Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Flashback 3


__ADS_3

Ada panggilan dari luar kamar.


"Aya, Aya" kata Fida.


"Tuh dipanggil tuh sama Mama tuh" kata Ervi.


"Iyarin" kata Aya.


"Ih kok gitu, sama Mama enggak boleh gitu" kata Ervi.


"Sini ngumpet sini diselimut sini biar enggak ketahuan sama Mama" kata Fariel.


"Cepetan masuk kedalam."


"Assalamu'alaikum" kata Fida, yang langsung membuka pintu.


"Waalaikumsalam" kata Fariel dan Ervi.


"Aya disini enggak Mi" kata Fida.


"Bukannya masih tidur" kata Fariel, sambil tersenyum.


"Dah bangun dari tadi" kata Fida.


"Bilangnya mau ke Ayah."


"Dibawah kali" kata Fariel.


"Enggak ada" kata Fida.


"Sami enggak lagi bohong kan."


"Bohong apaan" kata Fariel.


"Enggak lagi nyembunyiin Aya kan" kata Fida.


"Enggak ada" kata Fariel.


"Awas aja kalau bohong, kuremes-remes nanti" kata Fida.


"Aku dukung itu" kata Ervi.


"Bakal kubantu magangin biar enggak ngelawan."


"Wah kroyokan nih, enggak asik ah" kata Fariel.


"Soalnya kalau dukung Sami pasti kalah, mending ikutan dukung Mama Aya yang pasti menang" kata Ervi


"Ayok keluar nak, nanti ditinggal kalau enggak nongol."


Langsung nongol dari balik selimut.


"Mama" kata Aya, sambil tersenyum.


"Dah berani bohong ya sekarang ya" kata Fida.


"Siap-siap nanti kuremes-remes."


"Kenapa keluar, Ayah jadi kena hukuman nih gara-gara anak Ayah yang cantik ini enggak bisa kompromi" kata Fariel.


"Maap Ayah" kata Aya.


"Siap-siap aja remasannya nanti" kata Fida.


"Ampun, jangan dong" kata Fariel.


"Tega bener sih sama Ayah."


"Tenang ada Bunda yang bakal siap bantu ngikat kaki dan tangannya jika berontak nanti" kata Ervi.


"Anak Ayah bantuin Ayah kan nanti" kata Fariel.


"Enggak bisa, anak Mama harus ikut Mama enggak boleh ikut Ayah" kata Fida.


"Iya" kata Ervi.


"Harus ikut bantu Bunda sama Mama."

__ADS_1


"Oke cantik" dengan jari berbentuk oke.


"Oke" kata Aya, dengan jari berbentuk oke.


"Yahhhh" kata Fariel.


"Anak Ayah enggak sayang nih sama Ayah nih, enggak mau bantu Ayah nih sekarang."


"Lain kali ya Ayah" kata Ervi, ucapnya pada Aya.


"Ain ali ya Ayah" kata Aya.


"Yuk Aya sini sama Mama, mandi dulu baru nanti main lagi sama Ayah dan Bunda" kata Fida.


"Sekarang mandi dulu biar enggak bau iler dan pesing "


"Sana mandi dulu, nanti main lagi sama Bunda" kata Ervi.


"Bunda juga mau mandi."


"Ayah mandi" kata Aya.


"Iya, Ayah juga mau mandi, tuh masih bau ingus, sama kek kamu bau" kata Ervi.


"Yuk sini" kata Fida.


"Biar Ayah sama Bunda mandi juga dulu."


"Aya mandinya sama Mama dikamar Aya sendiri."


"Yuk buruan."


"Sana mandi" kata Fariel.


"Tadi enggak mau kawan sama Ayah, sana hus hus hus."


Plak, pukulan dari Aya.


"Hahahahaha" kata Fida dan Ervi.


"Ih kok Ayah dipukul sih" kata Fariel.


"Yuk, sama Mama yuk" kata Fida.


"Nanti lagi kalau dah mandi baru main "


"Sayang dulu sini sama Bunda sini" kata Ervi.


"Emmm anak Bunda" yang mencium pipinya Aya.


"Ayah dikasih sayang enggak nih" kata Fariel.


"Mahhh" kata Aya, mencium pipiku.


"Ih kok basah pipi Ayah" kata Fariel.


"Yuk" kata Fida, yang langsung mengangkat Aya kedalam gendongannya.


"Dada Aya" kata Ervi.


"Dada" kata Aya.


"Daaa" kata Fariel.


"Hahaha dicuekin" kata Ervi.


"Assalamu'alaikum" kata Fida


"Salam dulu "


"Assalamu'alaikum" kata Aya


"Waalaikumsalam" Fariel dan Ervi.


"Mau mandi sekarang atau nanti" kata Fariel.


"Nanti aja, masih terlalu pagi" kata Ervi.

__ADS_1


"Kan biasanya emang jam segini dah mandi, kok terlalu pagi" kata Fariel.


"Sekarang lagi males" kata Ervi.


"Maunya nanti sejam lagi aja mandinya."


"Terus mau ngapain" kata Fariel.


"Kunci pintu terus tidur, biar enggak ada yang gangguin" kata Ervi.


"Mau ada yang kupengenin."


"Apaan" kata Fariel.


"Kunci dulu baru nanti kukasih tau" kata Ervi.


"Hemmm" kata Fariel.


"Buruan sana kunci pintunya Mi" kata Ervi.


"Iya" kata Fariel, langsung turun dan mengunci pintu lalu balik lagi keatas kasur.


"Dah dikunci, mau apa sekarang."


"Buka bajunya Mi" kata Ervi.


"Mau apaan" kata Fariel.


"Mau main kuda-kudaan."


"Ihh, pikirannya Sami mah kotor mulu" kata Ervi.


"Pokoknya buka bajunya aja dulu."


"Hemmm, iya deh iya" kata Fariel.


"Punya kamu enggak dibuka "


"Ih apaan sih" kata Ervi.


"Buruan Mi."


"Iya" kata Fariel, langsung kubuka bajunya.


"Ini sekalian enggak, celananya."


"Enggak usah, gitu aja" kata Ervi.


"Emang mau apaan sih" kata Fariel.


"Sami boboan aja dulu" kata Ervi.


"Oke" kata Fariel, langsung tiduran.


"Aku mau mainan ini" kata Ervi, yang menyentuh pada perutku yang berbentuk kotak-kotak dan kepala diletakkan diatas dadaku.


"Silahkan sesukamu" kata Fariel.


"Jangan dicubit, enggak akan bisa."


"Enggak, hanya mau pegang aja" kata Ervi.


"Sami masih rada ngantuk nih, boleh Sami merem dan tidur" kata Fariel.


"Tidur aja" kata Ervi.


"Oke, nanti kalau butuh sesuatu, bangunin Sami ya" kata Fariel.


"Iya" kata Ervi.


"Lakukan apa yang kamu sukai dariku asal membuatmu senang" kata Fariel, dalam hati.


"Semua yang ada ditubuhku adalah milikmu juga, sentuhlah sesukamu."


"Semoga kau selalu sehat dan bisa bahagia selalu bersamaku."


"I love you, para bidadari bumi yang diturunkan oleh Tuhan untukku."

__ADS_1


__ADS_2