Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Apa kata dunia


__ADS_3

Setelah beberapa memit menuruti Ibu-ibu dan yang lainnya meminta foto bersama, kini giliran aku untuk menghitung total belanjaannya.


"Apa masih ada yang lain" kata Ki.


"Dah ini aja dah cukup" kata Fariel.


"Dan tadi dua dah dimakan yang stroberi, bungkusnya juga ada dikeranjang."


"Es sama semangkanya dipisah aja ya, biar nanti itu langsung kubawa sendiri dikeranjang motor."


"Baik Pak" kata P.


"Dah dihitung juga barusan" kata Ki.


"Jadi totalnya" sensor aja ya.


Langsung kukasih ATM padanya untuk membayar belanjaanku.


"Maaf, saldonya enggak cukup" kata K.


"Apa ada kartu lain atau tunai."


"Coba yang ini" kata Fariel, sambil menyerahkan kartu padanya.


"Kosong Mas" kata K.


"Pakai banking juga bisa Mas kalau ATMnya ketinggalan" kata KK.


"Bentar" kata Fariel.


"Maaf ya bikin kalian nunggu."


"Iya Bang, Mas" semua yang ngantri, walaupun sebenarnya ada empat tempat kasir.


Langsung kutelpon Mami, karena hanya Mami yang bisa bantu, kalau Ervi dan Fida bakal lama, dan pasti banyak tanya dan malah makin lama disini.


"Bikin malu aja, masa tampang dah oke gini kere" kata Fariel, dalam hati sambil menelpon Mami berharap bisa bantu.


"Ini gara-gara mereka pake ambil ATMku, kan jadi malu dihadapan mereka semua."


"Dah bajunya bikin malu, ini juga ikutan nambahin malu."


"Apes bener hari ini penderitaanku."


"Mana tuh ada yang vidioin llagi."


"Aahhh malu, yakin malu."


"Apa kata dunia."


"Sering nongol di TV kok kere."


"Mana dikenal banyak usaha pula."


"Hallo Mi, Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam, ada apa Nak" kata Mami.


"Bisa minta tolong enggak Mi" kata Fariel.


"Mau minta tolong apaan" kata Mami.


"Hehe, biasa Mi" kata FarielFariel.


"Ooh, iya" kata Mami.

__ADS_1


"Pasti punyamu dipegang ya sama mereka, dan hanya dikasih jatah buat pegangan biasa."


"Iya Mi, maaf selalu repotin Mami terus" kata Fariel.


"Jadi enggak enak."


"Kaya sama siapa aja kamu ini" kata Mami.


"Ya dah Mami tranfer ya."


"Jangan kebanyakan Mi" kata Fariel.


"Kukirimkan kodenya ya Mi."


"Kirim aja langsung kesini ya M."


"Ya dah nanti Mami kirim kesitu aja langsung" kata Mami.


"Apa dah sampai yang jemput belanjaanmu."


"Belum Mi, paling masih dijalan" kata Fariel.


"Ya dah ya Mi, makasih."


"Iya sama-sama" kata Mami.


"Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" kata Mami.


"Pakai Banking aja ya" kata Fariel.


"Iya bisa, ini kodenya" kata Ki.


Langsung kufoto dan kukirim keMami, dan jumlah untuk dibayar juga.


"Dan dengan atas nama siapa, biar kami langsung tau."


"Iya" kata Fariel.


Menunggu tak cukup lama sekitar satu menitan Mami langsung mengirim bukti transfernya. Notif pesan masuk.


"Ini buktinya kalau sudah dibayarkan" kata Fariel.


"Sebentar biar saya cek dulu" kata Ki.


"Atas nama Ibu Ida."


"Oh ya dah masuk Mas."


"Makasih dah belanja ditoko kami, dan ini ada bonus buat Adek" yang memberikan sebuah kotak kecil yang enggak tau isinya apa dan juga bunga plastik.


"Bilang apa sama Kakaknya" kata Fariel.


"Acih" kata Aya.


"Iya sama-sama" kata Ki.


"Dada."


"Maaf jadi menunggu lama" kata Fariel.


"Permisi" dengan tersenyum pada mereka juga pada pegawainya.


"Biar saya aja yang bawakan Pak" kata Pe.

__ADS_1


"Biar Bapak gendong Anaknya aja."


"Terimakasih, dah mau bantuin saya lagi" kata Fariel.


"Tapi gak papa, itu berat"


"Enggak papa kok Pak, dah biasa" kata Pe.


"Dah dikasih ongkos boleh foto bareng tadi, jadi dah seneng."


"Mobilnya yang mana Pak."


"Itu yang kantong plastik kecil bawa kemotor itu yang hitam putih, motor tua yang ada keranjang didepan" kata Fariel.


"Kalau yang lain itu nanti ada yang ambil kemari, mungkin masih dijalan."


"Oh, Baik Pak" Pe.


Dan kami berjalan menuju motorku untuk meletakkan belanjaannya dikeranjang motor. Dan yang ditunggu nongol juga, tapi bukan Pak Udin yang datang, malah Pak Ari.


"Maaf Den lama" kata Ari.


"Enggak tau tempatnya, hehehehe."


"Iya enggak papa, yang penting dah sampai sini" kata Fariel.


"Mana yang harus kubawa Den" kata Ari.


"Tuh dikeranjang" kata Fariel.


"Wah banyak bener Den, apaan Den tumben borong" kata Ari.


"Dah sana bawa, dah capek nih mau pulang nih" kata Fariel.


"Enggak lihat apa banyak pasang mata yang lihatin kesini, pake videoin juga lagi tuh disamping."


"Jangan nengok kesamping, pura-pura enggak tau aja."


"Sip Den" kata Ari.


"Sini Dek, biar saya aja yang dorong kemobil."


"Iya Pak" kata P.


"Makasih ya dah dibantu sampai kesini" kata Fariel.


"Iya Pak, sama-sama" kata Pe.


"Maaf enggak bisa ngasih tips" kata Fariel.


"Kami disini dah dibayar, jadi enggak minta tips" kata P


"Tapi boleh minta foto sekali lagi aja ya."


"Dah sana bawa, malah bengong" kata Fariel, pada Ari.


"Hmmm ya dah boleh, jangan kelamaan."


"Pak boleh minta tolong enggak fotokan sekali aja" kata Pe.


"Buruan Pak fotokan dulu baru bawa belanjaannya kemobil" kata Fariel.


"Siap laksanakan Bos komandan" kata Ari, dengan gaya hormat membuat Aya ikutan hormat.


"Nih Pak" kata Pe.

__ADS_1


Pak Ari langsung menerima dan kami foto bertiga dengan Aya yang dengan gaya mulutnya dimajukan keatas. Niat hanya foto sekali tapi malah jadi berkali-kali.


__ADS_2