Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Asi pertama


__ADS_3

Kami berdua terbangun dari tidurnya saat terdengar suara tangisan.


"Mi, anak kita nangis Mi" kata Ervi.


"Iya, kayaknya haus" kata Fariel.


"Bentar ya, biar kuangkat kemari, siapa tau mau minum Asi dari kamu."


"Iya Mi" kata Ervi.


Langsung bangun dan mengangkat Rama yang sedang menangis.


"Du du duh anak Ayah haus ya, mau mimi cucu, iya" kata Fariel, langsung kuangkat.


"Mau mimi cucu dari Mama, iya hemmm."


"Nih kasi Asi pertamamu untuknya."


"Rebahan aja, enggak usah bangun, nanti malah kamunya sakit."


"Iya Mi" kata Ervi.


"Bantuin bukain ini kancing baju."


Langsung kubantu buka kancing bajunya satu, yang penting terbuka asal bisa memberikan Asi.


Langsung kuletakkan Rama disampingnya buat dikasih Asi sama Ervi.


"Aku mau buat minum, apa mau dibuatkan sekalian" kata Fariel.


"Boleh, putih aja Mi" kata Ervi.


"Sama kupasin buah, laper."


"Iya, bentar ya, Sami buat minum dulu" kata Fariel.


"Nanti kukupaskan buah untukmu."


"Sekarang kasih Asi dulu, kasian belum dapat Asi dari Mamanya, masa mau dikasih susu kemasan."


"Iya Mi" kata Ervi.


"Ini aja kencang bener nyedotnya nih Mi, kayaknya habis nyangkul anak kita nih Mi, minumnya macam kehausan gini."


"Itu karena Mamanya enggak mau ngasih, makanya sekarang dihajar susunya sampai habis kalau bisa" kata Fariel.


"Sabar dong Anak Bunda, jangan kencang-kencang" kata Ervi.

__ADS_1


"Tenang aja, enggak bakal Bunda kasih buat Ayahmu, jadi minumnya biasa aja ya, anak Bunda."


"Sisain dong, masa Ayah enggak dikasih" kata Fariel.


"Teganya sama Ayah sendiri enggak dikasih bagian."


"Ayah kan mau ngerasain juga, gimana rasanya."


"Enakan yang mana, kopi apa yang itu."


"Ih, Sami mah ada aja" kata Ervi.


"Masa mau dibandingin sama kopi."


"Apa mau sekalian kopi Sami di campur sama punyaku."


"Biar farian rasa baru."


"Boleh, tapi nanti anak kita marah enggak ya kalau Ayahnya minta dikit" kata Fariel.


"Enggak marah, tapi nangis karena susunya diminta Ayahnya" kata Ervi.


"Cepetan kupasin buah, Sanis mau makan buah disuapin."


"Iya bentar, ini kasih yang panas dulu, biar hangat minumannya" kata Fariel.


"Iya Mi" kata Ervi.


"Itu manis enggak Mi" kata Ervi.


"yak enggak lah, kan enggak boleh yang manis dulu, apalagi manis gula, jadi cukup lihat muka Sami, pasti langsung manis" kata Fariel.


"Hemmm, iya manise pol" kata Ervi.


"Nih minum dulu" kata Fariel, yang memberikan sedotan buat minum hangatnya.


"Udah minumnya."


"Udah, sekarang mau buah" kata Ervi.


"Mau yang mana" kata Fariel.


"Bengkoang" kata Ervi.


"Oke" kata Fariel.


"Anak Ayah jangan gitu dong mimi cucunya, nanti Ayah enggak kebagian."

__ADS_1


"Bagi satu buat Ayah ya, dikit aja ya" sambil menoel pipi Ervi.


"Ih, kenapa pipiku sih Mi, kan pipi anak kita yang di toel" kata Ervi.


"Hehehe, maaf salah" kata Fariel.


"Abis imutan pipimu sih, jadi gemes."


"Rasanya tuh pengen nyubit, tau enggak."


"Ih, kok dicubit" kata Ervi.


"Buruan loh Mi, lapar."


"Iya, ini lagi dikupas" kata Fariel.


"Sami cuci dulu ya."


"Iya, jangan lama" kata Ervi.


"Enggak, paling sekitar sejam" kata Fariel.


"Ihhh" kata Ervi.


"Jangan gitu, tuh mulut biasa aja, jangan dimajuin gitu" kata Fariel.


"Nanti anak kita lihat langsung ketawa loh."


"Kok Bundaku gini amat ya."


"Biarin, kan yang bilang anakku sendiri, enggak papa" kata Ervi.


"Dah nih, Biar Sami suapin" kata Fariel.


"Aaaa" yang memberikan potongan pada mulut Ervi.


"Dikunyah sampai halus, sebenarnya kamu itu belum boleh makan sembarangan loh."


"Abis lapar, gimana dong" kata Ervi.


"Makan roti juga enggak boleh."


"Kalau buahan kan enggak papa, asal yang jangan manis-manis."


"Iya, dimakan dulu, dikunyah dulu" kata Fariel.


"Ngomongnya nanti lagi, nanti malah muncrat."

__ADS_1


Ervi hanya mengacungkan jempol.


Dan aku kembali menyuapinya, sesekali juga aku ikutan makan dan sambil menikmati kopiku dan menggoda Rama yang asik dengan jarinya dibagian.


__ADS_2