
Sampai dirumah Ervi yang hanya ada kami berdua.
"Ayok masuk mas, gak ada orang lain, Mami kayanya belum pulang atau pulang kerumah yang sana" kata Ervi.
"Didepan ajalah, bahaya kalau didalam hanya berdua, banyak setannya" kata Fariel.
"Siang-saing mana ada setan, rumahku gak angker juga kali mas" kata Ervi.
"Ayok ah masuk, katanya mau diobatin lukanya."
"Disini aja didepan, sekarang ambilin obatnya, dan kamu beres-beres biar langsung dibawa pulang" kata Fariel.
"Oke bentar biar ku ambilkan obatnya, mas duduk aja dulu disitu" kata Ervi.
"Iya, buruan sana" kata Fariel.
Ervi langsung masuk buat ambil obat, dan keluar dengan membawa obat dan baju.
"Buka bajunya mas" kata Ervi.
"Mau adek apain nih, mas nih, suruh buka baju segala" kata Fariel.
"Fanti bajunya, sama diobatin, punggungnya kotor gitu, kayaknya juga lecet tuh, mas kan hanya pake kemeja aja, cepetan buka bajunya" kata Ervi.
"Gak mau ah, dosa" kata Fariel.
"Kalau jadi Ustad tu jangan setengah-setengah, aurat laki itu dari pusar perut sampai lutut, jadi aman mas kalau buka bajunya" kata Ervi.
"Cepetanas biar diobatin lukanya."
"Aku sendiri ajalah" kata Fariel.
"Nanti bisa bahaya, bisa-bisa nanti pas buka baju kamu reflek terus ninju mas malah."
"Astaga, masih ingat hal itu aja sama adek, itu kan beda mas, kalau sekarang enggak, jadi cepetan buka" kata Ervi.
"Janji ya jangan nonjok mas ya" kata Fariel.
"Iya janji, buruan" kata Ervi.
Akupun langsung membuka bajunya.
"Ayo cepetan dong, jangan diliatin kaya gitu, malah bengong" kata Fariel.
"Hah iya" kata Ervi.
Yang langsung memolesi obat pada luka dipunggungku.
"Auuu pelan-pelan dong, sakit tau" kata Fariel.
"Ini juga pelan mas, diem aja napa, bentar lagi selesai nih yang di punggung nya" kata Ervi.
"Dah sekarang tinggal yang dilengannya sama siku mas."
__ADS_1
"Ini mas sendiri aja, kamu masuk kemasi barangnya aja" kata Fariel.
"Gak, itu bisa nanti aja, ini kan juga salah Ervi yang buat mas jadi kayak gini, jadi Ervi harus tanggung jawab, sekarang mas diem aja dan nurut sama adek" kata Ervi.
"Ya udah buruan, jangan mandangin kemana-mana, jaga matanya" kata Fariel.
"Iya iya, tau yang punya badan kaya rambo, tapi cengeng, masa baru dioles aja langsung bilang sakit" kata Ervi.
"Mau badannya kaya hulk pun tetap merasakan sakit dan perih" kata Fariel.
"Auu, pelan-pelan napa."
"Makanya jangan ngoceh mulu kaya beo belum sarapan" kata Ervi.
"Diem, biar cepet selesai dan pindah ke tangan satunya lagi."
"Ya udah buruan" kata Fariel.
"Tangannya satu lagi sini" kata Ervi.
Akupun langsung memberikan tangan kirinya buat diolesi obat luka.
"Sekarang tinggal itu dibagian kening mas" lalu memolesakan obat dan memberikan plaster luka.
"Dah selesai, sekarang pakai bajunya nih buat mas" kata Ervi, yang menyerahkan baju padaku.
"Baju siapa ini, kok baju nya kaya buat cowok" kata Fariel.
"Baju Ervi lah, emang cuma cowok yang pake baju kau itu, cewek juga banyak kali mas yang pake" kata Ervi.
"Iyalah, karena mas hanya sibuk sama kerjaan dan dia yang kini sudah pergi" kata Ervi.
"Makanya lihat buka sosial media biar tau kalau banyak cewek dan cowok yang juga pake."
