Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Gak ada tantangan


__ADS_3

"Oke, besok Uda nikah" kata Fariel.


"Sama siapa" kata Fida.


"Hemmmmm sama siapa ya" kata Fariel.


"Kalau Ayesha sudah besar dan dewasa."


"Idihhh" kata Fida.


"Dah jenggotan dan rambutnya juga putih."


"Gak akan kukasih lah, masa sama anakku mending sama mamanya yang dah jelas singgle."


"Kalau sama mamanya mah gak seru kayaknya" kata Fariel.


"Maksudnya gimana" kata Fida.


"Enggak gimana-gimana, biasa aja" kata Fariel.


"Kayaknya gak ada tantangan, kan aku nyari yang ada tantangannya."


"Aku ingin yang mencintaiku tidak berlebihan cintanya ke aku tuh biasa-biasa saja."


"Jadi aku lah yang mencintainya itu lebih dari biasa-biasa saja, jadi disitulah aku yang berkorban demi cinta bukan dia yang berkorban demi aku."


"Kalau dia selingkuh aku masa bodo, karena cinta nya aku biasa saja tapi cinta dia terlalu besar untuk ku."


"Ohh gitu" kata Fida.


"Iya" kata Fariel.


"Makanya aku ingin cintaku yang lebih besar dan cinta dia biasa saja."


"Jadi ada rasa takut untuk kehilangannya, kalau cinta dia dah berlebihan, aku gak ada lagi rasa takut tuk kehilangan, apa lagi bakal bermain dibelakang ku."


"Aku hanya ingin cinta yang nyata dan cinta yang saling menjaga tapi takut untuk ditinggalkan."


"Ohhh gitu, berarti kalau gitu nyai harus berusaha biar Uda bisa takut kehilangan nyai, ya gak Aya anak mama yang cantik" kata Fida.


"Idihhh, masa sama Uda sih" kata Fariel.

__ADS_1


"Sama yang lain lah, kan masih banyak tuh anak temen Papi atau Mami yang mungkin masih ada yang mau sama nyai, jangan Uda, Uda sudah ada yang menginginkannya."


"Uda gak mau ingkar janji, Uda dah cape buat dosa, mau belajar menepati janji, walau sulit."


"Iya deh iya, nyai paham" kata Fida.


"Kok lama bener ya makanannya datang, dah kencotan begini" kata Fariel.


"Ya makan lagi rotinya"kata Fida.


"Apa mau disuapin sama nyai."


"Gak ah" kata Fariel.


"Makan roti kurang kenyang."


"Aku nunggu pakaian ganti ku."


"Masa iya pake baju semalam yang dah kupake buat tidur, mana bau lagi."


"Kalau gak mau ya udah, biar nyai makan sendiri kalau gitu" kata Fida.


"Aku mah mau ngeledekin ponakan dulu biar bangun."


"Ih jangan, nanti kalau nangis mau tanggung jawab" kata Fida.


"Emang harus nangis, kan enggak" kata Fariel.


"Cukup buka mata aja sebentar, kan biar tau muka ganteng yang lagi gendong."


"Sok kegantengan" kata Fida.


"Emang ganteng, kalau gak ganteng gak mungkin ada yang ngajakin apa yaaaaa, hmmmm" kata Fariel.


"Iya deh iya, yang ganteng, nyai paham" kata Fida.


"Tapi biasa aja lagi, gak usah lebay gitu."


"Kapan ponakan ku boleh pulang kerumah" kata Fariel.


"Belum tau, mungkin sore ini atau besok siang" kata Fida.

__ADS_1


"Uda belom ngasih kado buat Aya."


"Jangan lupa kadonya nanti kalau dah dirumah."


"Beres mah, tinggal pesan aja, kan gampang" kata Fariel.


"Kalau sekarang kan dah tau kalau ponakan ku cewek jadi ngasih hadiahnya gampang."


"Nyai gak usah beli apapun selain kebutuhan sehari-hari, kalau yang lain nanti Uda yang belikan."


"Mau apa, sepeda, kereta dorong bayi, tempat tidur, selimut kecil dan bak mandi dan beberapa pakaian, udah Uda siapkan semuanya, bahkan warnanya pun udah Uda pikirkan."


"Warna apaan emangnya" kata Fida.


"Merah muda atau pink, kesukaan" kata Fariel.


"Itumah kesukaan Uda kalau pink" kata Fida.


"Uda kan suka banget pake baju pink."


"Mana ada kesukaan uda pink" kata Fariel.


"Uda sukanya warna merah dan putih."


"Kalau pink itu biar berbeda aja, masa kebanyakan orang pake baju sama mulu, makanya pink polos yang Uda sering pake, hehehehe."


"Sama aja" kata Fida.


"Lihat tuh ommu, suka aneh-aneh kalau pakai baju, kebanyakan pink, nanti kamu jangan kaya ommu ya, nanti dikira gak ganti baju karena bajunya semuanya sama warnanya."


"Kan jorok."


"Ya kan ada yang lain juga, gak semua nya satu warna, yang utama itu gak cocok aja" kata Fariel.


"Dah ah, sekarang Ayesha bobo lagi di tempat Aya bobo ya, om mau makan roti lagi sama buah."


"Nanti om ganteng gendong lagi, sekarang bobo dan mimpi yang indah."


"Ya dah taro sana, nyai juga masih makan" kata Fida.


Langsung kuletakkan di tempat tidurnya dengan pelan.

__ADS_1


__ADS_2