Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Menangisi seseorang


__ADS_3

Tapi ada yang sedang menangis diruang tamu dengan TV yang menyala, tapi menangisnya itu karena menatap layar HP nya melihat status seseorang yang sudah menjadi pengisi hatinya beberapa hari lalu dan selalu menyebut namanya didalam doa dan tidurnya. Dan dimalam ini melihat senyum itu bersama seorang perempuan sedang berduaan sambil suap-suapan dan memeluk perempuan dari belakang hingga membuat hatinya sedikit sakit dan sesak hingga perlahan airmatanya jatuh menetes tanpa sadar.


Hingga Bibi yang dirumah melihatnya pun ikut meneteskan air mata melihatnya bersedih seperti itu, karena tak seperti biasanya yang selalu ceria ketika dirumah.


Dan Papi Mami yang baru masuk rumah anaknya karena anaknya pengen mandiri, tapi Papi Maminya membolehkan dengan syarat harus ada Bibi juga dirumah untuk menemanimu yang sewaktu-waktu kamu sakit dan gak ada yang tau kalau anaknya tinggal sendirian dirumah ini sedang sakit. Ketika Papi Mami masuk dan langsung melihat kearah anaknya yang sedang terbengong dan dengan meneteskan air mata nya dengan memandangi story seseorang dilayar HP nya.


Papi dan Mami duduk disebelahnya, tapi masih bengong karena dikiranya Bibi yang sedang disampingnya yang sedang mengusap-ngusap punggungnya.


Bibi yang melihat Tuan dan Nyonya nya datang langsung kedapur membuat minum untuk mereka, dan tentunya buatkan minum untuknya juga.


Papi dan Mami yang melihat anaknya seperti itu ikut bersedih karena baru pertama melihat anaknya menangisi seseorang yang gak tau itu siapa yang ia tangisi, karena ada dua orang yang ada di layar HP nya.


"Saya seperti sering lihat ini pemuda" ucapnya dalam hati kata Papi.


"Saya kaya pernah lihat pemuda ini, tapi dimana ya" ucapnya dalam hati kata Mami.

__ADS_1


Karena memang sering lihat tentunya ketika menolongnya beberapa kali untuk membawakan motornya sampai tempat yang nyaman untuk dikendarai. Karena memang sering lewat jalan itu ketika pulang dari desa sebelah bersama Ibu-ibu yang lain juga.


Dan Papinya lalu berdiri dari duduknya lalu mengambil telepon nya disaku celananya dan menelpon seseorang dan berjalan kearah luar.


"Siapa nama pemuda yang kerja sama kamu yang sering membantu orang untuk membawa motornya orang yang melintas" kata Papi.


Papipun menganggukan kepalanya.


"Kalau begitu besok bawa dia kerumah ini, dan kamu juga" kata Papi.


"Bawa pakaiannya juga, karena akan tinggal disini sampai renovnya selesai" kata Papi.


Dan panggilannya pun terputus, lalu kembali lagi ke dalam rumah dan duduk lagi disebelah Anak dan Maminya


"Ini minumnya Pak, Bu, permisi" kata Bibi, yang meletakkan tiga gelas teh hangat.

__ADS_1


Itu panggilannya sesuai seperti keinginan Papi dan Mami yang gak mau diapanggi Tuan dan Nyonya.


"Makasih Bi" kata Mami.


Mami yang melihat Bibi juga habis menangis dan akan coba bertanya nantinya tentang apa yang membuat anaknya ini menangis setelah anaknya sedikit tenang.


"Udah dong sedihnya, Mami sama Papi ikut sedih lihat kamu seperti ini, coba cerita sama Papi dan Mami" kata Mami, yang coba menanyakan kenapa menangis walau tanpa suara hanya meneteskan air matanya saja.


"Minum dulu ya, biar agak tenang" kata Mami, yang mencoba menyodorkan gelas berisi teh hangat kearahnya untuk diminum walau hanya sedikit.


"Ya udah kalau gak mau cerita, Mami sama Papi pasti ngerti kok, yuk masuk kekamar untuk tidur, ini dah larut malam loh, nanti Mami temanin tidurnya" kata Mami, yang coba membujuknya untuk tidur karena sudah larut malam.


Dan Mami pun menggandeng sampai dalam kamarnya lalu merebahkan tubuhnya dan menyelimuti nya dan Mami juga ikut berbaring disebelahnya sambil mengusap-ngusap tangan dan rambutnya.


Dan setelah beberapa menit atau mungkin sejam lebih akhirnya tertidur. Dan ketika dia tidur Mami coba bangun untuk keluar kamar menemui Suaminya di kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2