
"Ehhh stop. Berani melangkah satu langkah lagi langsung hari senin kita" kata Fariel
"Iya jangan, emang apa lagi sih" i, potongnya.
"Ini satu piring kan buat kamu, biar ada yang nemenin aku makan, makanya pesan dua rujaknya dan jusnya untuk kamu. Jadi sini duduk kita makan bareng" kata Fariel.
"Atau mau saya suapin juga" karena gak ada pergerakan.
"Eeehhh, enggak usah mas, saya bisa sendiri" i.
"Ini orang dari tadi maksa mulu, untung aja baik ganteng dan bosku, kalau bukan dah kupites nih orang" lanjutnya dalam hati dan langsung ikut duduk didepanku.
"Jangan ngomongin orang dalam hati, entar ku nikahin beneran senin depan. Cepetan di makan, jangan lupa berdoa ya TANIA SAYANG" kata Fariel, setelah tau namanya di id card yang tergantung dilehernya.
Sedangkan yang dipanggil sayang langsung pasang muka.
"Matanya biasa aja dong. Tau kalau aku emang tampan, jadi mandanginnya biasa aja, kalau mau bilang aja sebelum terlambat. Dan tenang gajimu juga gak jadi kupotong jadi makanlah dengan benar" kata Fariel. godaku karena melihat expresinya yang begitu gemas menurutku.
Akupun langsung ikut makan rujak setelah yang didepan tenang dengan makanannya, dan kami menikmati makanannya hingga habis.
"Jusnya dihabiskan dulu baru keluar kembali bekerja. Biar yang lain gak iri karena cuman kamu yang ku ajak makan dan minum" kata Fariel.
"Iya, makasih" kata Tania.
"Gak usah buru-buru minumnya santai aja. Kaya sama siapa juga. Kan beberapa hari lagi dah hari senin" kata Fariel, dengan senyum manis nya.
__ADS_1
Tania yang mendengar ucapan seperti itu langsung tersendak, karena sedang menikmati jusnya
"Uhuk uhuk uhuk".
Aku langsung mencoba membantu memberi tepukan atau pukulan kecil di belakang punggungnya dan juga menyerahkan minuman air putih.
"Ini minum dulu" ucapku sambil menyerahkan gelas berisi air putih.
"Jan sudah kubilang, minumnya pelan-pelan, kan bisa ngobrol dulu sebentar sambil memandangi wajah manisku" kata Fariel.
"Justru aku, aku tersendak karena mu Mas yang TERHORMAAT" kata Tania.
"Lah kok aku, aku cuman bilang beberapa hari lagi sudah hari senin. Lah emang salah, emang salah apa dengan hari senin" kata Fariel.
"Hari seninnya gak salah, tapi maksud dan tujuannya Mas dihari senin itu yang bikin aku tersendak, paham" kata Tania.
"Gak ada untuk urusan itu, cari aja yang lain" kata Tania.
"Cari apaan" kata Fariel.
"Cari calon istri supaya bisa nikah senin depan" kata Tania.
"Lah bukannya calonku yang lagi duduk bareng aku ini ya" kata Fariel.
Tania memukul meja lalu keluar dari ruangan ini.
Aku tertawa terbahak-bahak melihatnya begitu marah.
__ADS_1
"Siapa suruh tadi nyeramahin saya. Tapi maaf ini hanya untuk hiburanku saja" kata Fariel, ucapku dan lanjut ketawa lagi sampai memegangi perut karena kebanyakan ketawa.
Akhirnya selesai dengan minum kopinya, dan aku keluar dari ruangan ini karena sudah telat untuk Shalat Ashar karena sedari tadi asik ngerjain pegawainya.
"Apa kalian sudah pada Shalat, kalau yang belum gantian Shalatnya ya. Suruh yang lain Shalat juga" ucapku pada pegawai laki-laki dan perempuan yang sedang bekerja.
Aku langsung keluar menuju tempat Wudhu yang sudah tersedia untuk yang ingin melaksanakan Shalat. Karena disini hampir sekita 95 persen adalah orang muslim, jadi disediakan mushala kecil untuk Shalat untuk pegawai maupun untuk orang yang belanja kemari.
Setelah selesai dengan Wudhu terus Shalat Ashar nya, ada tiga karyawanku yang ikut Shalat.
"Mas kami ikut ya, tunggu bentar" c.
Akupun menyetujuinya dengan menganggukkan kepala.
Dan aku masuk kedalam terus duduk sebentar sambil menunggu mereka siap pakai mukena yang sudah disediakan.
"Sudah siap semuanya. Yuk kita mulai, barisnya yang benar" ucapku pada mereka.
Dan mereka langsung merapikan barisannya,
setelah mereka siap barulah ucapkan niatnya terus Takbir.
Dan akhirnya selesai juga dengan Shalat nya, tak lupa dengan membacakan Dzikir dan Doa walaupun diperpendek biar cepat, karena harus gantian dengan yang lain.
Setelah selesai, akupun langsung keluar dari Mushola untuk masuk kedalam, juga kekamar untuk mengambil barang tertinggal karena akan segera pulang, dan malamnya balik lagi kemari.
Begitu didalam kamar kulihat ada beberapa panggilan masuk, dan akupun menelpon balik.
__ADS_1