
"Lah, sok" kata Ervi.
"Cara jemen ke Pi."
"Justru cara jaman itulah yang berbeda" kata Bapak.
"Anak sekarang mana ngerti cara kami para orang tua."
"Enggak perlu bunga enggak perlu perhiasan, cukup lakukan saja."
"Apanya Pak" kata Fariel dan Ervi.
"Hemmm pakai sok kompak segala" kata Bapak.
"Harus dong" kata Fariel dan Ervi.
"Hahahahaha."
"Banyak pokoknya" kata Papi.
"Salah satunya apa" kata Ervi.
"Yang jelas enggak nongkrong di pinggir jalan atau taman ataupun dipinggir danau" kata Bapak.
"Ya terus apaan" kata Ervi.
"Ini kapan mulai makannya sih, kok malah ngobrol mulu" kata Papi.
"Berangkat dan pulang sekolah boncengan pakai sepeda, enggak kaya sekarang pakai motor harus yang bagus, ataupun mobil" kata Bapak.
"Ngaji ke Masjid bareng, pulangnya main petak umpet habis Isya sama temen-temen, yang jaga juga berpasangan."
"Sekarang mana ada yang seperti Bapak dulu."
"Hp mulu hp mulu, kita mah cukup surat ataupun datang langsung kerumahnya ngetok jendela kalau takut sama calon mertua."
"Bener tuh, enggak kaya model sekarang, dikit-dikit kemall, ataupun nongkrong diwarung kopi" kata Mami.
"Duit mulu duit mulu, iya kalau jadi, kalau enggak."
"Percuma dong memanjakan anak orang lain yang jadi jodoh orang, mending manjain orang tua atau diri sendiri, lebih bermanfaat."
"Kalau itu Mama setuju dengan Mami kalian" kata Mama.
"Manjain kok jodoh orang, orang tua diporotin, minta duit tuk jajanin jodoh entah siapa."
"Jaman Mama itu jaman yang asik tak membosankan, enggak perlu banyak uang tapi selalu happy."
__ADS_1
"Modal sepeda aja dah cukup, bawa bekal air minum dau cukup bisa keliling."
"Ya kalau jaman Mama kita ikutin ya mana bisa, sekarang jaman modern" kata Ervi.
"Mana ada yang mau diajak jalan pakai sepeda, lalu bawa bekal dari rumah."
"Bisa dibilang pelit nanti ataupun perhitungan sama pasangan."
"Kalau dah sah mah boleh, enggak papa" kata Bapak.
"Mau beli apa yang dimau enggak masalah asal ada yang untuk beli "
"Daripada manjain tau-tau ngenes, ditinggal nikah."
"Putus ditengah jalan, kan ambyar kalau kata anak sekarang, hatiku ambyar, karena enggak ada kabar, tau-tau ngasih kabar dengan undangan pernikahan."
"Sakit hatiku, sakit."
"Hehehehehe, ada yang merasa loh Pak" kata Ervi.
"Biasa aja, santai aja" kata Fariel.
"Kalau dia mah dikit beda, kan karena dijodohkan enggak ada restu, bukan diputuskan pas lagi sayang-sayangnya" kata Mama.
"Anak Mama yang sabar."
"Iya Ma" kata Fariel.
"Enggak ada yang pernah kusesali kok."
"Yang lalu biarkan berlalu."
"Bahagia sekarang ada didepan mata, kenapa harus memikirkan hal lama dan buat sesal perih didada."
"Ikhlaskan saja, karena jodoh, rejeki dan mati dah ada yang ngatur."
"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar" kata Ervi.
"Aaa Amin."
"Kumat, kumat anak Mami" kata Mami.
"Kue do'a mangan" kata Papi, Mama dan Bapak.
"Dikira enggak tau apa" kata Papi.
"Kan Papi juga lihat stori mu."
__ADS_1
"Mama kok tau juga, bukannya Mama gak ada HP" kata Ervi.
"Siapa bilang, Mama dah punya kok" kata Mama.
"Lebih bagus dari punyamu, walaupun enggak bisa makainya."
"Mana coba lihat, kok aku enggak tau ya" kata Ervi.
"Ada pokoknya, didalam lagi dicolok" kata Mama.
"Di cas Ma" kata Fariel.
"HP apaan Ma, pasti HP tulalit" kata Ervi.
"Ih ngejek, emang Mama enggak bisa beli apa, walaupun kartunya aja" kata Mama.
"Didalam, pkoknya ada gambar buah keroak dikit karena dimakan apaan enggak tau."
"Punya Mama lebih bagus dari punyamu, keluaran terbaru, Mami aja kalah" kata Mami.
"Yang bener Mi" kata Ervi.
"Iya, rang Papi yang ngasih" kata Papi.
"Biar kalau kamu kangen sama Mama tinggal telpon aja."
"Enggak nyuruh orang buat nelponin keBapak lalu kasih ke Mama."
"Emang dah bisa buat vc, taunya paling hanya nelpon doang, ya kan Ma" kata Ervi.
"Ngejek nih anak Mama ini" kata Mama.
"hanya ngirim pesan yang masih susah, masih suka kesleo."
"Kalau hanya itu gampang, bahkan lihat fotomu di itu apa namanya."
"Fecebook" kata Bapak.
"Iya, Pecebok" kata Mama.
"Dah bisa Mama, walaupun hanya bentar, karena enggak berfaedah main gituan, mending ngobrol sama Mami kalian, ada manfaatnya, bisa curhat dikit, sama bagi ilmu "
"Iya Ma iya" kata Ervi.
"Dah sekarang kita makan aja langsung, malah ngobrol" kata Fariel.
"Lapar nih, seharian ini ngurusin bayi tua mulu, gendong mulu."
__ADS_1
Ada cubitan dikit.