Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Dapat cucu


__ADS_3

Makan siang bersama dirumah stelah dari kantor polisi.


"Habis ini mas mau kemana" kata Ervi.


"Kenapa nanya begitu" kata Fariel.


"Mas kerja, jangan ngajakin mas keluar minta ditemanin jalan-jalan ya, mas gak bisa, mas sibuk, alias belajar menyibukkan diri."


"Emmmm, kan selagi adek libur kan bisa gitu ngajak jalan-jalan gitu" kata Ervi.


"Libur dari hongkong, lo tu bolos bukan libur" kata Fida.


"Biarain, kakak gak usah ikut campur napa" kata Ervi.


"Sirik aja, pengen."


"Lebih baik kamu istirahat aja nak, mukamu masih sedikit pucat tuh, kebanyakan lembur kayaknya semalam" kata Papi.


"Tapi Pi, nanti kerjaanku gimana" kata Fariel.


"Udah tenang aja, dah dirumah kok, dah diantar sama sekertaris kamu tadi kemari, jadi santai aja, cuman sedikit kok kerjaanmu, jadi istirahat aja siang ini" kata Papi.


"Sekertaris nya cewek apa cowok Pi" kata Ervi.


"Kenapa nanya gitu" kata Mami.


"Iya, jangan bilang mau adek kekepin masmu biar gak deket sama cewek" kata Fida.


"Iya" kata Ervi, dengan nada tinggi.


"Biar mas tu gak mikirin yang lain-lain hanya fokus satu tujuan."


"Ingat ya mas, tetap fokus, satu titik, titik itu."


"Hahahaha, ada yang lagi bersenandung nih" kata Fida.


"tetap fokus, fokus itu, titik itu, dan raih janda muda."


"Sekertaris nya itu cewek cantik, masih muda, dan seksi, kalau gak salah masih jomblo atu single gitu lah kira-kira."


"Kalian apaan sih, udah diem" kata Papi.


"Apa bener yang dibilang kakak Pi" kata Ervi.


"Iya, seratus persen tepat" kata Papi, yang sengaja buat Ervi bikin galau.


Langsung mem Ervi sedikit cemberut.


"Tadi Mami kaget loh Pi, sampai terpukau" kata Mami.


"Kaget kenapa Mi" kata Papi.


"Tadi tu nak Fariel memarahi Pak Sam yang kerja di perusahaan F sampai berlutut loh, meminta jangan dipecat dari kantor" kata Mami.


"Pak Sam" kata Papi.


"Iya, rupanya dia orang tuanya dari calonnya nak Fariel, tapi itu dulu, sekarang enggak lagi" kata Mami.


"Oh Pak Sam yang itu, kirain yang mana, Papi suka lupa sama namanya, kkarena Papi taunya itu namanya Slamet" kata Papi.


"Ya pokoknya itulah" kata Mami.


"Jauh banget dipanggilnya, dari Slamet kok jadi Sam, biar gaul kali ya nama panggilannya" kata Fida.

__ADS_1


"Padahal kalau Slamet ya Slamet aja, jangan dirubah jadi Sam."


"Akting kamu bener-bener diluar dugaan Mami tadi loh nak, Mami jadi bengong karena beberapa ucapanmu yang keluar, bahkan membuat yang ada diruangan itu terdiam" kata Mami.


"Kamu tau darimana kalau Pak Sam atau Slamet itu ngambil uang perusahaan."


"Semalam Mi, makanya aku sampai lemburnya larut malam, karena gak percaya aja kalau orang itu ternyata Bapaknya Tia, setelah kuminta beberapa data dan foto orang itu, eh gak taunya malah beneran dia orangnya" kata Fariel.


"Sebenarnya Papi dah tau, hanya Papi ingin ngetes kamu aja, jika nanti kalian menjadi kelurga apa kamu bisa memproses dan menghukumnya karena menyalah gunakan uang perusahaan, atau akan menutupi kesalahannya, itu saja sih" kata Papi.


