Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Keinginan


__ADS_3

"Izinkan aku untuk bertemu dengannya yang terakhir kalinya setelah itu aku gak akan lagi menemuinya, dan aku siap jika aku harus menikah dengan pilihan kalian setelah aku menemuinya nanti" kata Fariel.


"Hanya itu yang aku minta, gak ada yang lain."


"Aku hanya ingin melihat terakhir kalinya dia tersenyum saat aku meninggalkannya dengan yang lain, dan dia bisa bahagia dengannya, aku harap kalian semua tidak melarangku untuk bertemu dengannya nanti."


"Baiklah Mama izinkan kamu bertemu untuk terakhir kalinya dengan syarat kamu harus ada yang menemaninya saat bertemu nanti" kata Mama.


"Dan untuk itu Mama gak akan setuju jika kamu menikah setelah menemuinya, Mama takut kamu akan membuat kesalahan karena kamu menikah dengan wanita yang hanya sebagai pelarianmu yang telah membuat hatimu kecewa, Mama takut nanti kamu akan menyakitinya dan membuatnya hanya akan sakit hati karena ulahmu nanti padanya yang hanya masih berharap dengan yang lain, karena menikah itu bukan hal mudah, nikah itu bukan main-main, kamu harus tanggung jawab lahir batin."


"Mami setuju dengan pendapat Mamamu nak, Mami harap kamu bisa ikhlas dulu barulah nanti kita pikirkan kedepannya, kalau kamu dah siap baru kita bicarakan soal itu, Mami akan selalu mendukung apapun keputusanmu, Mami ingin lihat kamu bahagia dengan pilihanmu bukan pilihan kami, walaupun kami ingin, tapi sepenuhnya ada ditanganmu bukan tangan kami" kata Mami.


"Iya nak, mereka bener, kalau kamu mau, kapanpun kami akan langsung melangsungkan acaranya buatmu, asalkan kamu dah bener-bener mateng dengan pilihanmu itu" kata Bapak.


"Papi harap kamu bisa mengerti dengan keputusan mereka, karena hati perempuan gak seperti laki-laki" kata Papi.


"Hati cewek mudah rapuh" kata Mami.


"Apa kamu masih ingat saat adekmu itu kabur dari rumah kemaren karena dia itu merasa kamu cuekin yang hanya sebentar saja tapi dia malah marah-marah dan pergi dari rumah ini, itulah sifat wanita yang mudah sekali lemah hatinya hanya kurang perhatian saja."


"Mami takut akan terjadi nanti jika kamu hanya setengah mencintainya dan setengahnya masih ada untuknya."


"Mami harap kamu ngerti nak."

__ADS_1


"Iya nak, Mami bener" kata Mama.


"Cewek itu bisa nangis dalam keadaan senang, dan tersenyum saat hatinya sakit dan ingin menangis, tapi mereka tahan hanya ingin selalu mencoba tegar dan menerima, tapi jika tidak bisa tegar sudah pasti akan meninggalkan mu nanti karena luka hati yang kau buat."


"Mama gak pernah menolak jika nanti kamu memilih siapapun dan membawa wanita kerumah untuk meminta restu pada Mama dan Bapak dan pada yang lainnya juga, asalkan kamu dah bener-bener tulus mencintainya dan selalu akan menyayanginya dan menjaganya selalu sampai akhir nanti."


"Mami juga gak akan menolak jika nanti kamu memilih anak Mami untuk menjadi pilihanmu mau Ervi ataupun Fida akan Mami kasih untukmu Mami akan senang walaupun akhirnya kamu jadi menantu Mami bukan anak Mami lagi, tapi Mami hanya ingin kamu mencintainya dulu baru menikahinya" kata Mami.


"Papi juga akan mendukung mu, siapapun yang kamu pilih akan kami dukung, mau Fida ataupun Ervi Papi dukung, ataupun yang lain, pegawai kamu sendiri yang dikantor ataupun pegawai Papi dan Mami yang lainnya atau temen kamu sendiri akan kami dukung dan kami restui, jadi sekarang pikirkan kata-kata kami ini dengan baik nak, kami hanya ingin yang terbaik untukmu nanti" kata Papi.


"Bapak gak bisa membantu apapun selain doa yang terbaik untukmu, karena keputusan ada pada mu" kata Bapak.


"Lakukanlah yang terbaik bagimu, kami disini selalu mendoakan mu dan mendukungmu, jangan pernah lupa ada kami disini untukmu saat luka dan bahagia, kami akan menerimamu dengan tangan terbuka, kerena kamu anak Bapak satu-satunya penerus Bapak dan Mama satu-satunya, kesalahan mu dosamu orang tua juga ikut menanggungnya, Bapak harap kamu bisa mengerti."


