Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Mimpi


__ADS_3

Loh kok nangis lagi" kata Fariel.


"Apa ada yang sakit."


"Aku enggak mau ditinggalin lagi" kata Fida.


"Aku enggak mau ditinggal yang kedua kalinya."


"Cukup sekali aja aku ditinggal pergi."


"Aku enggak mau nanti jadi janda lagi, aku enggak mau."


"Aku sayang sama Sami."


"Jangan tinggalin Sanis sampai nanti."


"Iya, Sami enggak akan pergi meninggalkan kalian semua" kata Fariel.


"Kan Sami selalu ada buat kalian semua."


"Dah tidur aja ya, jangan berpikir yang macam-macam."


"Tapi aku sering mimpi bakal ditinggal sama Sami" kata Fida.


"Termasuk tadi pagi."


"Aku mimpi kalau Sami bakal pergi jauh takan kembali lagi."


"Itukan hanya mimpi" kata Fariel.


"Mimpi itu bunga tidur, jadi enggak akan terjadi dan nyata."


"Cukup berdoa dan minta pada Tahun, agar mimpi ini hanya teman tidur dan supaya kita selalu ingat pada Tuhan yang memberikan kita hidup."


"Dah ya jangan nanti lagi ya."


"Atau mau kita Shalat Dhuhur dulu, kita kan belum Shalat."


"Mau, tapi jangan tinggalin aku nanti" kata Fida.


"Nanti juga temanin aku tidur."


"Iya, nanti enggak akan kutinggalkan" kata Fariel.

__ADS_1


"Pasti nanti kutemanin enggak akan kutinggalkan."


"Janji ya" kata Fida.


"Iya janji" kata Fariel.


"Sekarang hapus dulu air matanya, jangan nangis lagi ya" yang langsung kulap dengan jariku.


"Yuk bangun biar Sami gendong."


"Didepan" kata Fida.


"Iya ayok" kata Fariel.


Langsung bangun dan kugendong dibagian depan dan jalan.


"Mi" kata Fida.


"Iya, Mau ngomong apa" kata Fariel.


"Bilang sama Sami kalau ada yang mau diomongin."


"Sami enggak akan kemana-mana, kan Sami lagi gendong istriku yang cantik ini."


"Hemm" kata Fida.


"Loh kok cemberut gitu" kata Fariel.


"Kenapa dengan bibirnya, sakit."


Hanya gelengan kepala dan lalu mencium pipiku.


"Sami janji ya enggak bakal ninggalin aku dan kita semuanya" kata Fida.


"Iya janji enggak akan ninggalin kalian semuanya" kata Fariel.


"Pegang kata-kata Sami ini, kalau Sami akan selalu ada disamping kalian semuanya."


"Kalau Sami pergi ninggalin kita semua, aku juga akan pergi biar selalu sama Sami dimanapun berada" kata Fida.


"Iya, nanti bakal Sami ajak kemana pun kalau Sami pergi" kata Fariel.


"Tapi sekarang hapus air matanya, enggak boleh nangis lagi."

__ADS_1


"Janji sama Sami kalau enggak akan nangis lagi."


"Tapi aku takut kalau mimpi itu akan nyata" kata Fida.


"Aku takut Sami akan benar-benar ninggalin kita."


"Aku enggak mau Sami pergi jauh dan enggak akan kembali."


"Aku hanya mau Sami yang selalu ada disini nemenin aku sama yang lain."


"Aku enggak mau ditinggal jauh."


"Iya Sami enggak akan pergi jauh" kata Fariel.


"Sami pasti hanya pergi sebentar untuk kerja dan akan kembali lagi, Sami janji."


"Kan istri Sami disini sama anak Sami juga keluarga Sami, pasti Sami bakal balik lagi buat kalian."


"Sami juga enggak bakalan bisa ninggalin kalian semua, Sami enggak akan kuat jika ninggalin kalian lama-lama."


"Apalagi ninggalin istriku yang cantik yang manja yang suka minta gendong, suka melukin Sami, suka apa lagi ya, hmmm banyak pokoknya."


"Sama suka cemberut gitu."


"Tapi tetap cantik dan gemesin walaupun lagi cemberut gitu."


"Ihhh" kata Fida, sambil memukul dadaku.


"Tuh kan cemberutnya datang lagi, bibirnya juga mau dijatuhkan lagi" kata Fariel.


"Awas nanti bakal jatuh dan dimakan semut, karena itu manis melebihi manisnya gula."


"Jadi jangan gitu bibirnya nanti jatuh beneran."


"Sami kan enggak mau kalau nanti punyamu jatuh, kalau jatuh nanti Sami diciumnya pakai apaan dong."


"Masa iya pakai gigi, gigit dong."


"Iiihhh" kata Fida, lalu membuang muka.


"Ih lucunya, malah buang muka segala" kata Fariel.


"Ini yang ganteng dan manis disini loh, masa mau dianggurin enggak dipandangin."

__ADS_1


"Hemm" kata Fida.


__ADS_2