
"Jadi apa sekarang kita ini telah hemmm" kata Ervi, dengan malu tapi masih ada airmata yang menetes, dan bersender dipundakku.
"Iya, apa yang adek pikirkan itu bener" kata Fariel.
"Asal kau bahagia, mas akan melakukan nya."
"Hapuslah air mata itu, jangan nangis lagi, mas gak akan sanggup melihat air mata mu terjatuh lagi."
"Airmatamu hanya boleh menetes saat bahagia."
"Makasih mas sudah mau menerima adek, walaupun mungkin masih ada yang lain dihati mas saat ini, tapi adek akan berusaha menghapus nama itu yang ada dihatimu mas" kata Ervi.
"Biarkan ini berjalan dengan berjalannya waktu yang akan menyatukan kita."
"Adek akan selalu ada disisi mas."
"Adek akan selalu ada disaat mas butuh adek, dari segala hal, saat sakit, susah, sedih dan terluka."
"Karena adek sangat sayang sama mas, adek cinta sama mas."
"Adek gak akan sanggup bila berpisah dari mas, karena mas adalah separuh jiwaku, nafas hidupku, jadi jangan tinggal kan adek."
"Mas akan berusaha semampu mas melakukan semuanya untuk adek" kata Fariel.
"Tapi mas ada satu permintaan untuk adek."
"Permintaan mas gak aneh-aneh ataupun sulit."
"Apaan" kata Ervi.
"Mas hanya minta satu hal" kata Fariel.
"Apa mas boleh datang diacara nya nanti, mas ingin melupakan dan melepas kan semua nya, dan mas ingin bertemu untuk yang terakhir kalinya."
"Apa boleh."
"Voleh, asal adek juga ikut" kata Ervi.
"Tapi mas hanya ingin datang sendiri, karena mas takut akan terjadi sesuatu pada mas" kata Fariel.
"Jujur mas masih mengharapkan nya untuk bersama mas."
"Kalau mas pergi sendiri maka adek akan melarangnya, karena mas pergi hanya boleh dengan ku, dan harus ada persetujuan dariku" kata Ervi.
"Tapi" kata Fariel.
"Gak ada tapi-tapian, maaf jika adek mengatur-ngatur mas, tapi adek gak mau itu terjadi lagi, dan mas bersama dengan nya lagi" kata Ervi.
"Baiklah, kalau itu maumu, adek boleh ikut, tapi mas datang sendiri dulu, dan adek menyusul mas disana, kalau adek memang menginginkan mas untuk adek selamanya" kata Fariel.
"Vaik, adek akan menyusul mas, adek akan berangkat dengan Papi dan Mami, yang mungkin mereka juga akan hadir disana" kata Ervi.
"Emang acara nya kapan akan dilaksanakan."
"Minggu besok, dan mas mendapatkan undangan itu, mas diminta hadir disana" kata Fariel.
"Dan gak hanya itu, mas juga akan melakukan sesuatu dengan orang tuanya, yang telah berjanji ingin mengembalikan uang dan sebagai jaminannya adalah rumah yang akan mereka jadikan pesta."
"Baik, adek juga akan ikut jika nanti mas membutuhkan adek buat membantu mas disana" kata Ervi.
"Hangan larang adek jika adek ingin selalu bersama mas dimana pun mas berada."
"Dan jangan larang adek jika adek membantu mas disana nanti, karena mas itu sudah menjadi milikku sekarang dan selamanya."
"Silahkan lakukan apa yang ingin kau lakukan" kata Fariel.
__ADS_1
"Tapi mas dirumah ini hanya sementara, dan mas akan pergi dari rumah ini nanti, jadi mungkin mas disini hanya tinggal beberapa hari saja."
"Loh kenapa mas, apa mas mau meninggalkan aku juga" kata Fariel.
"Bukan itu, mas gak mau jika nanti banyak orang-orang yang mengatakan bermacam-macam, tuduhan yang tidak-tidak, ajika mas masih satu rumah dengan kalian, karena itu takan baik" kata Fariel.
"Dan mungkin dengan cara mas pergi dari sini, mas bisa menjadi cinta dan rindu denganmu, karena terbiasa ada adek disisi mas."
"Jadi jangan larang mas keluar dari rumah ini."
"Tapi mas bakan tinggal dimana, adek bakal gak sanggup jika mas meninggalkan rumah ini, bagiku mas adalah tempat yang membuatku nyaman, dan jika tempat yang nyaman itu pergi, maka adek akan merasakan kehilangan" kata Ervi.
"Adek pasti akan sangat rindu mas, kangen sama mas, karena mas selalu ada disini namun malah pergi dari sini, adek takut gak sanggup jauh dari mas."
"Jika memang adek menginginkan mas, maka lepaskan mas untuk pergi dari rumah ini, mas akan berusaha menjadi apa yang kamu mau selama ini" kata Fariel.
"Jika adek kangen mas, adek bisa menghubungi mas, kapanpun itu."
"Asal jangan datang kerumah mas, karena gak baik cewek datang kerumah cowok."
"Jadi nanti mas saja yang datang kemari jika adek ingin bertemu dengan mas."
"Baiklah kalau itu kemauan mas, tapi mas harus sering-sering datang kemari dan jalan bareng dengan adek" kata Fariel.