"blVerarti Papi dah persiapin semuanya dong" kata Mami.


"Iya, Papi mau ngetes saja kok" kata Papi.


"Maafin Papi ya nak."


"Tapi Papi gak tau kalau dia orang tua dari si dia."


"Iya, Papi tenang aja, karena yang salah akan tetap salah, walaupun itu keluarga kita, kalau salah ya harus kita hukum jangan kita bela atau kita tutupin kesalahan nya biar gak terbiasa nantinya" kata Fariel.


"Sekarang kamu fokus kerja, jangan mikirin dia lagi, Mama dah gak mau lagi dengar nama dia lagi, Mama gak suka" kata Mama.


"Daripada kamu mikirin dia lebih baik kamu pilih dari mereka mau Fida atau Ervi, Mama setuju langsung, kapan mau, Mama bawa penghulunya kerumah."


"Iya Ma, akan kuusahakan secepatnya lupakan dia dari ingatkan ku" kata Fariel.


"Tapi kalau permintaan Mama buat nikah sekarang kayaknya enggak, aku juga gak mungkin memilih dari mereka."


"Atau mau keduanya kalau satu gak mau, anggap aja bonus satu dapat satu, ya gak Ma Ahmad" kata Mami.


"Iya, kan langsung dapat cucu Mama, ya gak Pak" kata Mama.


"Betul itu" kata Bapak.


"Kalau gitu kenangan yang mas miliki mas buang dan bakar, biar cepet lupainnya" kata Ervi.


"Nah bener tuh kata Ervi" kata Fida.


"Yang bertentangan dengan dia uda buang dan bakar aja, apapun itu."


"Ya mungkin dengan kamu menikah bisa melupakan dia, karena kesibukan mu dengan kelurga kecilmu yaitu istrimu" kata Mama.


"Maaa" kata Fariel.


Sedangkan Mama hanya tersenyum kearahku.


"Oh ya apa kamu yakin nak kalau kamu ingin menarik rumah itu buat jaminannya" kata Mami.


"Yakin lah Mi, biar mereka gak lagi menghamburkan uangnya lagi, biar mereka mikirin gimana caranya supaya bisa melunasi hutangnya dalam waktu enam bulan, jika tidak ingin kehilangan rumah dan jadi lontang lantung dijalanan" kata Fariel.


"Ide yang bagus, Papi setuju" kata Papi.


"Tapi maaf Pi, kalau aku hanya minta mengembalikan nya hanya lapan puluh persen saja dari uang yang diambilnya" kata Fariel.


"Gak papa, yang penting mereka mau mengembalikan uang perusahaan, daripada sama sekali tidak, kan lebih baik kehilangan sedikit, anggap aja itu hadiah buat mereka karena sudah bekerja lama di perusahaan F dari awal dibangun hingga sekarang" kata Papi.


"Makasih Pi atas pengertian nya, karena kalau kuhitung-hitung dengan gaji dia itu gak bakal sanggup melunasi hutangnya dalam enam bulan jika tidak dipotong duapuluh persen, karena banyak banget uang yang diambilnya, itupun mereka harus bener-bener hidup dalam berhemat dalam beberapa bulan kedepan, bahkan mungkin mereka juga harus rela menjual beberapa barang yang dia punya, seperti mobil atau apalah gitu" kata Fariel.


"Papi gak salah milih kamu buat bantu Papi di perusahaan, Papi bangga dengan kamu" kata Papi.


"Iya, Mami juga bangga sama kamu" kata Mami.


"Mulai bulan depan gaji kamu akan Mami naikan duakali lipat, dari gaji yang sekarang, dan Mami akan kasih hadiah untuk Bapak dan Mama kamu."

__ADS_1


"Gak usah Mi, ini aja dah besar gajiku Mi" kata Fariel.


