Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Pilihan sulit


__ADS_3

"Kalau saya bilang harus gimana, pilihannya hanya ada berhenti kerja apa kita nikah. Saya kasih waktu 15 detik dari sekarang" kata Fariel.


"Aduddududuhhh" karena bingung jadi menggaruk alisnya yang tak gatal karena pilihannya baginya sangat sulit.



"Sudah selesai waktunya, jadi keputusan nya adalah kita bakal" kata Fariel.


"Aku berhenti kerja" i.


"Oke, baiklah kalau gitu sekarang kamu keluar" kata Fariel.


Dan dia pun langsung hendak keluar dan tak pula dengan meneteskan airmatanya.


"Kenapa nangis, aku kan cuman nyuruh kamu keluar, bukan di pecat, kenapa malah nangis" kata Fariel.


"Hahhhh, maksudnya Mas" sambil menghapus airmatanya.


"Ini tisu untuk ngapus air matamu, apa perlu kubantu. Entar dikira aku ngapa-ngapain karyawan aku, padahal kan cuma mau minta tolong belikan rujak dua satu pedas satu biasa. Sama belikan kopi tanpa gula terus jusnya bebas ini uangnya" kata Fariel, sambil memberikan selembar uang pada i.


"Hahhhh" i, yang langsung mengambil tisu juga uang seratus.


"Udah sana, apa beneran mau berhenti kerja, karena dah gak mau kerja disini lagi" kata Fariel.


"Bukan gitu" i.


"Jangan lama, kutunggu disini gantiin kamu sementara, kalau lama ku potong gajimu bulan ini 50 persen atau kita" kata Fariel.


Aku ketawa karena melihatnya langsung lari kabur sebelum aku selesai ngomong.

__ADS_1


"Nanti sampaikan padanya, kalau saya nunggu diruang makan" kata Fariel, ucapku pada ketiganya.


"Baik Pak" jawab serentak.


"Jangan Pak, aku belum nikah, apalagi tua. Panggil biasa aja" kata Fariel.


"Baik Bang, Mas" jawab mereka berbeda secara bersama.


"Nah gitu kan enak di dengar. Lanjutin kerjanya ya, aku juga mau lanjut ngerjainnya" kata Fariel, sambil tersenyum gembira ria, karena berhasil membuat hiburan.


Langsung aku menuju ruangan khusus karyawan untuk makan dan buat minum. Tapi ada yang memanggilku.


"Den, Aden" kata Udin.


"Eh Pak Udin, ada apa Pak" kata Fariel.


"Ini saya disuruh Ibu untuk ngantarin motor untuk Aden pulang nanti" kata Udin, sambil menyerahkan kunci motor padaku.


"Motor Aden kuncinya kan dikamar Aden, Bapak gak berani masuk kalau belum dapat izin dari pemiliknya" kata Udin.


"Ya udah, yuk tunjukkan motornya, nanti saya salah bawa lagi" kata Fariel.


"Mari Den" kata Udin.


Kami pun bergegas keluar menuju parkiran khusus buat karyawan dan pemilik minimarket.


"Yang itu Den, yang warna hitam" tunjuk nya.


__ADS_1


"Itu motor siapa yang Pak Udin bawa" kata Fariel.


"Itu punya si Non Ervi Den. Karena baru dua kali dipakai sejak dibelinya. Terus sama Ibu dan Bapak gak boleh dipakai lagi, karena ngeri liatnya, makanya suruh Aden yang pakai" kataUdin.


"Kenapa harus yang itu, matic atau motor bebek yang lain aja aturan Pak diantarnya. Saya juga ngeri bawanya nanti" kata Fariel.


"Gak papa, kalaupun motornya ancur yang penting Aden gak kenapa-kenapa itu gak masalah kata Ibu, karena kalau dijual takut sama Non Ervi" kata Udin.


"Akupun makin takut kalau gitu, kalau rusak gimana gantinya, uang darimana coba" kata Fariel.


"Ini Mas pesanannya" kata i, sambil ngos-ngosan karena berlari.


"Kamu jalan kaki nyarinya" kata Fariel.


"Iya mas" i,


"Ini helmnya, saya permisi dulu ya Den" kata Udin


"Iya makasih Pak, hati-hati dijalan" kata Fariel.


"Kenapa gak naik ojek biar gak kecapean kekgini. Kalau pingsan dijalan gimana. Itu uangnya sisa kan" kata Fariel.


"Sisa Pak ini" i


"Itu untuk kamu, itu seharusnya tadi untuk kamu naik ojek, makanya saya kasih lebih. Ya dah bawa masuk langsung sajikan dipiring terpisah ya. Tunggu sampai aku masuk jangan keluar dulu, oke" kata Fariel.


Dia hanya mengangguk lalu masuk kedalam.


"Duh sial. Kenapa harus motor itu yang diantar kemari, jangan-jangan ini salah satu karma karena tadi sengaja ngerjain pegawai dengan berlebihan sampai lari-lari begitu. Gak lagi-lagi ahhhh, tobat tobat" ucapku dalam hati lalu masuk dan jalan menuju ruang makan.

__ADS_1


"Uni mas dah siap" i, terus berjalan keluar.


"Ehhh stop, berani melangkah satu langkah lagi langsung hari senin kita.


__ADS_2