
Di lain tempat Tia sedang diejek oleh teman-temannya satu kos.
"Siapa tuh, mesra bener tadi" kata Nia, sambil senyum mengejek.
"Iya, bikin kita iri saja" kata Indah.
Namun yang ditanya malah cuman senyum sendiri dan nunduk karena malu mukanya merah akibat pertanyaan teman-temannya satu kos, apalagi dengan pertanyaan mereka berdua 'Nia dan Indah'.
"Ih bukannya jawab malah senyum-senyum sendiri" kata Indah.
"Kayak gak tau aja kalau yang lagi kasmaran apalagi habis jadian karena diterima, hahahaha" jawab Nia, dengan ketawa.
"Kenapa mereka semua bisa tau apa yang terjadi tadi sore, jadi bahan bulian pastinya" kata Tia, ucap dalam hati.
"Setelah itu di gendong pula kaya pangeran lagi gendong Istrinya" kata Indah, sambil menaik-naikan alis matanya.
"Tuan putri dodol" kata Nia, sambil noyor kepala Indah.
"Kenapa kepala gua lo toyor sih Ni" kata Indah.
"Angkat kenapa tuh muka, jangan di umpetin mulu dari tadi nunduk mulu dari alun-alun sana setelah resmi jadian sampe rumah pun masih nunduuuukkkkk aja" kata Indah.
"Gak usah malu, kita juga ngalamin kok, cuman gak pake di gendong-gendong kaya Tuan Putri dengan Pangeran kodoknya ditempat umum" kata Nia.
Tia merebahkan tubuhnya terus narik selimut untuk menutupi muka yang merah bagaikan tomat.
"Kok kodok, ganteng gitu di bilang kodok" kata Indah.
"Siapa namanya, gue lupa".
"Seingat ku sih Sielfa Mufariel, kalau gak salah" kata Nia.
"Berarti Babang Fariel atau ayang Fariel atau pangeran Sielfa yang pas dipanggilnya" kata Indah.
"Kayaknya sih yang terakhir, kan tadi kaya Pangeran waktu di alun-alun, tapi lebih cocok Cami sih" kata Nia.
"Apaan Cami" kata Indah.
"Calon suami" kata Nia, sambil tersenyum.
Tia senyum-senyum didalam selimut karena ucapan mereka berdua teman satu kamarnya ini. Apalagi dengan ucapan Nia tentang panggilannya ke bang Sielfa yang lebih cocok di panggil Cami.
"Tiaaaaa bangun dong, gak mau cerita apa sama kita berdua, mentang-mentang habis peluk-peluk babang sayang diatas motor sepanjang jalan" kata Indah.
Nia malah menyanyikan lagu.
"Sepanjang jalan kenangan ku salu digendong babang sayang, sepanjang jalan kenangan kupeluk dirimu mesra" kata Nia.
"Menambah nikmatnya sore ini" kata Indah, lanjutnya.
Dan berdua ketawa dengan kencang bersama sampai penghuni kamar sebelah mendatanginya.
__ADS_1
"Jangan berisik banget dong aku lagi ada tugas banyak, bikin buyar pikiranku aja karena kalian berisik banget" kata Susi.
Nia dan Indah hanya nyengir kuda dengan menunjukan dua jari tangan berbentuk V.
"Iya ganggu aja" kata Dini.
"Maaf soalnya ada yang lagi bahagia banget nih" kata Indah.
"Bahagia habis dapat lotre" kata Dini.
"Bukan, ini itu lebih dari sekedar lotre, karena ada yang habis ja hemmm" kata Indah, yang langsung di bungkem mulutnya oleh Tia.
"Apaan" kata Susi.
"Baru dapat pacar" kata Nia, sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Bukan pacar tapi calon ayah dari anak-anak nya" kata Indah)l, lanjut menjawab karena mulutnya sudah gak dibekap oleh Tia, karena Tia sedang melototin Nia.
"Wah berita hangat nih" kata Susi, sambil mendudukan bo****nya.
"Mukanya biasa aja dong" kata Nia dan Indah.
"Itu kenapa bibir di monyongin segala, sama kenapa tuh muka" kata Dini.
"Tau ah" kata Tia. sambil merebahkan badannya lagi terus narik selimut.