"Gak boleh nolak kali ini, kalau kamu masih menganggap Mami ini juga Mami kamu, maka kamu harus menerima nya" kata Mami.


"Mami akan kasih hadiah kebun satu hektar buat Bapak dan Mama kamu, semoga kalian menerimanya, Papi setuju kan."


"Setuju banget malah" kata Papi.


"Bisa ditambah lagi juga hadiahnya kalau bisa."


"Maaf Mami Ida dan Papi Fida, bukan maksud kami menolak, tapi kalau kami dikasih kebun kami gak sanggup, kami dah tua" kata Bapak.


"Iya, Mi Ida, sekarang aja kami harus meminta bantuan sama yang lain untuk membantu dikebun, karena kebun Akhmad kan juga satu hektar, kebun kami juga ada dua hektar, kalau ditambah lagi kami takut nanti gak bisa kami garap kebun nya, kan jadi mubah, lebih baik uangnya Mami Ida pakai buat keperluan Fida nanti buat biaya persalinan dan kuliah Ervi yang masih lama dan butuh biaya besar nantinya" kata Mama.


"Maaf bukan maksud kami menolak."


"Iya tenang aja, untuk urusan mereka sudah saya siapkan, jadi kalian yang jangan nolak ya" kata Mami.


"Atau rumah kalian kita renovasi, kan Nak Fariel pernah bilang ke kami ingin merenovasi rumahnya kalau uangnya dah cukup, nah sebagai gantinya karena kalian menolak diberikan kebun kopi jadi rumah kalian kami renovasi" kata Papi.


"Maaf Pi, bukan maksudku ikut campur, tapi aku hanya ingin memberikan rumah kepada orang tuaku dengan hasil susah payah kerjaku sendiri, walaupun akan sangat lama, tapi itu lebih menyenangkan jika membangun rumah dari hasil kerja keras sendiri" kata Fariel.


"Jadi Mami harus ngasih hadiah apa dong sama kalian, kan kalian dah kita anggap keluarga kita juga, masa semuanya ditolak" kata Mami.


"Untuk saat ini jangan dulu Mi, Mami sama Papi kan juga sudah banyak membantuku dan keluargaku, bahkan memberikan aku pekerjaan dengan gaji tinggi, itu dah cukup dari segalanya" kata Fariel.


"Oke kalau kalian gak mau, tapi Mami minta satu hal yang harus kamu turuti, gak boleh nolak" kata Mami.


"Apaan Mi, pasti akan aku turuti jika aku mampu" kata Fariel.


"Untuk saat ini Mami belum bisa memberikan permintaan Mami, tapi nanti Mami akan memintanya dari kamu, kuharap kamu mau menerima nya" kata Mami.


"Baik Mi, apapun itu aku mau, asalkan Mami bisa bahagia, dan kalian semuanya bisa bahagia, aku siap melakukannya" kata Fariel.


"Oke, deal" kata Mami, sambil mengulurkan tangannya.


"Deal" kata Fariel, yang juga bejabat tangan dengan mengucapkan kata deal.


"Emang Mami minta apa sih" kata Ervi.


"Ada pokoknya, nanti kalian juga tau" kata Mami.


"Mami mah bikin kita penasaran aja" kata Fida.


"Biarin aja, sapa tau biar sepres" kata Mama.


"Hah, surprise Ma, bukan sepres" kata Ervi.


"Ya itulah pokoknya, Mama kan gak ngerti bahasa begituan, intinya ya itu" kata Mama.


"Mama lucu deh" kata Ervi.


"Ya udah lebih baik sekarang kamu istirahat siang ini, kita juga mau pada istirahat" kata Mami.


"Iya Mi" kata Fariel.


"Jangan kerja, tapi tidur" kata Mami.


"Iya Mi, kalau gitu aku duluan permisi Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" jawab serentak.


Akupun langsung menuju kamar buat tidur siang.

__ADS_1


__ADS_2