Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Banyak maunya


__ADS_3

Dan kitapun langsung turun dari motor, dan aku langsung berjalan duluan, kalau nungguin Ervi kelamaan, banyak dramanya.


"Ihhh tungguin kenapa" kata Ervi.


"Masa ditinggal."


"Jahat banget sih."


"Yaudah ayok, jangan banyak tingkah" kata Fariel.


"Tungguin bentar" kata Ervi, lalu tiba-tiba loncat ke punggungku.


"Ayok jalan."


"Turun gak" kata Fariel.


"Gak mau, pokoknya gendong sampe kedalam dan pesan makanan baru adek turun" kata Ervi.


"Mas ceburin nih nanti" kata Fariel.


"Ceburin aja kalau mau, paling mas ikutan basah" kata Ervi.


"Daripada sama-sama basah mending masuk dan pesan makanan, katanya lapar."


"Kalau adek kayagini gak turun mas makin lapar yang ada" kata Fariel.


"Kamu itu beratnya lebih dari lima karung beras."


"Ihh langsing gini dibilang berat" kata Ervi.


"Itu mah mas aja yang gak kuat."


"Lemah."


"Malu adek, banyak yang lihatin tuh kearah kita" kata Fariel.


"Gak papa, justru itu akan lebih bagus, biar mereka gak berani lagi gangguin mas" kata Ervi.


"Jadi gak bakal ada cewek yang minta kenalan terus tukeran nomor HP sama mas."


"Cukup kenal cewek nya adek aja, gak ada lagi yang lain."


"Cepetan buruan masuk kedalam."


"Bawelnya gak ketulungan" kata Fariel.


"Sampai dalam harus langsung turun, jangan kaya gini terus oke."


"Sip" kata Ervi, sambil mengacungkan jempol kedepan mataku.

__ADS_1


"Adek kan ingin digendong disayang-sayang dimanja-manja kaya mantan mas."


"Masa mantan aja yang diperlakukan seperti itu, adek kagak."


"Sakarepmu wae lah, mas pasrah daripada makin lama kalau debat sama kamu" kata Fariel.


"Nah gitu dong, ayok jalan" kata Ervi.


"Pegangan sendiri yang kuat, kalau jatuh mas males nolongin, yang ada mas sukurin" kata Fariel.


"Oke siap" kata Ervi.


Dan akupun langsung jalan sambil menggendong Ratu manja dengan menuruni anak tangga


karena takut nanti bakal terjatuh dan malah membuatnya sakit, akhirnya dengan berat hati ku bantu Ervi dengan meletakkan lenganku untuk menahannya supaya tak terperosot dari gendonganku dan jatuh.


Banyak pasang mata yang melihat kearahku karena seperti ini yang mungkin sangat romantis dan sayang hingga digendongnya menuruni anak tangga.


"Makasih mamasku sayang yang paling kusayangi dalam hidupku sekarang ini" kata Ervi.


"Adek gak akan berpaling dari mas."


"Hanya mas yang aku inginkan dan aku sayangi."


"Makasih dah mau memberikan punggungnya buat adek."


"Mas terpaksa" kata Fariel.


"Yang bener, nanti jatuh."


"Siap mamasku sayang" kata Ervi.


"Kalau setiap hari kayak gini adek siap traktir mas kapanpun, asal mas mau gendong adek dan ngajak jalan-jalan."


"Ngimpi" kata Fariel.


"Gak papa ngimpi, yang penting bisa tercapai" kata Ervi.


"Kan katanya banyaklah bermimpi."


"Iya, tapi kalau ngimpi nya dalam tidur ya boong" kata Fariel.


"Dah buruan turun, ni dah masuk nih didalam."


"Kan belum sampai kedalam dan pesan makanan" kata Ervi.


"Tadi janjinya gimana hayo."


"Boong dosa loh."

__ADS_1


"Ini juga dosa, gendong orang yang bukan muhrimnya" kata Fariel.


"Gak papalah, asal enak aja dan romantis" kata Ervi.


"Cepetan buruan sampe sana dan pesan makanan."


"Adek mau ikan bakar, dan jus alpokat."


"Dikira nanti adek tuh lumpuh loh, gak bisa jalan" kata Fariel.


"Gak papa, kan baru dikira aja, ternyata enggak" kata Ervi.


Dengan berat hati dan malas juga akhirnya ku gendong sampai didalam didepan lemari kaca buat menu makanan.


"Mbak pesan ikan bakar dua ya, kopi tanpa gula dan jus pokat satu" kat Fariel.


"Oh siap bang."


"Kalau gitu duduk aja dulu, nanti kami antarkan."


"Kasian tuh istrinya mau duduk, jangan digendong mulu."


"Maaf ya bang, tapi gak lagi kenapa-kenapa kan istrinya, kok dari sana tadi digendong mulu, banyak yang kagum loh, pasti abangnya sayang banget nih sama istrinya ini, sampe rela gendong segala dari sana sampe disini."


"Maklum pengantin baru" kata Ervi.


"Ohhh pasangan baru nikah ya mbak."


"Selamat ya bang, dan mbaknya, semoga cepet dikasih momongan yang lucu-lucu."


"Kalau belum nikah dan mbaknya ini adeknya pasti saya mau jadi orang itu, kayaknya bakal bikin kangen mulu, rang kemana-mana dimanjain begini."


"Dah ya mbak, kalau kelamaan ngobrol makin pegal nih, ini beratnya nyampe seratus kilo" kata Fariel.


"Oh ya bang silahkan cari aja tempat yang kosong buat duduk dan makan romantis bareng istri tercinta."


"Tuhkan mbaknya aja sampe begitu sama mas, jadi adek harus bakal kaya gini terus, biar gak ada yang rebut mas dari aku" kata Ervi.


"Sakarepmu wae" kata Fariel.


"Kenapa harus bohong dan bilang pasangan baru nikah."


"Biar gak berani aja rebut suami orang" kata Ervi.


"Dah sekarang turun dan dudu, nih dah sampai" kata Fariel.


"Oke mamasku sayang" kata Ervi.


Dan kitapun duduk sambil ber selonjoran karena aku memilih tempat yang memakai tokar dan seperti rumah-rumahan.

__ADS_1


__ADS_2