
Aku terbangun dipagi hari ketika mendengar suara Adzan Subuh. kumerentangkan tangan kedepan dan keatas, lalu melihat benda pipih atau HP yang masih menyala dengan posisi yang masih sama masih terhubung dengan vc seperti sebelum aku tertidur.
Kulihat dilayar HP ku yang melihatkan muka seorang wanita sedang tidur menghadap ke layar HP dan menampakan muka sedihnya yang mungkin baru saja tertidur karena lelah menangis.
"Assalamu'alaikum."
"Selamat pagi orang yang selalu dihati."
"Tapi harus keikhlaskan pergi."
"Walaupun masih sayang dan berharap masih bisa kkumiliki.
"Tapi semuanya telah terjadi."
"Kau dan aku hanya sebatas hubungan yang sampai disini."
"Tetaplah tersenyum sampai nanti di kemudian hari."
"Aku takan mungkin kembali bersama mu lagi."
"Kan kudoakan kau bisa tersenyum kembali."
"Jangan pikirkan aku lagi."
"Kudoakan segera kau membuka hati."
"Walaupun bukan denganku tapi dengannya yang sebentar lagi."
"Kau yang akan menjadi seorang istri."
"I love u mantan terindah yang tek sempat aku miliki sampai akhir hayatku ini"
"Maaf, bukannya aku gak mau berjuang."
"Bukannya aku gak mau bersamamu."
"Bukan maksud ku meninggalkan mu."
"Dan melupakan janji-janji kita yang dulu."
"Mungkin memang inilah jalan kita, takdir kita berpisah."
"Jangan kau ingat-ingat dan kau ungkit lagi hubungan kita yang pernah indah."
"Biarkan semuanya hilang dengan berjalannya waktu."
__ADS_1
"Selamat berpisah."
"Selamat menikah."
"Selamat menempuh hidup yang baru."
"Jadilah ibu dari anak-anak nya."
"Lakukan apa yang mesti dilakukan oleh para ibu rumah tangga."
"Jika memang takdir kita hanya sampai disini, dan kita takan bertemu lagi."
"Mungkin kita bisa bersama disurga, bukan disini dibumi ini."
"Tetaplah tersenyum, disini ada aku yang selalu tersenyum untuk mu."
"Maaf jika membuat luka hati."
"Menyayat hati."
"Karena mengharapkan hubungan kita akan bersemi kembali."
"Dengarkan aku bidadari yang belum sempat aku miliki dengan sepenuh hati dan kujadikan seorang istri."
"Bahagiamu adalah bahagiaku."
"Sedihmu adalah tangisku."
"Jangan kau buat hidup penuh derita hanya karna aku."
"Jalani hidup mu seperti yang telah Tuhan tuliskan dalam pundakmu."
"Aku pasti datang untuk melihat mu tersenyum dengan suamimu."
"Tidurlah yang nyenyak, hilangkan lelahmu."
"Jangan terus menangis."
"Selamat pagi selamat tidur."
"Mimpilah yang indah."
"I love u mantan terindah."
"Kenangan ini takan mungkin bisa kuhapus kan dalam ingatanku dan juga kamu."
__ADS_1
"Cami bakal rindu canis seperti kalau itu."
"Maafin cami gak bisa terus bersamamu."
"Biarkan hujan menghapus jejak ku."
"Dada canis."
"Cami mau Shalat Subuh."
"Lanjutkan tidurmu."
"I llove u, emmuachh."
"Assalamu'alaikum."
Langsung aku turun dari tempat tidur dan mencharger HP lalu masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk melakukan kewajibanku sebagai seorang muslim.
Didalam doaku setelah Shalat kuselalu meminta petunjuk pada yang kuasa berharap kebahagian nya dan kebahagianku dibukakan pintu secepatnya.
"YaAllah lindungilah keluarga ku."
"Berilah kesehatan dan kekuatan untuk keluarga ku, kedua orang tuaku."
"Dan semua keluarga ku."
"Limpahkanlah rezekinya."
"Ampunilah segala dosa-dosanya."
Tak lupa mendoakannya.
"Jika memang kami bukan berjodoh jauhkan lah kami, hilangkan lah memori tentangnya yang masih ada dipikiran dan dihati."
"Jika memang engkau menyatukan kami, satukanlah kami, buatlah kami bahagia."
"Tabahkan lah hati kami yang tak mampu menerima kenyataan ini."
"Engkaulah maha segalanya."
"Engkaulah yang mampu merubah segala-galanya."
"Lindungilah dia, berikan ketabahan hatinya."
"Rabbana atina fiddunya hasanah, Wa fil akhiroti hasanah waqina 'Adzabannar."
__ADS_1
Setelah selesai aku menaruh ssarung sajadah dan langsung keluar dari kamar dan menuju ruang olahraga.