
Dipagi hari ketika mereka berkumpul dimeja makan ada Papi, Mami, Fida dan Ervi juga tentunya sambil sarapan pagi.
"Pi apa sudah ada kabar dari adek" kata Fida, yang membuka suaranya.
"Emang mas kemana kak" kata Ervi.
"Masmu pergi semalam yang katanya mau nemuin kamu lagi marah" kata Fida.
"Belum, nanti Papi cari tau kemereka semua, tadi malam juga sudah Papi tanyakan sama yang lain juga, bahkan Pak Udin, Ari dan Dani juga sudah mencoba menyebarkan fotonya kepada teman-teman nya yang mungkin melihatnya" kata Papi.
"Emang mas pergi kemana sih Pi" kata Ervi, dengan panik.
"Papi juga gak tau, yang jelas gak balik kerumah orangtuanya, terakhir hpnya mati juga bukan arah jalan pulang" kata Papi.
"Dan nanti akan Papi coba cari tau lewat teman Papi, sapa tau dia bisa membantu menemukannya, karena tadi malam dia bilang hanya sampai disitu jejaknya."
Ervi yang mendengar itu langsung sedih dan merasa bersalah karena tingkahnya yang semalam, dan langsung berdiri langsung menuju kamarnya untuk mengambil HP dan mencoba menghubunginya tapi jawabannya selalu sama yaitu operator, dan lalu kembali turun kemeja makan.
"Habis ngapain dek" kata Mami.
"Mencoba ngubungin mas, tapi gak aktif Mi" kata Ervi.
"Sekarang lebih baik kita makan dulu, nanti baru kita cari lagi, sapa tau habis makan ada kabar baik" kata Papi.
"Iya Papi kalian bener, kita makan dulu, nanti kita cari sama-sama" kata Mami.
"Aku gak selera makan" kata Fida, yang langsung pergi dan berjalan kekamarnya.
"Mami makan aja, nanti setelah makan baru Mami temui dan bawain makanan juga" kata Papi.
"Baik Pi" kata Mami.
"Nak Ervi harus makan, dan habis itu berangkat kuliah sendiri, bawa matic" kata Papi.
"Iya Pi" kata Ervi, ucapnya pelan.
Dan mereka bertiga pun makan bersama, setelah selesai makan mereka langsung meninggalkan meja makan masing-masing, Ervi pergi kekamarnya untuk mengambil tas dan berangkat kuliah, Mami membawakan makanan buat Fida di kamarnya, sedangkan Papi menemui mereka didepan untuk menanyakan pada mereka yang membantu mencari.
"Ayok nak makan dulu" kata Mami, yang meletakkan piring dimeja kamarnya.
"Gak nafsu makan" kata Fida, yang tiduran dengan memeluk boneka.
__ADS_1
"Kamu gak boleh gitu, kasian bayi yang ada dalam kandungan kamu" kata Mami.
"Mami juga sedih, tapi Mami gak boleh seperti ini dengan merugikan kesehatan dirisendir dan yang lain."
"Kamu makan ya, biar Mami suapin, atau mau Mami buatin sesuatu."
"Gak ada, aku cuma mau adek disini titik" kata Fida.
"Iya, tapi kan gak sekarang, lebih baik makan dulu, biar nanti kita cari adek kamu" kata Mami.
"Aku maunya sekarang" kata Fida.
"Ya udah Mami tinggal dulu, kamu harus makan, Mami mau kebawah nemuin Papi, nanti kalau Mami kemari lagi kamu harus sudah makan ya nak" kata Mami, dengan sedih.
Lalu Mami meninggalkan kamarnya menuju kamar sendiri.
Sambil duduk di bangku depan cermin.
"Kamu dimana nak" kata Mami.
"Kami semua mmembutuhkanmu."
"Kakakmu gak mau makan jika gak ada kamu disini."
"Jangan buat mereka sedih karena kamu tinggalkan, cukup Mami aja yang sedih."
"Nak coba cerita sama Mami jika ada masalah dengan kamu nak."
"Jangan buat kami khawatir dengn kepergianmu."
"Mami mohon" dengan meneteskan air mata nya.
"Mami kenapa" kata Papi, yang baru masuk kekamarnya.
"Gak papa Pi, hanya nak Fida gak mau makan jika nak Fariel gak ada disampingnya" kata Mami.
"Mami yang sabar aja dulu, pasti nanti ketemu kok" kata Papi, sambil mengelus punggung Mami.
"Gimana apa sudah ada kabar" kata Mami.
"Belum ada Mi, mungkin siang ini sudah ada, tadi juga Papi sudah bertanya pada yang lain juga, jawabannya masih sama" kata Papi.
__ADS_1
"Apa dia baik-baik saja ya Pi" kata Mami.
"Pasti dia baik-baik saja Mi" kata Papi.
"Aku takut kalau ada orang yang jahat dengannya" kata Mami.
"Mami berdoa saja semoga saja dia baik-baik saja dimanapun dia berada" kata Papi.
"Apa dia juga sudah makan" kata Mami.
"Mami gak boleh gitu, lebih baik Mami jangan mikirkan yang lain-lain, pikirkan hal positif tentang nya" kata Papi.
"Tapi Mami takut jika dia belum makan, dan gak punya uang untuk makan, karena selama ini gak pernah mau jika kita berikan uang padanya" kata Mami.
"Bahkan uang dari gajinya aja masih gak mau menerima nya, karena dia hanya beberapa kali masuk kerja."
"Bahkan ATM yang Mami berikan juga tergeletak dimeja kamarnya" dengan menangis.
"Mami tenang aja dulu, sekarang lebih baik kita cari dititik akhir dia meninggalkan jejak, siapa tau ada yang melihatnya kemana di pergi" kata Papi.
"Ayok Pi" kata Mami.
"Tapi kita ke kamar Fida dulu."
"Iya ayok" kata Papi, yang langsung menarik tangannya.
Wampai di kamar anaknya.
"Nak, kenapa belum dimakan makanannya" kata Mami.
"Gak lapar" kata Fida.
"Kamu gak lapar, tapi anak kamu dah lapar" kata Papi.
"Qyok nak makan dulu, biar kita bisa cari adek kamu" kata Mami.
Fida langsung bangun dan duduk.
"Ayok makan, biar Mami suapin, nanti kita cari adek" kata Mami.
"Mami gak bohong kan" kata Fida.
__ADS_1
"Gak dong, Papi juga mau nyari, jadi makan yang banyak" kata Papi.
Dan langsung Fida pun makan dengan sedikit dipaksa walau rasanya gak enak tapi harus tetap memakan makanannya.