"Jangan tidur dulu, emang gak ada sukuran nih yang habis dapat calon suami, traktir nasgor atau mie goreng atau bakso" kata Dini, sambil narik-narik selimut Tia.
"Iya" kata Nia, Indah, dan Susi.
"Gak tau apa kita berdua tadi ngawalin loe dari baksoan sana terus ke alun-alun. Maaf kalau sudah ngikutin orang lagi pacaran" kata Nia.
Sebenarnya bukan ngikutin mereka yang lagi pacaran, hanya karena berpapasan dijalan ketika mereka menuju ke alun-alun, karena tujuannya juga sama yaitu untuk menemuin seseorang.
Akhirnya Tia kembali bangun karena ditarik selimutnya dan ditarik tangannya oleh mereka.
"Apaan sih, ganngu orang mau istirahat aja" kata Tia, dengan muka cemberut.
"Gak usah ngelak mau tidur" kata Nia.
"Palingan juga mau bayangin muka babang sayang tercinta" kata Indah.
"Iya" kata Nia.
Susi dan Dini cuma senyum.
Tia berdiri dari tempat tidur, 'tempat tidur anak kos disini hanya tiker terus kasur busa biasa' terus ngambil uang di kantong celana yang ia kenakan, dan langsung menyerahkan ke mereka.
"Nih" kata Tia, menyerahkan satu lembar uang seratus ribu.
Langsung dicomot sama Indah.
__ADS_1
"Dah sana pergi beli apa yang kalian mau" kata Tia,sambil mengibaskan tangannya
"Iya santai aja" kata ndah.
"Enaknya beli apa nih" kata Indah.
"Bakso depan aja, jangan lupa minumannya" kata Susi, karena memang di depan kos ada yang jualan bakso, pangsit dan nasgor.
"Ok, yuk Nia berangkat" kata Indah.
"Udah sana, aku mau dengarin curhatan isi hatinya Mama Tia" kata Dini)l, sambil nyengir menunjukkan giginya.
"Kaya Mamah Dedeh dong" kata Indah, yang baru berdiri.
"Curhat dong" ucap serempak berempat sambil ketawa terbahak-bahak.
"Iya, tapi gak sekarang, besok-besok" kata Tia.
"Yahhhh, sekarang dong, plissss, ya" kata Dini, dengan dua jari berbentuk V.
Hufffttt suara nafas Tia.
"Iya nanti nunggu makanannya datang, aku juga lapar butuh tenaga" kata Tia.
Indah dan Nia yang belum pergi mengacungkan kedua jempol mereka kearah Tia.
"Awas aja kalau bohong" kata Susi.
"Iya" kata Tia.
Setelah menunggu beberapa menit makanan pun datang dan langsung di sajikan di piring masing-masing, ada yang bakso ada pula yang nasgor sesuai selera masing-masing.
Setelah makanan selesai Tia langsung menepati janjinya untuk menceritakan semuanya yang tadi sore dengan kekasih barunya dari awal sampai akhir, hingga membuat pendengar ketawa seperti menertawakan.
"Kalian menertawakanku" kata Tia, dengan menatap tajam mereka.
"Enggak" jawab kompak berempat.
"Cuman lucu aja aku dengarnya, masa cewek duluan yang nembak" kata Susi.
"Tapi aku salut dengan keberanian mu" kata Dini, sambil mengacungkan jempolnya.
"Makasih ya traktirannya, aku balik kekamar dulu mau lanjutin tugas-tugas yang masih banyak" kata Susi.
"Aku juga, sering-sering traktirnya" kata Dini.
"Huhhhhh" kata Nia dan Indah.
Tia mengacuhkan mereka dan pergi tuk tidur karena lelah dari pagi ngerjain tugas bersih-bersih dan nyuci pakaian seperti anak kos pada umumnya. Ditambah lagi ngerjain tugas siang-siang biar sore ada waktu jalan-jalan dan malam bisa tidur cepat.
Berbeda denganku yang hanya biasa saja tidak berlebihan seperti kekasihnya yang sedang digodain oleh teman satu kosnya.
__ADS_1
Waktu hampir menunjukan jam 22:00 dan aku mau istirahat melepaskan lelah, tapi baru menutup matanya ada telepon masuk.
Kira-kira siapa ya telpon malam-malam begini.