"Sekarang kamu makan aja ya, dan nanti istirahat lagi, biar ceper sembuh dan bisa menemuinya untuk melepaskan bersama yang lain, jadi kamu harus sehat dulu baru bisa ketemu dengannya" kata Mami.


"Jangan buat Mami sedih lagi dan menangis melihatmu terbaring lemah, Mami gak sanggup melihatmu seperti itu lagi, hati Mami sakit saat melihatmu terbaring lemah, Mami merasa ingin menukarnya dengan yang lain asal kamu bisa kembali ceria, Mami ikhlas jika sakitmu dituker dengan kesehatan Mami, Mami siap Mami yang sakit asalkan kamu sehat" dengan meneteskan air mata.


"Mami jangan nangis lagi Mi, Mami juga harus jaga kesehatan Mami" kata Ervi.


"Uda jangan pernah tinggalkan kami lagi, kami butuh Uda disini, kami ingin selalu berkumpul bersama disini, Uda janji jangan tinggalkan kami lagi ya, kami gak akan sanggup jika Uda kembali lagi dengan posisi Uda yang terbaring lemah lagi" kata Fida, dengan menangis.


"Lihat perut Nyai yang makin memebesar, didalam perut ini ada bayi yang selalu merindukan Uda yang mau menemani Nyai untuk bercerita dan memenuhi permintaanya untuk memebelikan makanan ataupun membuatkan sesuatu untuk anak Nyai ini, dia selalu senang saat ada Uda disampingnya, jadi harap Uda jangan tinggalkan kami lagi, bayi ini aja gak ingin ditinggalin Uda walaupun belum lahir tapi dia sudah merasa kehilangan Uda, jadi Nyai mohon jangan tinggalkan kami lagi."

__ADS_1


"Lihatlah nak banyak yang menyayangimu disini, bahkan anak yang belum terlahir dan belum melihatmu belum mengenal dunia saja sudah butuh kamu untuk ada disini, apalagi jika nanti terlahir ke dunia ini. Pasti akan sangat merasa kehilangan jika kamu pergi meninggalkan kami" kata Mama, dengan meneteskan air mata nya.


"Jangan buat air mata ini kembali meneteskan lagi nak, kami akan sangat sedih saat kamu tinggalkan kami, kami masih ingin bersama, bahagia bersama becanda dan tawa bersama lagi" kata Papi.


"Vapak harap kamu bisa menjaga kondisi kamu saat ini, Bapak orang pertama yang gak akan sanggup membendung air mata ini menetes walaupun sudah kering tapi hati ini terasa sangat sakit saat melihatmu jatuh sakit, Bapak seperti orang tua yang gak berguna yang gak bisa menjaga anak satu-satunya ini dengan baik, Bapak akan merasakan dosa yang besar saat tak bisa membuatmu bahagia, Bapak akan marah pada diri sendiri yang tak bisa membuatmu tersenyum" kata Bapak, dengan meneteskan air mata nya.


"Sekarang kamu makan ya nak, mau makan apa biar Mama ambilkan, nanti habis makan kembali istirahat lagi ya" kata Mama.


"Sekarang mau yang mana, ada banyak makanan dimeja, ada makanan kesukaan kamu juga disini, biar Mama yang suapin nanti, apa mau Bapak yang nyupin atau Ervi, Fida apa Papi, dan Mami. Sekarang mau makan apa."


"Kamu makan ya nak, Mami yang suapin nanti, Mami kan pengen nyuapin kamu, masa anak Mami mulu yang nyuapin anak Mami ini, Mami juga mau" kata Mami.


"Aku mau makan sendiri, aku sudah bisa makan sendiri" kata Fariel.


"Tanganmu masih gemetar gitu, lebih baik Mami suapin ya" kata Mami.


"Iya nak, tangan kamu masih belum stabil untuk memegang sendok, jadi di suapin aja ya, nanti biar Mama pijitin tanganmu biar cepet sembuh" kata Mama.


"Iya, nanti Bapak pijitin kamu juga, biar Mami kamu yang nyuapin sama yang lain, Bapak kan dah lama gak mijitin kamu, kamu gak pernah mau kalau Bapak pijit, padahal kan Bapak pande mijit ya Ma" kata Bapak.


"Mijit apaan, mijit nya aneh, mijit sama gelitikin beda tipis" kata Mama.


"Mama mah gak bisa jaga rahasia Bapak, Mama mah gak bisa diajak kompromi sama Bapak" kata Bapak.

__ADS_1


"Maaf keceplosan Pak" kata Mama.


Membuat yang lain tersenyum karena perdebatan kecil Mama dan Bapak.


__ADS_2