Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Dipotong


__ADS_3

"Cocok tu, Mami setuju sama anak mm" kata Mami.


"Apa sih Mi, suka di potong gitu, bikin penasaran aja" kata Ervi.


"Iya Mami ini, suka dipotong gitu kalu ngomong sekarang" kata Fida.


"Biarin, terserah Mami dong, kan Mami yang ngomong bukan kalian, biar aja bikin penasaran kalian semua, iya gak Pi" kata Mami.


"Iya Mi" kata Papi.


"Sekarang kita lanjut ngobrol didepan yuk biar sambil nonton gitu, sama makan cemilan gitu, tadi kakak dapat kiriman dari Mama" kata Fida.


"Bilang aja minta, bukan dapat kiriman" kata Ervi.


"Emang apaan kak" kata Papi.


"Peyek sama seriping ubi rambat, kan katanya habis panen ubi rambat kemarin waktu kakak telponan sama Mama dan Bapak" kata Fida.


"Emang gak banyak sih, hanya beberapa kilo aja katanya, untuk sendiri sih katanya gak dijual."


"Emang mas gak tau ya" kata Ervi.


"Gak, mas gak tau kalau Bapak sama Mama panen ubi rambat" kata Fariel.


"Taunya cuma nanam aja disamping rumah."


"Ya udah kalau gitu kita kedepan, dah gak sabar juga pengen nyicip" kata Ervi.


"Huhhh, tadi aja marahin kakak, sekarang malah mau ikutan makan, dasar" kata Fida.


"Ini tuh buat kakak, karena kakak yang minta."


"Papi gak dikasih nih sama Mami" kata Papi.


"Uda dikasih gak" kata Fariel.

__ADS_1


"Dikasih dong, hanya adek yang gak, dikasih nya dikit aja" kata Fida.


"Dasar pelit" kata Ervi.


"Kalau gitu biar adek telpon Mama ah, biar minta dibuatin, atau besok adek ketempat Mama ah liburan disana, sapa tau dapat peyek sama kripik."


"Kalau kesana ajakin kakak ya dek, kakak juga mau ikut kesana, penasaran seperti apa disana" kata Fida.


"Berangkat aja sendiri" kata Ervi.


"Ih marah nih sama kakak, karena dikasih dikit" kata Fida.


"Biarin" kata Ervi.


"Dah dong jangan marahan napa, kalau pada marahan besok aku gak bakal tinggal disini lagi ah, males liat kalian tiap hari debat dan saling marah-marah" kata Fariel.


"Cocok tuh, Mami dukung, Mami juga bosen liat anak Mami pada debat tiap hari" kata Mami.


"clCoba deh kalian jangan ada perdebatan, saling menyayangi saling mengasihi, saling peduli, kerjasama, sebulan coba kalian akur deh" kata Papi.


"Iya Pi, Mi" kata Fida dan Ervi.


"Iya mas, jangan pergi ya, adek janji deh bakal akur sama kakak, jangan pergi ya mas ya, plis jangan tinggalin adek, adek gak mau, yayaya ya" kata Ervi.


"Iya, nyai bakalan akur sama adek, Uda jangan pergi ya" kata Fida.


"Lihat aja besok-besok" kata Fariel.


"Kalau kalian gak bisa akur dan masih sama, aku bakalan keluar dari rumah ini, dan gak mau kesini lagi, males lihat kalian debat mulu saling marahan, bikin pening aja liat kalian."


"Iya deh nyai janji besok gak bakal terjadi lagi, nyai janji" kat Fida.


"Adek juga janji mas, ini yang terakhir kalinya, iya kan kak" kata Ervi.


"Iya, ini yang terakhir kalinya" kata Fida.

__ADS_1


"Oke, aku kasih kesempatan, tapi ini terakhir ya, jangan diulangin lagi, masa kakak beradik sama-sama cewek berantem mulu dirumah, gak malu apa sama yang lain yang ingin punya saudara juga" kata Fariel.


"Makanya aku menyayangi kalian itu sama, sama rata, biar kalian itu gak iri atau apalah, jadi jangan diulang lagi, karena aku ingin punya saudara yang saling akur, sukur-sukur saling bahu membahu, atau saling memeluk dan merangkul."


"Bener tuh apa yang nak Fariel omongin, kalian saling bekerja sama bahu membahu, jangan saling cemberut dan usil" kata Mami.


"Mami sama Papi dah tua, dah gak sanggup lagi kalau lihat kalian saling melempar kesalahan, usil boleh tapi jangan terlalu, nanti malah kalian saling bertentangan dan bertengkar, Mami gak mau anak Mami seperti itu."


"Iya, Papi juga dah bosen lihat kalian bertengkar mulu, kalian memang saling menyayangi, tapi jangan saling debat dan marahan, itu gak baik" kata Papi.


"Sekarang kita kedepan yuk, katanya mau makan cemilan yang Mama kirim" kata Mami.


"Ayok" kata Fida dan Ervi.


"Kalian aja dulu, aku mau makan pecel lagi, lapar lagi liat kalian tadi berdebat" kata Fariel.


"Masa cuman lihat kami berdebat jadi buat mas lapar, bilang aja karena masakanku itu enak bikin jadi lapar lagi" kata Ervi.


"Mungkin juga iya, tapi aku mau makan pecel gak pake lele, hanya pake daun pepaya sama kembang pepaya, karena itu kesukaan ku dari dulu, pahit tapi bikin nagih" kata Fariel.


"Apalagi ada peyeknya."


"Kalau gitu biar nyai temanin disini" kata Fida.


"Iya, adek juga bakal nemenin mas makan lagi disini" kata Ervi.


"Kalian kedepan aja sana, aku mau makan sendirian, jadi ayok kedepan biar aku ambil peyek dulu, baru makan pecel" kata Fariel.


"Ya udah ayok" kata Fida.


"Yuk kita kedepan Pi, Mi, adek juga yuk."


"Kalian duluan akun mau bilang ke bibi biar gak dibereskan semuanya ini" kata Fariel.


"Oke mas" kata Ervi.

__ADS_1


"Ya dah sana aku mau nemuin bibi dulu bentar" kata Fariel.


Dan kami pun langsung berpisah, ada yang kedepan dan aku menemui bibi.


__ADS_2