
"Ini punya tante, milik tante, bukan punya Aya" kata Ervi.
"Ini itu masku, jadi milikku bukan punya Aya."
"Adek jangan gitu ah, tuh lihat mau nangis" kata Fariel, karena sudah memble.
"Ini punyaku" kata Ervi, sambil memeluk tanganku
dan tiba-tiba Aya langsung nangis.
"Hahahaha nangis."
"Tuh kan adek sih" kata Fariel.
"Dah cep cep cep."
"Tante nakal ya, tabok aja."
"Heh tante nakal" sambil memukul.
Aya langsung diem dari tangisnya.
"Ini punya tante" kata Ervi, diledek nya lagi dan nangis lagi.
"Gak, ini punya Aya, Om punya Aya, dah diem" kata Fariel.
"Nanti kalau tante nakal kita tinggalin aja."
"Biar tante gak punya temen."
"Dah dah dah, cep cep cep ponakan Om dah diem."
"Adek jangan gitu napa, mas lagi makan jangan diledekin mulu, kasian."
"Dah ya, tantenya dah Om marahin nih."
"Om cubit nih tante nih yang suka nakal."
"Huu uuu uuu" kata Ervi, yang seolah menangis.
"Dah tuh, dah Om marahin tantenya" kata Fariel.
"Tantenya sekarang nagis tuh, jadi Aya diem sekarang."
"Kasih tepuk tangan karena tantenya sekarang yang nangis."
"Tepuk tangan horeeee" Aya tepuk tangan.
"Duh pinternya cucu Mami" kata Mami.
"Ini Mama didiemin nih sekarang nih" kata Fida.
"Aya gak mau lagi sama Mama nih."
"Aya nakal nih diemin Mama nih."
__ADS_1
Aya malah tepuk tangan.
"Ih kok malah seneng Mama didiemin."
"Kayaknya Mamanya bakal kalah sama Omnya sekarang, bakal kalah saing" kata Papi.
"Kayaknya bakal sering cemburu nih nanti karena anaknya lebih memilih Omnya daripada Mamanya sendiri."
"Ayo dong Aya sayang, sama Mama yuk" kata Fida.
"Nanti Mama kasih mainan baru, dan Mama kasih mimi cucu."
"Yuk sama Mama yuk."
"Hahaha tetap gak mau" kata Ervi.
"Kakak dikacangin sama anaknya sendiri."
"Aya gak mau sama Mamanya" kata Fariel.
"Itu Mamanya mau kasih Aya mainan baru, Aya gak mau iya, iya gak mau."
"Ya udah sama Om aja kalau gitu."
"Om habiskan dulu makannya ya, nanti baru Aya mandi terus makan bubur dan minum susu."
"Duh ceria bener cucu Mami ini yang nempel mulu sama Omnya" kata Mami.
"Pake tepuk tangan mulu dari tadi."
"Yuk sama Mami mau" yang mencoba.
"Oh gak mau juga ya sama Mami nih, mau tetap sama Omnya."
"Mamanya aja gak mau apalagi Mami" kata Fida.
"Ya mana tau ya kan sama Mamanya gak mau sama Mami mau" kata Mami.
"Kalau sama Tante mau ikut gak tuh, tante punya mainan banyak banget tuh, sana ambil mainannya" kata Fariel.
Aya langsung tepuk tangan.
"Sana sama tante sana."
"Yuk sama tante yuk, nanti kukasih bola, biar sama-sama kayak bola" kata Ervi.
Aya langsung ikut dan mau digendong sama Ervi.
"Ih kok sama Mama gak mau sama tantenya yang suka jailin dan usilin Aya kok mau" kata Fida.
"Berarti Aya lagi gak mau sama Mamanya" kata Ervi.
"Yuk kita ambil bolanya didalam kamar tante."
"Belajar ngerayu anak dulu Kak."
__ADS_1
"Dada Mama dada Om dan Papi Mami, Aya duluan mau ambil mainan."
"Dada Aya" semua kecuali Fida.
"Dah lah jangan diambil hati, mungkin Aya lagi pengen sama yang lain" kata Mami.
"Kamu mending banyakin istirahat aja, katanya mau ketempat Mama dan Bapak besok sabtu, mau ngajak Aya nginep disana" kata Papi.
"Kamukan akhir-akhir ini sering begadang kalau Aya malam rewel, mending kamu banyakin istirahat."
"Semua kan sayang sama Aya, jadi gak usah takut."
"Nyai mau ketempatku, sama siapa aja" kata Fariel.
"Cuman berdua kok, diantar Pak Udin" kata Fida.
"Nyai kangen sama mereka."
"Peyeknya" Papi dan Mami, lalu ketawa bersama.
"Bener banget Papi sama Mami kalau ngomong" kata Fida.
"Emang uda mau pulang juga sabtu depan."
"Rencana sih iya, makanya mau ku tuntaskan secepatnya biar ada libur dan bisa pulang" kata Fariel.
"Dah lama gak pulang, gak kumpul bareng sama teman-teman di sana."
"Tanganku dah gatal nih pengen main voli lagi, dah bisa loncat juga sekarang, jadi mau main voli lagi kaya dulu waktu masih sekolah."
"Tapi bukannya pekerjaanmu dah selesai semua, bahkan besok pun kamu bisa pulang" kata Mami.
"Masih ada sedikit Mi" kata Fariel.
"Kalau mau pulang besok silahkan, kasian Mama sama Bapak dah kangen sama kamu yang jarang pulang, terakhir kan pulang nya empat bulan yang lalu" kata Papi.
"Papi kasih izin besok buat pulang selama lima hari, karena sabtunya Papi ada perlu sama kamu."
"Besok aja kamu pulang nak kalau gitu" kata Mami.
"Kalau gitu nyai boleh ikut dong" kata Fida.
"Gak bisa kak, kalian bukan sepasang suami-istri, jadi kalau nanti kalian pulang dan takut apa kata para warga disana, walaupun dah banyak tau tentang keluarga kita, tapi yang namanya orang punya sifat yang berbeda-beda" kata Mami.
"Kamu tetap hari sabtu aja ya, nanti terserah mau berapa lama disana, mau seminggu pun Mami izinkan."
"Iya Mi" kata Fida.
"Makasih Pi, Mi" kata Fariel.
"Kalau gitu aku duluan mau kekamar dulu, mau ngecas HP."
"Assalamu'alaikum."
"Iya" kata Mami.
__ADS_1
"Waalaikumsalam" semua.