Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Kompak


__ADS_3

Saat sedang asik tidur dipeluk oleh keduanya, ada yang sedang mengusik kami, siapa lagi kalau bukan si Aya.


"Awass" kata Aya, sambil menyingkirkan tangan mereka yang memelukku.


"Awas Unda, awas."


"Mama."


"Ihh anak Mama kok ganggu aja sih" kata Fida.


"Ini unyaku" kata Aya.


"Ini punya Bunda, bukan punya Aya" kata Ervi, sambil memelukku.


"Aaa, unyaku" kata Aya, yang menyingkirkan tangannya.


"Apa sih anak Ayah" kata Fariel.


"Unda ma Mama akal"kata Aya.


"Punyaku" kata Ervi, yang memelukku.


"Punyaku juga" kata Fida, yang memelukku.


"Ahahahaa" tangis Aya.


"Ih, kalian jangan gitu dong, kasian anakku" kata Fariel.


"Tuh nangis, nanti bakalan jadi repot, susah bikin diemnya."


Ervi dan Fida malah ketawa karena berhasil buat Aya ngambek dan menangis.


"Sini peluk Ayah sini" kata Fariel, Langsung kutarik Aya dan memeluk sambi tiduran dan Aya berada diatas, didadaku.


"Bunda Sama Mama nakal ya."


"Kasian anak Ayah ini."


"Dah sekarang peluk Ayah biar enggak diambil sama mereka, jangan nangis."


"Bunda juga mau peluk Ayah ah" kata Ervi.


"Mama juga" kata Fida.


"Haaaaaa aaaa" tangis Aya.


"Tolong dong jangan diusilin gitu" kata Fariel.


"Biarin aja dulu napa."

__ADS_1


"Nanti juga bakalan buat kalian kalau Aya dah tidur, dia belum tidur lagi loh, ini dah waktunya tidur biasanya jam segini."


"Hehehehe, abis lucu sih kalau Aya lagi ngambek sama nangis gitu, mirip Mamanya" kata Ervi.


"Kan aku Mamanya, makanya sama" kata Fida.


"Dah ya jangan diusilin, dah merem tuh, bentar lagi tidur" kata Fariel.


"Dah cape main pasti, makanya langsung tidur nih."


"Pakai bantal kalian sendiri aja dulu ya, nanti lagi kalau mau."


"Kalau nanti kayaknya enggak deh" kata Fida.


"Iya, mending makan es sama makan semangka, pasti seger banget nih" kata Ervi.


"Cocok itu, aku juga pengen" kata Fida.


"Ya dah sana" kata Fariel.


"Jangan lupa aku dibagi ya, nanti nyusul kalau dah beneran tidur pules Ayanya."


"Ogah, mau kuhabisin semuanya" kata Fida.


"Iya, mau kita habiskan tanpa kusisain buat Sami" kata Ervi.


"Ih, tega bener sama Suami sendiri kekgitu" kata Fariel.


"Bisa sendiri, bisa tidur sendiri" kata Ervi.


"Iya, kita bisa tidur bedua ya kan" kata Fida, pada Ervi.


"Iya" kata Ervi.


"Sami sama Aya aja tuh, peluk biar enggak nangis lagi."


"Sip kalau gitu" kata Fariel.


"Tapi yakin nih, nanti enggak dipeluk sehari langsung sakit, bisa langsung bete, mukanya langsung ditekuk, plus ngambek."


"Sami jahat enggak mau nemenin aku tidur lagi, Sami enggak peluk aku lagi, sambil laporan ke Papi Mami."


"Ihh" kata Fida dan Ervi, langsung menarik telingaku.


"Auw, sakit loh" kata Fariel.


"Suka banget jewerin kupingku deh."


"Biarin" kata Fida.

__ADS_1


"Biar panjang telinga Sami kaya yang dikera sakti" kata Ervi.


"Coba gimana bunyinya" yang malah mendorong hidungku keatas dengan telunjuknya.


"Hurggg hurggg" kata Fariel.


"Ulangi lagi" kata Fida, yang menarik telingaku dan digerakkan.


"Hurgg hurgg" kata Fariel.


"Hahahahahaha" Fida dan Ervi, yang ketawa.


"Sami lucu" kata Fida.


"Mirip Mi" kata Ervi.


"Ih dasar, suami sendiri dikatain kek gitu" kata Fariel.


"Hehehehe, abis lucu sih" kata Ervi.


"Dah ah sana, katanya mau makan es sama buah" kata Fariel.


"Disini kalian bikin ribut aja, nanti Aya kebangun karena kalian asik ketawa."


"Oke" kata Ervi, lalu mencium pipiku dan bangun.


"Emmmm" kata Fida, yang juga menciumku lalu bangun.


"Ih, nyium apa jilat sih kok basah" kata Fariel.


"Hahahahahaha" kata Fida.


"Maaf."


"Sebenarnya pengen tak jilat kaya es sih, siang-siang gini."


"Dasar" kata Fariel.


"Kita jilat aja yuk" kata Ervi.


"Ayok."


"Ihhh" kata Fariel.


"Esnya maksudnya" kata Ervi dan Fida.


"Dasar" kata Fariel.


"Dah sana, Sami mau nidurin anak dulu, nanti malam baru nidurinnya yang lain, yang beda."

__ADS_1


"Ogah" kata Fida dan Ervi, yang kompak dan langsung berdiri lalu pergi.


__ADS_2