
Setelah mandi dan langsung ganti baju dalam kamar mandi tak lupa aku Shalat dulu sebelum pergi untuk jalan-jalan seperti yang sudah ku janjikan padanya.
Kupakai jaket dan tak lupa sedikit menyemprotkan minyak wangi dibagian bajuku agar sedikit harum.
Sebelum aku keluar dari kamar ku lihat dengan senyum bahagia saat ada wanita yang tidur dengan memeluk anaknya.
"Aku bahagia melihat kalian bisa terus tersenyum" kata Fariel.
"Teruslah tersenyum."
"Tidurlah yang nyenyak, karena aku yakin kamu pasti lelah mengurus sendirian."
"Assalamu'alaikum" lalu langkah ku keluar dan menutup pintu dengan perlahan agar tak mengganggu yang sedang terlelap dalam tidur nya.
Ku menuruni tangga dengan perasaan bahagia karena akan dapat makanan gratis selama sebulan dan akan sering melihat adek sendiri atau Ervi setiap hari pergi dan pulang kuliah naik ojek. Ini pasti bakalan jadi topik trending diantara teman-teman nya di tempat kuliahnya nanti, karena Putri dari orang terpandang naik ojek setiap hari, yang biasanya berangkat pake motor atau diantar jemput pake supir sekarang malah naik ojek.
"Duh anak Mami kayaknya bahagia bener nih yang mau jalan-jalan sama anak gadis nih" kata Mami.
"Bukan itu Mi, tapi aku lagi bayangkan gimana nanti adek berangkat dan pulang kuliah naik ojek, pasti mukanya bakal sering cemberut dan apalagi setiap pagi dan sore harus nyuci piring dan masak" kata Fariel.
"Oh itu" kata Mami.
"Moga aja dengan cara ini adek mau berubah gak manja lagi."
"Mami seneng bisa bantuin kamu tadi, tapi jangan lupa sama Mami sebagai imbalannya kamu harus bantuin Mami juga dibutik."
"Beres deh Mi" kata Fariel.
__ADS_1
"Yang penting ada fulusnya."
"Ih anak Mami sekarang mata duitan nih" kata Mami.
"Tenang aja, pasti Mami kasih buat kamu, masa sama calon mantu sendiri pelit, itu bukan sifat Mami."
"Kan makan belinya pake duit Mi, untuk beli minyak goreng, beras, bayar listrik dan air dan uang lainnya" kata Fariel.
"Apalagi kan harus nabung buat nanti dihari tua."
"Dan untuk orang tua juga."
"Iya, Mami juga ngerti kok" kata Mami.
"Mami malah akan mendukung semua yang kamu mau."
"Ingat jangan macam-macam."
"Pulangnya kerumah ini jangan kerumah mu itu."
"Kamu kan besok pulang ke desa, jadi malam ini kamu tidur disini lagi."
"Iya Mi, beres" kata Fariel.
"Ingat pulang nya jangan malam-malam, harus pulang cepet jangan mampir-mampir kemana-mana lagi" kata Mami.
"Iya Mi, tapi kan tau sendiri adek gimana Mi" kata Fariel.
__ADS_1
"Paksa aja buat pulang tepat waktu, kalau gak mau kamu ceramahin lagi aja, pasti luluh kalau sama kamu" kata Mami.
"Kan adek hanya mau nurut kalau kamu yang memintanya."
"Iya nanti kuusahakan Mi" kata Fariel.
"Ya dah kalau gitu aku keluar ya Mi buat jalan-jalan."
"Oh ya, Papi kemana Mi."
"Iya, sana nanti kelamaan keburu ratunya marah-marah karena nungguin pangerannya lama datang" kata Mami.
"Papi lagi ada didalam lagi entah ngapain, Mami gak tau tuh papi akhir-akhir ini kayaknya sibuk didalam."
"Ah Mami mah ada-ada aja" kata Fariel.
"Tapi gak papa kan Papi, gak lagi sakit kan."
"Gak kok, Papi mu kan sehat, rutin ke Dokter dan minum jamu biar gak gampang sakit, InsyaAllah Papi baik-baik saja" kata Mami.
"Bagus deh kalah sehat dan baik-baik aja" kata Fariel.
"Ya dah Mi kalau gitu aku keluar ya Mi, Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam, hati-hati jangan ngebut-ngebut" kata Mami.
"Iya Mi" kata Fariel.
__ADS_1
Dan aku langsung keluar dari dalam rumah, dan ada Ervi dengan muka cemberut sambil duduk dan memainkan kakinya.