"Adek kan mau jalan-jalan naik motor berboncengan sambil memeluk dari belakang, kaya orang-orang yang sedang pacaran naik motor, biar keliatan mesra."
"Iya, tapi nanti kalau mas ada waktu, karena mas ingin selalu berkerja biar cepet melupakannya dengan cara menyibukkan diri dengan pekerjaan" kata Fariel.
"Tapi mas jangan terlalu lelah dalam bekerja, mas gak boleh kerja terus, mas harus ada waktu buat adek juga, jangan waktu mas buat kerja, karena adek gak akan meminta uang yang banyak dari mas, adek hanya minta mas selalu ada buat adek, apapun keadaanya" kata Ervi.
"Karena bagiku harta gak perlu, yang ku perlu hanya kasih sayang dan cinta mas buat adek."
"Iya, mas akan memberikan sedikit waktu buat adek, tapi mas juga harus bekerja, karena mas ingin membahagiakan orang tua mas juga, karena merekalah mas ada disini dibumi dan menjadi seperti ini" kata Fariel.
"Itu gak akan terjadi sampai pada waktunya" kata Fariel.
"Sekarang adek tahan keinginan untuk memeluk mas, karena itu tak diperbolehkan."
"Cukup nyender, ini juga hanya sementara ini aja."
"Sebentar saja mas, plis" kata Ervi.
"Kalau minta peluk berarti permintaan yang lain batal" kata Fariel.
"Jadi gimana, mau dipeluk terus batal, apa gak dipeluk tapi lanjut."
"Lanjut aja deh mas" kata Ervi.
"Tapi kalau nanti adek gak sanggup ingin memeluk mas gimana, jika adek kangen dengan mas."
"Sedangkan tadi mas meluk adek."
"Tetap gak boleh" kata Fariel.
"Kalau tadi beda cerita."
"Adek hanya boleh menatap mas saja, gak boleh menyentuh mas."
"Jadi dah cukup juga nyendernya."
"Sedikit pun" kata Ervi.
"Iya sedikit pun" kata Fariel.
"Sekarang kamu masuk kedalam, buatkan mas makanan, tapi adek harus belanja sendiri kepasar, gak boleh dibantu sama yang lain apalagi sama Bibi."
__ADS_1
"Mas ingin mengetes seberapa keinginan adek ingin memiliki mas seutuhnya."
"Tapi mas, adek kan gak pernah kepasar sendiri dan belanja" kata Ervi.
"Terserah, yang jelas mas ingin adek belajar dari sekarang" kata Fariel.
"Kalau adek ingin dan mau dengan mas, berarti adek juga harus siap dengan yang ini, karena nanti adek bakal kepasar setiap hari."
"Iya deh iya, buat mas, akan adek lakukan, asal mas hanya untuk adek" kata Ervi.
"Gak boleh dibantu sama siapapun, hanya boleh belanja sendiri" kata Fariel.
"Mas mau makan pecel lele malam ini, jadi harus ada nanti malam, dan itu adek yang buat bukan yang lain."
"Inget, gak boleh ada yang bantu."
"Iya iya, akan adek lakukan semua kemauan mas" kata Ervi.
"Kalau gitu mana uangnya buat belanja."
"akan katanya belajar, berarti juga harus minta sama mas buat belanja."
"Minta sama Mami atau Papi, masa sama mas, mas gak punya uang, rang tadi aja minta dibayarin Mami untuk beli keripik" kata Fariel.
"Kan mas selama ini gak kerja, jadi mas gak punya uang."
"ATM mas mana, pasti ada isinya" kata Ervi.
"Ya ada isinya, tapi ini untuk mas belikan sesuatu" kata Fariel.
"Pake uangmu aja dulu, nanti mas ganti kalau dah gajian, sekarang lagi boke."
"Uang adek kan lebih banyak dari mas, kan tiap minggu di transfer sama Papi ataupun Mami, bahkan sepuluh kali lipat dari gaji mas bekerja selama sebulan."
"Gehehe, itukan beda" kata Ervi.
"Dah bisa ketawa rupanya sekarang ya, dah bahagia kayaknya sekarang, gak nangis dan cemberut lagi kaya tadi, sampe maksa mas lagi" kat Fariel.
"Biarin, biar mas mau sama adek" kata Ervi.
"Dah sana pergi kepasar, belanja" kata Fariel.
"Kalau gitu sama mas, kan adek yang bayar juga, jadi belanjanya harus sama mas juga lah, kan impas" kata Ervi.
"Gak mau, mas mau lanjut tidur, ngantuk" kata Fariel.
"Sana pergi, mas transfer ke ATM adek nih lewat hp."
"Transfer dulu baru pergi" kata Ervi.
"Iya, nih mas transfer lima ratus, ini lebih dari cukup ya, jangan minta lagi, harusnya ini bisa buat beli selama seminggu" kata Fariel.
"Hah seminggu, ini aja paling nanti sisanya tinggal sepuluh ribu, kalau gak habis" kata Ervi.
"Iya dah sana, mas mau lanjut tidur" kata Fariel.
"Awas minggir."
"Uhh ngusir" kata Ervi.
"Biarin" kata Fariel.
"Dada mamasku sayang Assalamu'alaikum" kata Ervi.
"Iya daaaa, Waalaikumsalam" kata Fariel.
__ADS_1