
Saat aku melamuan ada suara ketukan pintu dari luar kamar dan juga salam.
"Tok tok tok, Assalamu'alaikum" kata Mami.
"Waalaikumsalam, masuk aja Mi, gak dikunci kok" kat Fariel.
Mami pun langsung membuka pintu dan masuk kedalam.
"Ada apa Mi, apa ada yang mau dibicarakan" kata Fariel.
"Kayaknya sangat penting ya Mi."
Mami langsung duduk disamping ranjang ku, dan akupun langsung bagun dan duduk.
"Apa ada sesutu yang perlu dibicarakan Mi" kata Fariel.
"Ada nak, Mami mau ngomong banyak sama kamu malam ini, maaf mengganggumu tidurmu, atau lamunanmu."
"Gak ganggu kok Mi, tadi sedikit memang melamun dan mengingat masa dulu" kat Fariel.
"Mami ngerti, pasti sangat berat bagimu nak, karena kebersamaan kalian, membuat momen yang begitu indah penuh bahagia tersenyum sempurna" kata Mami.
"Ya begitulah Mi, tapi inilah yang memang harus kuterima tanpa harus kusesali, karena mungkin Tuhan memang memberikan kebahagiaan yang lain padaku bukan dengannya" kata Fariel.
"Yang sabar, pasti Tuhan akan sangat memberikan kebahagiaan untuk mu nanti" kata Mami.
__ADS_1
"Masih ada Mami disini yang senantiasa memberikan kasih sayang padamu."
"Mami tau apa yang terjadi tadi kemarin dibelakang, Mami menguping pembicaraan kamu dan Ervi, bahkan Papi juga ikut bersama Mami saat kalian sedang ngobrol."
"Maaf jika Mami lancang karena menguping, karena kami sangat ingin tau apa yang akan terjadi di siang itu, karena Mami dan Papi takut akan membuat kalian bertengkar."
"Gak papa kok Mi, Mami gak salah, Mami dan Papi boleh tau apapun yang kami bicarakan kemarin siang" kata Fariel.
"Mami juga tau jika kamu ingin pergi meninggalkan rumah ini karena banyak orang yang membicarakan kita, terutama pada keluarga ini, yang membawamu masuk ke rumah ini tanpa ikatan apapun hanya seorang anak angkat atau karyawan kantor" kata Mami.
"Bahkan Mami juga sering mendengar langsung dari para tetangga yang mengatakan kalau membiarkan anaknya itu kumpul kebo."
"Mami hanya ingin kamu mengerti sama Mami"
"Mami dan Papi sudah sepakat akan menerima keputusan mu, apapun itu."
"Jika tidak, Mami berharap kamu tetap menjadi bagian dari keluarga ini, menjadi anak Papi dan Mami, walau hanya anak angkat."
"Makasih Mi atas semuanya, apapun nanti yang akan tejadi, Mami tetap akan menjadi Mamiku juga. Kalian akan aku anggap sebagai keluargaku juga, orang tuaku walapun aku tak terlahir dari rahim Mami" kata Fariel.
"Terimakasih nak dah mau menerima keluarga ini" kata Mami.
"Mami harap kamu bisa memberikan kebahagiaan padanya, karena Mami dan Papi tak pernah memberikan kebahagiaan padanya, hanya bisa memanjakannya, menuruti apa yang diinginkannya."
"Papi dan Mami sangat berharap lebih padamu nak."
__ADS_1
"Jika kamu ingin pergi dan keluar dari rumah ini, Mami minta kamu tetap harus sering datang kerumah ini."
"Kalau bisa setiap makan pagi dan malam kamu ada disini untuk berkumpul menyantap makanan."
"Mami sudah menyiapkan rumah yang bakal kamu tempati, jangan kamu menolak pemberian Mami."
"Karena ini permintaan Papi dan Mami."
"Maksih Mi telah menyiapkan rumah yang bakal menjadi tempat aku untuk beristirahat" kata Fariel.
"Aku akan membayar sewa rumah yang telah Mami siapkan."
"Gak usah nak, itu rumah Mami juga, kamu gak perlu menyewa nya, itu pemberian Papi dan Mami untuk mu, terimalah ya nak, jangan kecewakan Papi dan Mami yang ingin memberikan untuk mu" kata Mami.
"Mami hanya ingin yang terbaik untukmu, Mami gak akan tega padamu jika kamu tinggal dan menyewa rumah."
"Mami akan merasa bersalah dan berdosa, karena kamu adalah anak Mami juga."
"Bapak dan Mama juga sudah memberikan kepercayaan pada kami, jadi sekarang kamu adalah tanggung jawab kami juga."
"Baik Mi, karena itu juga Bapak dan Mama yang telah menyetujuinya, maka aku akan menurutinya sebagai permintaan kalian" kata Fariel.
"Tapi aku juga ingin mandiri Mi."
"Kamu boleh mandiri, tapi Papi dan Mami juga butuh kamu, karena kamu adalah kebahagiaan Papi dan Mami" kata Mami.
__ADS_1
"Kami semua ingin kamu ada untuk kami disini."
"Mami ingin malam ini Mami menemanimu disini bersama Papi juga, sebelum kamu pergi dari rumah ini, karena kami akan sangat rindu sama suasana malam dikamar ini dengan kamu."