggil Pak Sal dengan masih bertelanjang dada hanya memakai kaos singlet saja.
"Riel sini sebentar, ada yang mau dibicarakan" kata Sal.
Aku pun berjalan kearahnya.
"Ada apa pak" kata Fariel.
__ADS_1
"Kita pindah kerjanya untuk renovasi rumah" kata Sal.
"Berapa orang Pak"kata Fariel.
"Hanya berdua, nanti disana bergantian dengan yang lain yang kukirim untuk membantu kita disana" kata Sal.
Aku hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Kemasi semua barangmu jangan sampai ada yang tertinggal, karena kita akan tidur disana sampai renovasi rumah itu selesai. Dan kamu gak kelelahan kalau bolak balik dan selalu bangun pagi untuk masak dan belanja sore, karena kita disana hanya bekerja, semua kebutuhan sudah ditanggung oleh mereka, termasuk dari makan dan tempat untuk kita tidur" kata Sal, ucapnya panjang untuk menjelaskan padaku.
"Baju kerjanya tinggal saja, karena disana sudah disediakan juga, jadi hanya baju yang akan kamu pakai untuk sehari-hari disana" kata Sal.
Aku hanya menganggukan kepala.
"Kenapa aku memilihmu untuk ikut, karena kamu orangnya bersih, kerjanya juga rapi gak terburu-buru, dan itu yang membuatku dan pemilik rumah memilihmu untuk ikut merenovasi" kata Sal.
__ADS_1
"Karena sebenarnya yang menyuruhmu adalah atasan kita ini yang meminta untuk kau ikut bekerja dirumahnya, yang sebenarnya lebih cocok kau bekerja disini biar bisa membantu yang lain seperti belanja sore dan memasak kalau pagi" kata Sal, ucapnya dalam hati
Akupun kembali masuk kamar dan berganti pakaian yang tadi pagi ku kenakan dan lalu mengemasi semua barangku untuk ku masukan kedalam tas. Setelah beberapa menit akhirnya selesai mengemasi barang bawaan ku tanpa ada yang tertinggal lalu aku mengeluarkan motorku untuk kunaiki sendiri nantinya, karena Pak Sal juga bawa motor sendiri juga biar bisa kesana kemari jika ada yang perlu dengannya disana.
Setelah mengeluarkan motorku dan memanasinya aku masuk untuk mengambil tas yang berisi barang-barangku ter kecuali selimut yang kutinggal karena sengaja kutinggalkan supaya bisa dipakai disini oleh yang lain yang hanya memakai selimut tipis, karena disana sudah disediakan semua kebutuhan seperti yang dijelaskan oleh Pak Sal.
Setelah meletakkan tasnya diatas motor, aku kembali masuk untuk menyapu ruangan yang dijadikan tempat untuk memarkirkan beberapa motor dan tak lupa menyapu teras rumah tentunya.
Begitu saya keluar untuk menyapu halaman ada mobil putih berhenti didepan kos yang mungkin dia adalah bos pemilik proyek yang ingin mengecek hasil pekerjaan.
Dia pun keluar dengan bersama seorang wanita, yang mungkin Istrinya, lalu bertanya padaku.
"Mana Pak Sal" ucapnya.
"Lagi keatas Pak, mungkin mau ngecek sebentar" kata Fariel.
__ADS_1
Dia pun berjalan kearahku dan tersenyum sambil menepuk pundakku lalu masuk dengan Istrinya, dan melihat-lihat isi rumah ini yang mungkin sedikit berantakan karena ada beberapa baju kotor yang bergantungan.