
"Tatap mata adek sekarang mas" kata Ervi.
"Untuk apa" kata Fariel.
"Tatap dulu mas" kata Ervi.
Akupun langsung menatapnya.
"Dah mas tatap, ada apa" kata Fariel.
"Sekarang lihat mata adek, apakah ada kebohongan dari adek" kata Ervi.
"Gak ada, emang apaan" kata Fariel.
"Terus tatap mata adek, adek mau ngomong sesuatu yang penting, yang selama ini ingin adek katakan pada mas" kata Ervi.
"Selama ini adek memendam rasa yang lebih terhadap mas, tapi adek berusaha mengubur nya dalam-dalam dan mencoba menerima takdir ini, tapi semakin lama adek memendam semakin bertumbuh."
"Wmang adek mau ngomong apaan, cepat katakan" kata Fariel.
"Dari dulu hingga sekarang mungkin mas hanya menganggap adek ini seperti adek mas sendiri" kata Ervi.
"Emang iya, jadi mas harus menganggap adek ini apa" kata Fariel.
"Mas gak tau kan, kalau selama ini adek perhatian lebih sama mas, melakukan apapun buat mas, bahkan adek merubah sikap adek yang dulu suka urakan dan suka marah-marah gak jelas sama Papi dan Mami, suka meminta harus dipenuhi" kata Ervi.
"Semua yang aku rubah sikap itu hanya untuk mas, karena adek itu daridulu hingga nanti akan selalu sayang sama mas, karena aku itu suka sama mas, bukan sebagai adek mas, tapi lebih dari adek."
"Kuharap mas mengerti apa yang aku ucapkan sekarang ini" dengan meneteskan air mata.
"Kuharap mas bisa membuka hati yang baru dan membuka lembaran baru buat adek, karena sampai kapan pun adek akan menganggap mas itu orang yang paling berharga dalam hidup adek, adek selalu berharap dalam doaku disetiap selesai lima waktu, adek selalu meminta padaNya semoga bisa menyatukan kita berdua, karena aku sangat menyayangi, bahkan rela mati hanya untuknya jika aku tak dianggapnya, dan hanya dianggap biasa-biasa saja."
__ADS_1
"Tapi mas gak bisa, kenapa harus mas, kenapa gak sama yang lain" kata Fariel.
"Jangan salahkan hati ini mas, karena hati ini yang meminta yang memilih mas, jadi jangan salahkan jika aku sayang dan cinta sama mas" kata Ervi.
"Adek harap mas bisa membuka sedikit untuk adek, karena sampai kapan pun adek akan menginginkan mas untuk selalu menjadi pendamping hidupku, jangan salahkan jika adek memaksa mas untuk menuruti permintaan adek ini, karena mas telah janji dulu sama adek akan mengabulkan permintaan adek satu ini, dan sekarang adek memintanya untuk mas kabulkan permintaan adek."
"Tapi mas gak akan bisa, pernikahan itu bukan mainan, pernikahan itu butuh cinta dan sayang, dan mas gak punya cinta buat mu, mas hanya sayang padamu tapi sebagai adek, bukan sebagai orang yang akan menjadi ibu buat anak-anakku" kata Fariel.
"Cinta akan datang dengan berjalannya waktu, saat semuanya telah bersama dan selalu bersama" kata Ervi.
"Tapi itu takan merubah apapun, bagi ku kalian tetap keluarga mas" kata Fariel.
"Kalau mas gak mau dengan adek, jangan salahkan adek jika nanti atau esok mas hanya akan melihat namanya adek dibatunisan" kta Ervi.
"Jika adek gak bisa bersama mas, adek siap mati, karena adek gak bisa melihat mas bersama yang lain lagi."
"Rasanya sakit saat melihat mas bersama dia."
"Aku juga pernah sakit seperti mas kemarin, itu semua karena melihat mas bermesraan dengannya."
"Tapi dek, mas gak bisa untuk bersamamu dan menjalani apa yang kamu mau" kata Fariel.
"Jangan kau lakukan tingkah bodohmu hanya karena mas gak bisa bersamamu, mas sayang sama kamu, tapi hanya sebagai adek, itu dah cukup."
"Jika mas gak bisa, jangan salahkan jika itu akan terjadi" kata Ervi.
"Lebih baik adek pukul mas tampar mas sesukamu dek, tapi jangan lakukan hal bodoh hanya demi cinta" kata Fariel.
"Mas rela terluka asal jangan kamu yang terluka, mas siap menerima luka yang kau berikan pada mas, asal jangan tinggalkan keluarga ini hanya karena mas gak bisa menerima keinginanmu."
"Kalau gitu jangan larang adek buat melakukan hal bodoh, karena adek sangat sayang sama mas, adek cinta sama mas" kat Ervi, dengan menangis sambil memukul dadanya.
__ADS_1
"Hentikan dek hentikan, pukul mas saja, jangan kau sakiti dirimu sendiri, mas gak akan sanggup melihat adek sakit dan terluka" kata Fariel, sambil meraih tangannya yang memukul dadanya, dan memeluknya. .
"Lepaskan mas lepaskan, biarkan adek mati saja" kata Ervi.
"Dan setelah adek mati, mas boleh memilih mana yang mas mau, mana yang mas cinta."
"Aku gak akan pernah melihat mas dengan yang lain lagi, biarkan aku pergi jauh, sejauh mungkin."
"Baik mas akan melakukan keinginan adek, tapi bukan sekarang tapi nanti pada waktu yang tepat, jadi biarkan mas menjadi diri sendiri dulu sebelum mas siap menerima adek menjadi apa yang adek mau" kata Fariel.
"Jadi sekarang adek jangan lagi sakiti diri sendiri lagi, mas gak akan sanggup melihat adek sakit" dengan menangis.
"Berjanjilah pada mas, jangan lakukan hal bodoh, dan berilah mas waktu, karena mas butuh waktu."
"Baik, adek gak akan melakukan hal bodoh, asal mas harus janji sama adek" kata Ervi.
"Mas gak boleh dekat-dekat dengan cewek lain lagi, hanya Ervi yang jadi prioritas mas bukan cewek lain."
"Jika itu terjadi jangan salahkan adek jika adek pergi untuk selama-lama nya."
"Tapi bagaimana dengan pekerjaan mas, yang sudah pasti akan ada banyak cewek yang dekat dengan mas, karena mas bekerja tidak hanya satu tempat, bahkan ada yang lain juga" kata Fariel.
"Gak masalah, asal mas masih tau batas dan tidak melakukan yang macam-macam, karena adek gak akan pernah tau apa yang mas lakukan didalam pekerjaan mas" kata Ervi.
"Baik, mas akan berusaha semampu mas menjaga perasaan mas hanya untuk mu, tapi jika nanti mas berbuat salah jangan kau lakukan hal bodoh itu, adek boleh marah dan menampar ataupun apa saja yang ingin kau lakukan pada mas, asal jangan meninggalkan keluarga ini untuk selama-lama nya."
"Baik, adek takan melakukan hal bodoh, adek akan marah jika mas melakukan kesalahan" kata Ervi.
"Asal mas jujur dengan adek."
"Jika nanti mas melakukan kesalahan dan adek tau apa yang mas lakukan itu salah, adek harus memberi tahu pada mas, jangan malah bertindak sesuka hati" kata Fariel.
__ADS_1
Jadi apa sekarang kita ini.