
Setelah aku disuntik dengan obat tidur aku aku kembali tertidur dengan posisi tangan dan kaki diikat karena takut akan melukai badanku sendiri nantinya.
"Maafkan Mama nak" kata Mama.
"Mama terpaksa melakukan ini."
"Mama gak ingin kamu menyakiti tubuhmu lagi." dengan memeluk tubuh ku yang terbaring.
"Mama yang sabar ya, kami semua sayang sama Mas" kata Ervi, yang mencoba menenangkan Mam.
"Mama harus tenang, biar anak kita juga bisa tenang Ma" kata Bapak, dengan memeluk tubuhnya dari belakang.
"Mama harus jaga kesehatan, sekarang Mama tidur dulu, biar ini Bapak yang jagain anak kita."
"Iya, Mama dari tadi nangis terus, Mama harus jaga kesehatan Mama" kata Fida, yang ikut bersuara karena takut Mama akan kembali pingsan karena terlalu menghawatirkannya.
"Mama tidur ya, biar Ervi temenin" kata Ervi.
"Mama gak akan kemana-mana, Mama akan selalu disini" kata Mama, dengan menagis.
__ADS_1
"Ma Ahmad sekarang Ma Ahmad tidur dulu, kasian nak Fariel kalau nanti saat terbangun Mamanya malah sakit karena terlalu khawatir sampai Ma Ahmad sakit, nanti pasti akan menyalahkan dirinya sendiri karena membuat Mamanya ikutan sakit karena khawatir" kata Mami.
"Iya Ma, bener kata Mami Ida, sekarang Mama istirahat dulu, Mama harus jaga kesehatan" kata Bapak.
"Mama harus bantu anak kita nanti supaya tenang, anak kita gak pernah bisa melihat perempuan menangis apalagi Mamanya, pasti nanti anak kita akan menyalahkan dirinya sendiri."
"Mama tidur ya, istirahat, nanti kalau dah bangun Mama harus datang dengan senyuman Mama, jangan disambut dengan tangis Mama, karena pasti akan membuat dia ikut menangis."
"Yuk Ma kita tidur" kata Ervi.
"Mama dah janji mau tidur sama Ervi."
"Sekarang kita tidur yuk ma."
"Iya Ma, Mama harus tidur biar cepet sehat, Mama kan ingi lihat cucu Mama juga nanti, kalau Mama sakit nanti cucu Mama juga sakit, karena melihat neneknya sakit" kata Fida.
"Ayo dong Ma kita tidur."
"Mama sayang kan sama kita sama anak dalam kandungan Fida, yang akan menjadi cucu Mama juga nantinya, walaupun aku bukan anak Mama tapi Mama sudah menjadi bagian keluarga Fida juga, bahkan Mama sudah seperti Mamaku sendiri, ayok Mama tidur."
__ADS_1
"Bener kata nak Fida, Ma Ahmad harus tidur buat jaga kesehatan juga" kata Papi.
"Biar ini Papi yang jagain, bagaimanapun dia juga anak saya juga walaupun bukan dari darah daging ku, tapi dia seperti anak kandung saya sendiri."
"Ayok Mama tidur, kasian yang lain juga karena khawatir sama Mama" kata Bapak.
"Mereka semua sayang sama Mama, khawatir juga sama Mama, Mama tidur ya."
Mama pun mengangguk karena bujuk rayu semua orang yang ada di ruangan ini.
"Mama titip anak Mama" kata Mama.
"Kalau nanti terbangun, bangun kan Mama, Mama mau minta maaf."
"Iya, nanti bapak bangunkan Mama kalau anak kita sudah bangun dari tidurnya" kata Bapak.
"Sekarang Mama istirahat ya."
Lalu Mama dibantu sama Ervi ke tempat tidur yang ada di ruangan ini, karena sudah dipindahkan keruangan yang luas di ruangan VVIP.
__ADS_1
"Ayok kita tidur Ma" kata Ervi, yang menyelimuti Mama lalu ikut tidur.
Sampai siang ini aku belum ada tanda-tanda bangun dari tidur.