Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Datang kerumahnya


__ADS_3

"Lama ya nunggunya" kata Tia.


"Gak kok, hanya hampir tumbuh akar aja" kata Fariel.


"Hah, akar" kata Tia.


"Becanda juga" kata Fariel.


"Apa dah siap."


"Udah dong, tinggal berangkat aja nih" kata Tia.


"Berangkat kemana emangnya, kan cami hanya disuruh datang kesini bukan untuk jalan-jalan" kat Fariel.


"Ih cami mah gitu, kan canis mau cami tuh nemenin canis jalan-jalan kaya orang-orang gitu, masa dirumah terus hari minggu" kata Tia.


"Emang mau kemana sih" kata Fariel.


"Kemana aja yang penting gak dirumah aja, entar dikira lagi nelor di kamar terus" kata Tia.


"Temen canis aja pada keluar jalan-jalan, masa canis jagain rumah sih."


"Ya udah ayok, kita berangkat, tapi kemana dulu ini" kata Fariel.


"Hmmmmmm, gimana kalau ke danau aja" kata Tia.


"Ya terserah canis aja, cami mah ngikutin kemana canis mau" kata Fariel.


"Akukan hanya jadi supir."


"Iya cami itu supir, tapi supir kehidupan canis yang selalu membuat canis selalu sarah arah, karena ingatnya cuma cami mulu cami mulu" kata Tia.


"Ah masa, perasaan cami gak pernah ngarahin kemana-mana, kenapa bisa salah arah" kata Fariel.


"Karena cami itu yang nyetir hatiku selalu kapanpun dimanapun canis berada, pasti rasanya ingin ada selalu didekat cami mulu" kata Tia.

__ADS_1


"Ah masa" kata Fariel.


"Enelan cami ku sayang, cami itu bagaikan garam dalam masakan, jadi kalau gak ada cami gak bakal enak dan berasa gitu, jadi seperti itulah kira-kira kalau canis gak ada cami disini, rindu mulu rasanya" kata Tia.


"Gombal apa ngerayu nih" kata Fariel.


"glGak gombal dan gak ngerayu, emang cami apa yang suka gombal, caniskan bilangnya sesuai apa yang canis rasakan, ini jujur dari dalam sini" kqta Tia.


"Jujur kacang ijo apa jujur beras" kata Fariel.


"Itu bubur cami, kalau jujur itu rasa duren" kata Tia.


"Ihhh ngambek nih, cami kan cuma becanda" kata Fariel.


"Jangan cemberut kaya gitu, cami gak kuat lihatnya, cemberut canis itu manis dan imut, jadi biasa aja."


"Ahhh gombal" kata Tia.


"Mana senyum nya buat cami, masa cami disambut dengan cemberut kaya gini" kata Fariel.


"Abis cami bikin canis bete" kata Tia.


"Kangen iya bete iya rese iya gombal apalagi" kaya Tia.


"Iya dong, itulah cara cami biar bikin canis itu selalu rindu sama cami, dan gak mau jauh dari cami, kan itu semua bumbu cintanya cami buat bikin canis kengen mulu rasanya" kata Fariel.


"Cami mah" kata Tia, yang tiba-tiba memelukku yang masih duduk.


"Eitss kenapa malah peluk cami sih, tuk Pak satpamnya lihatin kita loh, nanti bisa-bisa kita dibawa ke kantor" kata Fariel.


"Hehehe, abis cami bikin canis selalu ingin memeluk dengan rasa sayang bercampur rindu yang ada dalam hati" kata Tia, lalu melepaskan pelukannya.


"Ya udah biar gak meluknya bebas dan terserah kapanpun canis mau, nanti cami bakal kerumah canis buat lamar canis biar gak main peluk sembarangan, kan kita belum punya ikatan kata sah sebagai suami istri, jadi peluknya jangan diulang kaya gitu lagi, kalau cami gak kuat kan bisa bahaya, bisa-bisa nanti terjadi hal yang gak diinginkan" kata Fariel


"Yaudah kalau gitu sekarang aja cami datang kerumah canis biar kenal sama orang tua canis, sapa tau mereka ngasih izin buat cami dan canis, biar nanti canis bisa selalu meluk cami kapanpun dan saat canis tidur ada yang meluk canis" kata Tia.

__ADS_1


"Berarti pertahanannya runtuh dong, katanya mau nunggu sampe lulus dulu, kenapa sekarang malah kayaknya kepengen dihalalin ya" kata Fariel.


"Abis kalau malam canis itu gak bisa ngilangin bayangan cami, apa lagi setiap mau tidur tuh maunya lihat cami dulu sambil memeluk boneka" kata Tia.


"Yaudah ayok berangkat sekarang kalau gitu" kata Fariel.


"Ayok, canis dah gak sabar mau ngenalin cami sama mereka" kata Tia.


"Gak tahan buat ngenalin apa buat malam pertama nanti" kata Fariel.


"Ih cami mah, itu belum, abis kita nikah canis mau kuliah dulu sampe selesai, cami hanya boleh meluk sama nyium aja, gak boleh yang lain-lain dulu sampe canis lulus, oke cami" kata Tia.


"Iya canisku sayang, apapun buat canis bahagia cami mah akan selalu ngikutin" kata Fariel.


"Tapi kalau nanti kita dah sah, kita mau tinggal dimana, kan gak mungkin disini, apalagi tinggal sama orangtua, kan cami mau belajar mandiri sama istri cami nanti."


"Itu gampang, yang penting cami selalu ada buat canis, canis mah ikut kemana aja nanti canis akan dibawa sama cami" kata Tia.


"Ya udah ayok berangkat, tapi nanti dikasih arahannya ya, kan cami gak tau jalannya menuju rumah canis" kata Fariel.


"Iya camiku, canis nanti kasih tau, tenang aja ya" kata Tia.


"Yuk berangkat langsung, itu biarin aja disitu."


Akupun langsung berdiri terus berjalan kearah motor dengan tingkah manjanya Tia yang menggandeng tanganku.


"Nih pake helm nya" kata Fariel.


"Pakein mi" kata Tia.


"Duh manjanya canisku ini" kata Fariel, langsung memakaikan helm dikepalanya.


"Dah."


Akupun langsung naik keatas motor.

__ADS_1


"Ayok naik" kata Fariel.


Tia langsung naik keatas dan tak lupa langsung melingkar kan tangannya lalu menyenderkan kepalanya di punggungku dan kita lang jalan menuju rumahnya.


__ADS_2