Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Aya rewel


__ADS_3

"Nak bangun dah siang dah jam dua waktu nya Shalat Dhuhur" kata Mami, yang menggoyangkan tanganku.


"Bangun dah siang."


"Tidurnya dilanjutkan nanti aja, sekarang Shalat dulu."


Aku langsung membuka mataku dan melihat ada anak kecil diatas dadaku yang sedang asik dalam mimpi nya.


"Aya biar sama Mami aja" kata Mami.


"Kamu bangun terus Shalat dan makan siang."


Baru mau diangkatnya sia Aya malah bangun dengan mengangkat kepalanya walau masih sedikit.


"Eh cucu Mami bangun juga ya" kata Mami.


"Mami gangguin Aya yang lagi bobo."


"Yuk Aya sama Mami yuk, Aya juga harus minum susunya dan makan bubur lagi."


Yang langsung diangkat sama Mami kedalam gendongan mami.


"Duh cucu Mami makin berat aja sekarang ya."


"Aya sama Mami ya, biarkan Omnya Shalat dulu, nanti setelah Aya makan dan minum susu Aya boleh main lagi sama Om."


Aya malah memukul wajah Mami didalam gendongannya.


"Kok Mami dipukul sih, gak mau sama Mami nih, gak mau ikut Mami ho'o."


"Maunya sama Om aja iya."


"Nanti lagi ya, Om Shalat dulu ya" kata Fariel.


"Aya makan dan mimi susu dulu oke."


"Tepuk tangannya mana buat Aya."


Aya langsung tepuk tangan seperti aku yang tepuk tangan.


"Pinter, Om pergi dulu ya dada Aya."


"Aaaaaaaaa" Aya yang menangis sambil mengangkat tangannya kedepan kearahku.


"Om mau Shalat dulu, Aya sama Mami kekamar Mama Aya buat minum susu ya" kata Mami.

__ADS_1


"Anak cantik gak boleh rewel, gak boleh nangis nanti cantiknya hilang."


Aya malah memukul-mukul Mami.


"Loh loh loh kok malah Mami dipukul-pukul sih."


"Yuk Aya sama Mama yuk, Aya belum minum susu loh siang ini" kata Fida.


"Yuk sama Mama yuk kekamar yuk mimi cucu dan nanti ganti baju dan celana."


"Nih Aya kayaknya dah ngompol nih."


"Bajunya juga kotor nih banyak sisa pisang di baju Aya."


Aya memukul tangan Fida seolah tak mau sama Mamanya.


"Ih kok tangan Mama dipukul" kata Fida.


"Aya gak mau sama Mama nih sekarang nih."


"Mama gak di sayang lagi sama Aya, Mama ditinggalin nih."


"Anak cantik gak boleh gitu sama Mamanya" kata Mami.


"Nanti bisa main lagi sama Omnya kalau Aya dah minum susunya dan dah ganti bajunya."


"Sekarang Aya sama Mama ya."


Aya makin meronta dalam gendongan Fida karena gak mau digendong Mamanya.


"Duh duh duh" kata Fida.


"Iya iya kita kekamar Om yuk, main sama Om lagi yuk."


"Duh cucu Mami maunya sama Omnya mulu gak mau ditinggal sama Omnya sekarang nih" kata Mami.


"Iya ini mau ketempat Om" kata Fida.


"Sekarang diem dong, biar Mama gak jatoh jalannya kalau Aya kayak gini terus di gendongan Mama."


"Tuh kamar Om tuh, sekarang kekamar Om."


"Duh seneng bener sekarang cucu Mami ini, dah mau tepuk tangan lagi" kata Mami.


"Mau main sama Om ya."

__ADS_1


"Panggil Omnya."


"Tok tok tok, om Assalamu'alaikum Om, Aya mau masuk Om" kata Fida, dengan suara anak kecil.


"Om ini Aya Om, Aya mau masuk Om."


"Huh Omnya gak jawab huh" kata Mami.


"Pintu nya gak dibuka sama Om, huh."


"Iya kita masuk ya" kata Fida.


"Om Aya masuk nih Om."


"Tuh omnya lagi Shalat tuh."


"Nanti kalau Aya dah besar Aya juga harus Shalat kaya Om."


"Duh seneng nya cucu Mami ini ketemu Omnya, mau minta main sama Om ya" kata Mami.


"Iya nanti turunnya ya, sekarang Om suruh selesai dulu Shalat nya ya" kata Fida.


"Dah letakkan aja disampingnya daripada nangis dan ganggu" kata Mami.


Fida langsung meletakkan Aya tepat disampingku seperti yang Mami katakan.


Begitu diletakkan Aya langsung bertepuk tangan dan sesekali tertawa dengan tangannya dimasukkan kemulutnya.


"Duh ceria bener si Aya" kata Mami.


"Padahal hanya diletakkan begitu saja, Omnya bahkan hanya diem saja, tapi malah seperti sedang ngajak main si Aya."


"Tuh seneng banget tuh, ketawa sesekali tepuk tangan dan tangannya dimasukkan ke mulutnya."


"Kok Aya kaya berubah sama aku ya Mi, ke Mamanya sendiri" kata Fida.


"Gak kok, mungkin aja karena Aya tuh jarang ketemu sama Omnya, makanya sekali ketemu gak mau lepas" kata Mami.


"Mungkin juga karena pertama yang Aya dengar dan Aya lihat selain suster dan dokternya itu nak Fariel, kan yang Mengadzani nak Fariel."


"Tapi Mi" kata Fida.


"Udah gak papa" kata Mami.


"Biarkan saja Aya bersenang-senang sama Omnya yang mungkin dianggap bukan sebagai Omnya tapi mungkin dianggap nya sebagai Ayahnya atau Papanya Aya."

__ADS_1


"Nanti aja kasih ASI nya kalau Aya dah mau sama kamu lagi, sekarang kasih susu itu juga gak papa, atau kalau gak kamu bisa pompa ASI biar bisa dimasukan ke botol dan nanti bisa Aya minum saat tak bersamamu."


"Iya Mi" kata Fida.


__ADS_2