Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Flashback 6


__ADS_3

Setelah lama belanja, kini sampailah dirumah.


"Assalamu'alaikum" kata Fariel, sambil menuntun Aya dan membawa kantong plastik.


"Ikum" kata Aya, yang maksudnya mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam" kata Fida, yang sedang diteras depan.


"Eh anak Mama kok baru pulang."


"Habis darimana aja nih jalan-jalannya."


"Li es kim" kata Aya.


"Mama dikasih enggak esnya" kata Fida.


Hanya anggukan dari Aya.


"Den, ini taro mana" kata Ari, yang baru nongol.


"Letakkan aja didalam Pak, dimeja" kata Fariel.


"Baik Den" kata Ari.


"Beli apa aja Yah, kok banyak banget, kaya habis borong" kata Fida.


"Enggak tau apa aja" kata Fariel.


"Loh kok enggak tau dibeli sih Yah" kata Fida.


"Ya gimana lagi daripada anak kita nangis disana, bikin malu nanti kalau enggak diikutin" kata Fariel.


"Asal masukin aja apa yang mau dimasukin ke keranjang."


"Emang Ayah enggak ngawasin apa" kata Fida.


"Jangan bilang asik godain pegawai pagi-pagi ini."


"Enak aja nuduh yang enggak-enggak" kata Fariel.


"Tadi aku tuh jawab telpon dari Mami, terus Aya ku titipin sebentar sama kasir buat nemenin beli jajan, enggak taunya malah datang penuh tuh keranjang."


"Duh anak Mama ya, kalau beli jajan pasti borong" kata Fida.

__ADS_1


"Ar nyak" kata Aya. biar banyak maksudnya.


"Pasti uang Ayah dihabisin dong sama anak Mama ini buat borong jajanan" kata Fida.


"Bukan hanya habis, tapi ngutang" kata Fariel.


"Ih bikin malu aja sampai ngutang gitu" kata Fida.


"Masa pemilik perusahaan ternama dan artis kota beli jajanan buat anak ngutang."


"Biarin lah malu" kata Fariel.


"Ini juga karena kalian yang ambil ATMku."


"Iya maaf" kata Fida.


"Tapi Bunda juga tuh."


"Iya kalian berdua" kata Fariel.


"Itu biar Ayah enggak suka teraktir sembarangan orang" kata Fida.


"Dikit-dikit bayarin temen, eh enggak taunya ada para gadis dan janda muda juga."


"Buat pelajaran biar enggak suka nongkrong."


"Lagian juga tempatnya rame, dan dikantin kantor sendiri, masa iya mau macam-macam."


"Ya mana tau" kata Fida.


"Kalau dah ada celah sedikit itu pasti akan ada celah yang makin lebar dan masuk deh kedalam jurus jaran goyang."


"Enggak mungkin" kata Fariel.


"Lagian aku enggak pernah percaya sama yang begituan."


"Enggak pake begituan aja dah punya dua, apalagi kalau pake, bisa tujuh."


"Sekarang aja bisa kalau mau nambah lima lagi."


"Ih ngomong apa" kata Fida.


Sambil ancang-ancang tuk kabur.

__ADS_1


"Nambah lima sekarang juga bisa" kata Fariel. Langsung masuk kedalam rumah.


"Ih awas aja ya nanti" kata Fida.


"Siap-siap aja tidur digudang bareng sama siti."


"Mau dong" kata Fariel.


"Ya sono, sama siti, alias sitikus" kata Fida.


"Mending meluk kamu aja nanti dikamar atas, daripada sama tikus" kata Fariel.


"Ogah" kata Fida.


"Yakin ogah" kata Fariel.


"Nanti enggak dipeluk seminggu sekali langsung demam kasih sayang yang mendalam, butuh pelukan hangat darimu, oh suamiku."


"Ih dasar kalau ngomong enggak disaring" kata Fida.


"Enggak pernah ya begitu ya."


"Ah masa" kata Fariel.


"Iiihhh nyebelin banget sih" kata Fida.


"Ihhh cemberut" kata Fariel.


"Lihat tuh, Mama mukanya kenapa tuh."


"Mama ucu" kata Aya.


"Ya dud" badud maksudnya.


"Awas aja nanti ya" kata Fida.


"Iya, mau berapa lama" kata Fariel.


"Ih dasar, ada anak juga" kata Fida.


"Emang ngomong apaan" kata Fariel.


"Hayo, mikir apaan hayoo."

__ADS_1


"Ngaku hayo ngaku."


"Bentar, Mama mau hukum Ayah dulu" kata Fida, yang meletakkan Aya dibawah dari pangkuannya.


__ADS_2