
"Apa dia sudah bangun dan sadar" kata Papi.
"Sampai sekarang masih sama, belum ada perkembangan buat bangun atau apa, bahkan jari tangan nya juga gak ada pergerakan sama sekali" kata Bapak.
"Yang sabar dan berdoa, semoga lekas bangun dan sembuh" kata Papi.
"Iya, makasih atas perhatiannya pada anak saya" kata Bapak.
"Yang lain pada kemana, kok cuman Bapak sendirian, Ma Ahmad mana" kata Mami.
"Mereka membawa Ma Ahmad keluar, biar bisa tenang sedikit, karena sedari tadi waktu bangun masih menangis tak henti-henti" kata Bapak.
"Mami turut prihatin sama kalian" kata Mami.
"Semoga kalian bisa tabah, semoga Tuhan akan memberikan kebahagiaan pada kalian nanti dan mencabut ujian ini segera."
"Aminn" ucap Papi dan Bapak.
"Makasih atas doa nya" kata Bapak.
"Kalau gitu saya mau keluar menemui mereka, mungkin saja mereka ada didepan ditaman rumah sakit ini" kata Mami.
"Iya silahkan" kata Bapak.
"Makasih dah mau membantu mengurus keluargaku dan menghawatirkan nya."
"Iya sama-sama, Assalamu'alaikum" kata Mami, lalu keluar dari ruangan ini.
"Waalaikumsalam" ucap keduanya.
"Apa Pak Ahmad dah makan" kata Papi.
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah, barusan tadi sebelum mereka keluar" kata Bapak.
"Kalau Pi Ida sendiri gimana apa udah makan."
"Saya juga sudah tadi setelah bertemu para wartawan" kata Papi.
"Ihhh, apa mereka menanyakan tentang prihal hilangnya Tia" kata Bapak.
"Iya, mereka semua menanyakan tentang itu, tapi Pak Ahmad tenang aja, semua masalah sudah kami urus dan InsyaAllah gak akan ada lagi wartawan yang akan datang menanyakan perihal itu lagi pada kita" kata Papi.
"Makasih atas semuanya, waktu dan pengorbanan kalian pada kami, apa belum ada titik terang dimana dia berada" kata Bapak.
"Iya sama-sama" kata Papi.
"Kalau soal itu sampai sekarang belum ada kabar apapun, mereka masih mencari, bahkan juga sudah beberapa kali mencoba menelusuri beberapa tempat yang mungkin pernah dia datangi."
"Semoga saja segera ditemukan keberadaan nya dalam keadaan baik-baik saja dan sehat" kata Bapak.
"Aminn" kata Papi.
"Sudah, tapi kata mereka semuanya sudah stabil bahkan kalau nanti sudah sadar sudah boleh langsung dibawa pulang" kata Bapak.
"Tapi jika gak ada perkembangan, dan hanya tidur panjang seperti ini, dokter bilang juga bisa dibawa pulang asalkan harus ada yang selalu mengecek kondisinya" dengan rasa khawatir.
"Kita Do'akan saja, semoga cepet sadar dari tidurnya" kata Papi.
"Assalamu'alaikum" kata Ervi, yang masuk.
"Waalaikumsalam" jawab bersamaan.
"Apa masih sama Pak" kata Ervi.
__ADS_1
"Ya seperti itulah, belum ada tanda-tanda akan bangun dan sadar, hanya air matanya saja yang terkadang masih mau keluar" kata Bapak.
"Bapak yang sabar, pasti mas akan segera bangun" kata Ervi.
"Aminn" ucap keduanya.
"Yang lain mana nak" kata Papi.
"Mereka masih didepan buat nenangin Mama" kata Ervi.
"Apa masih menangis" kata Bapak, yang juga khawatir akan kondisi Mama yang sempet pingsan.
"Masih Pak, tapi sudah mulai reda kok, dah sedikit tenang" kata Ervi.
"Bapak yang sabar, pasti Mama baik-baik saja, kita harus membantu Mama supaya bisa tenang dan menerima ujian ini."
"Iya nak, makasih" kata Bapak.
"Kalau gitu Bapak sama Papi istirahat aja, Bapak belum ada tidur loh dari semalam, sekarang Bapak tidur siang biar gak ikutan jatuh sakit, ini biar Ervi yang jagain" kata Ervi.
"Makasih Ervi, kamu memang anak yang baik, gak salah kalau Nak Ahmad juga sayang sama kamu" kata Bapak.
"Iya Pak, sekarang Bapak istirahat aja, nanti kalau ada kabar baik pasti Ervi akan bangunin Bapak" kata Ervi.
"Iya, makasih ya Nak Ervi, Bapak istirahat ya, titip masmu" kata Bapak.
"Iya Pak" kata Ervi.
"Papi pun istirahat aja sana, Papi juga belum ada tidur, Papi juga harus jaga kesehatan."
"Iya anak Papi, Papi mau tidur juga sama Pak Ahmad" kata Papi.
__ADS_1
"Ya udah sana" kata Ervi.
Dan mereka pun langsung tidur siang, hanya menyusahkan Ervi yang menunggu atau menemaniku dengan memegangi jari-jariku.