
"Aku ingin dipangku oleh kalian sambil dipijit kaki dan tanganku" kata Fariel.
"Apa boleh."
"Tentu boleh kok Mi" kata Ervi.
"Apapun boleh" kata Fida.
"Karena semua yang Sami minta harus kami penuhi."
"Makasih" kata Fariel.
"Ya dah sini kepalanya dipahaku" kata Ervi.
"Biar kakinya dipangkuanku" kata Fida.
"Apa Sami boleh sambil tidur sampai siang nanti" kata Fariel.
"Boleh" kata Fida.
"Tapi nanti harus janji ngantarin aku ya Mi" kata Ervi.
"Beres" kata Fariel.
"Mijitnya yang ikhlas jangan sambil cemberut apa lagi ngomongin orang."
"Iya Mi, iya" kata Fida dan Ervi.
"Oke, Sami mau tidur dipangku sama bidadari-bidadariku" kata Fariel.
"Enggak usah gombal" kata Ervi.
"Iya, kalau mau tidur, tidur aja, enggak usah ngerayu gitu" kata Fida.
"Bosan tau dengerin lnya begitu mulu, kaya enggak ada yang lain aja."
"Ingat dah punya anak dah mau dua palah."
"Mungkin tiga" kata Ervi.
"Iya" kata Fariel.
"Enggak gombal tapi apa yaa."
"Hmmmm, pujian mungkin kali ya."
"Sakarepmu wae lah Mase" kata Fida.
"Nanti enggak dipuji enggak dirayu, ngambek, bilangnya dah berubah daha ada yang lain lagi" kata Fariel.
__ADS_1
"Padahal kan tiada yang ketiga hanya kalian lah dua duanya dihatiku."
"Bukan satu" kata Ervi.
"Iya, bukan satu" kata Fida.
"Lah kan Sami punya dua istri, masa satu satunya" kata Fariel.
"Nanti yang satu mau ditaro mana, kulkas."
"Beku dong."
"Kaya es dong" kata Fida.
"Istri kan memang pakai S Mi" kata Ervi.
"Beku maksudnya gitu dan lalu mencair" kata Fariel.
"Kalau enggak pakai S jadi itri dong" kata FidaFida dan Ervi.
"Ohhh iya ya" kata Fariel.
"Baru tau."
"Tapi kalian yang kedua dan yang pertama itu orang lain dihati Sami" kata Fariel.
"Maksudnya apa" kata Eevi, sambil menarik rambutku.
"Duh sakit, ampun" kata Fariel.
"Lepasin."
"Yang pertama itu siapa Mi" kata Fida.
"Jangan bilang Sami masih berharap sama sangat mantan" kata Ervi.
"Kagak" kata Fariel.
"Lalu siapa" kata Ervi.
"Ohhh, atau janda muda itu" kata Fida.
"Yang kemaren main bareng diftv sama Sami."
"Kaga" kata Fariel.
"Makanya kalau Sami ngomong jangan dipotong dulu."
"Selesai aja belum ngomong dah main potong aja."
__ADS_1
"Mana sambil marah sambil narik rambut dan jempol lagi."
"Sakit tau."
"Ya terus siapa" kata Fida.
"Apa Dewi yang dah kamu anggap keluarga tapi mau dijadikan yang ketiga tapi akan jadi prioritas Sami nanti" kata Ervi.
"Sami, tega, Sami jahat" sambil menangis.
"Lah, kok jadi nangis gitu" kata Fariel.
"Maafin Sami ya sayangku para Cinderellaku."
"Maksudnya Sami yang pertama itu adalah orang yang melahirkan Sami dan membesarkan Sami."
"Juga selalu menjaga Sami dari mulai ada didalam kandungan sampai sekarang masih menjaga Sami walaupun mungkin sekarang hanya lewat Do'a."
"Itu maksudnya Sami."
"Maksudnya Sami itu Mama sama Bapak Mi" kata Ervi.
"Iya, itu orangnya" kata Fariel.
"Karena kalau kita balas dengan apapun tidak akan pernah bisa atau setara dengannya."
"Jadi kalian berdua itu adalah yang kedua dan pertama orang tua Sami."
"Walaupun sekarang jadi sama prioritas Sami dengan orang tua Sami, tapi tetap ada yang lebih baik dari apapun, nah itu mereka."
"Dah paham kan sekarang."
"Iya paham" kata Fida.
"Maaf, kirain tadi Sami mau nikah lagi" kata Ervi.
"Maafin aku juga dah melintir kaki Sami tadi" kata Fida.
"Iya" kata Fariel.
"Misalnya nih ya, misal loh ya."
"Jangan nanti marah sama Sami."
"Iya apaan" kata Ervi.
"Mau ngomong apa emang" kata Fida.
"Jika suatu nanti Sami tiba-tiba nikah lagi gimana" kata Fariel.
__ADS_1
"Karena kita enggak pernah tau apa yang akan terjadi nanti dengan hidup kita ini."