"Gak ah, gak penting mainan sosial media, mendingan fokus dengan kerjaan" kata Fariel.
"Ya dah aku masuk buat ambil beberapa barang, gak banyak kok" kata Ervi, lalu menabok lenganku.
"Au, sakit tau, malah ditabok" kata Fariel.
"Masa tangannya sebesar kaki aku masih juga rasakan sakit" kata Ervi.
"Becandamu jelek" kata Fariel.
"Hahahaha, gak lucu ya, abis aku bukan pelawak sih" kata Ervi.
"Dah ya Ervi masuk dulu, apa mau dibuatin minum dulu."
"Gak usah, langsung berkemas dan segera pulang" kata Fariel.
"Okelah, bajunya dipake, jangan cuman diliatin aja, maaf kalau kekecilan, abis mas kayanya badannya makin besar aja sekarang" kata Ervi.
"Iya lah, kan mas makan jadi daging walau hanya makan sedikit, dan mas juga rajin olahraga gak kaya kamu rajin nya cuman cemberut" kata Fariel.
__ADS_1
"Iya iya yang punya badan oke, gak kaya aku yang kurus tapi banyak makan" kata Ervi, sambil berjalan masuk kedalam buat mengemasi barang yang akan dibawa.
"Dah mas, yuk langsung aja pulang" kata Ervi, sambil membawa koper kecil.
"Kok cuman bawa barang segitu" kata Fariel.
"Iya mas, yang lain biar disini aja, jadi kalau mau tidur disini gak perlu bawa ganti lagi dari rumah" kata Ervi.
"Ohh ya dah sini biar mas yang bawa kopernya" kata Fariel.
"Fak usah, mas jalan aja, ini adek bisa sendiri, gak berat aja kok" kata Ervi.
"Dah sana jalan duluan."
Akupun langsung berjalan duluan.
"Jangan senyum-senyum, mas tau ya" kata Fariel.
"Abis mas lucu kalau pake baju kekecilan kaya gitu, tapi makin keliatan cool habis sih" kata Ervi.
"Kalau bisa bajunya dipake turus mas" sambil tersenyum.
"Gak ah, nyesek didada, entar dikira malah pamer badan bagus sama orang-orang, kan bahaya kalau ada cewek yang tiba-tiba noel" kata Fariel.
"Kalau berani aku hajar orang itu, dan kalau mas juga berani bakal adek banting terus plintir tangannya" kata Ervi.
"Idihhh jahat amat sama mas" kata Fariel.
"Biar mas gak macem-macem, karena mas sudah janji hanya untuk ku seorang" kata Ervi.
"Tapi kalau yang noel cowok tulang lunak mah boleh."
"Idihh, aku nya ogah, jijik, lihat aja dah jijijk apalagi sampai nyentuh, langsung mandi pake bunga tujuh rupa" kata Fariel.
"Ah masa, ya dah kalau gitu sekarang kita mampir buat potong tuh rambut mas yang dah gondrong" kata Ervi.
"Ta udah ayok, tapi jangan yang ada tulang lunak nya ya, awas aja, mas bakal batalin semuanya dan mas tarik janji mas yang sempat mas ucapkan tadi" kata Fariel.
"Iya iya, ya udah ayok masuk, biar aku yang nyetir, mas tinggal duduk santai kaya dipantai sambil memandangi wajahku yang manis ini" kata Ervi, dengan gaya dan tingkahnya yang dibuat manis dan anggun.
"Uweeekkk" kata Fariel.
"Pait kaya pare, uwekkk" dengan gaya mau muntah.
"Ah mas mah gitu, manis gini dibilang pahit kaya pare, jadi yang manis yang kekmana" kata Ervi.
"Yang biasa aja, gak usah dibuat-buat, natural aja senyumnya" kata Fariel.
"Dah yok ah, katanya mau mampir ke tempat potong rambut."
"Yaudah ayok masuk" kata Ervi.
__ADS_1
Kami pun masuk kedalam mobil, Ervi yang menyetir lagi dan aku hanya duduk-duduk santai disebelah nya.