
"Alhamdulillah selesai juga" ucapku dalam hati lalu menyerahkan kepada Papi.
"ini Pi, kayaknya ada sedikit kesalahan dibagian ini, karena gak sama dengan harga perkalian barang yang gak pas, dan disini juga sedikit dengan pengeluarannya. Karena kalau dihitung dari pemasukan dan pengeluaran dari hasil penjualan seharusnya keuntungannya itu segini Pi apa bila jika benar jumlah barang yang terjual itu jumlahnya segitu dan dengan harga segini. Kalau dikalikan jumlahnya segini 'menunjukan hasil perkalian di kalkulator' jadi mungkin disini letak utamanya. sedangkan untuk pengeluaran itu juga kurang pas, karena harga barang yang dibeli itu dengan harga segini dikalikan jumlah barang itu gak sampai segini biaya pengeluarannya 'menunjukkan kalkulator nya' hanya itu aja kesalahannya" jelas ku pada Papi sambil menunjuk pada angka-angka nominal.
"Wah Papi gak nyangka kamu memang pinter, nanti Papi cek lagi, makasih dah bantuin Papi" kata Papi.
"Iya Pi, tapi itu belum mungkin benar juga, karena sudah sedikit lupa" kata Fariel.
"Papi bakal sering-sering minta bantuan kamu nih nantinya, bentar lagi Asyar, yuk keluar, Papi belum mandi nih" kata Papi.
"Iya pi" kata Fariel.
Dan kami pun keluar dari ruangan ini menuju kamar masing-masing dan Papi membawa Map kedalam kamarnya untuk mengeceknya dikamar nanti.
Sampai dikamar ku rebahkan badanku sebentar.
"Wah bener-bener empuk, dan nyaman banget pasti. Gak kayak dirumah yang keras macam gak pake busa" ucapku dalam hati sambil menggoyangkan badanku.
Dan yang ditunggu pun tiba, yaitu waktu Shalat Ashar, langsung aku bangun bergegas kekamar mandi untuk ambil air Wudhu dan terus Shalat.
Setelah itu menuju balkon untuk menikmati udara di disore hari sambil merebahkan badannya di ayunan.
__ADS_1
Sementara dikamar Papi, baru selesai dengan ritual mandinya, dan langsung Shalat Ashar terus mengecek hasil kerjaku.
"Belom selesai juga Pi" kata Mami yang baru masuk ke kamar.
"Udah, ini hanya ngecek aja, Mami dah Shalat" kata Papi.
"Ohhh, udah tadi disana" kata Mami.
"Mami mau tau gak, kalau ini yang ngerjain semuanya Nak Fariel, semuanya benar tanpa ada kesalahan, bahkan tadi menjelaskan semuanya pada Papi kalau ada sedikit kesalahan pada bagian pemasukkan dan pengeluarannya nya" kata Papi, ucapnya panjang.
"Wah hebat dong" kata Mami, sambil mendudukan bok***nya di kasur.
"Papi jadi bakal sering-sering minta bantuan padanya nanti" kata Papi.
Memang rencana awalnya adalah merenovasi rumah besar ini. Dua rumah yang dibuat jadi satu, tapi jarang digunakan bagian sampingnya, karena bangunan ini sudah berpuluhan tahun jadi harus direnovasi dulu, biar bisa ditempati lagi, karena itu rumah pertamanya.
"Apa dia suruh kerja sama kita di perusahaan aja ya Mi" kata Papi.
"Terserah sama Papi aja, Mami mah ngikut kalau masalah itu" kata Mami.
"Nanti Papi tanyakan padanya sapa tau dia mau ya Mi" kata Papi.
__ADS_1
"Iya Pi, sapa tau di mau" kata Mami.
"Kok dah mau Magrib ya Mi, perasaan baru sebentar" kata Papi.
"Kita ngobrol aja dah mau sejam Pi, sebentar gimana" kata Mami.
"Yuk keluar, Shalat jamaah bareng di bawah di Mushola" kata Papi.
"Ayuk, dah mau Adzan, Papi Wudhu dulu, Mami mau ke kekamar Nak Fariel dulu" kata Mami.
"Oke Mi, nanti Papi tunggu dibawah ya" kata Papi.
Mami langsung keluar menuju kamarku, dan aku pun udah siap-siap untuk menunggu Adzan Maghrib untuk Shalat. Sambil menunggu Adzan dengan membaca Al-Quran 'mengaji' karena sudah lama tidak ngaji sejak merantau, yang kebetulan ada Al-Quran dimeja.
Mami yang diluar kamarku yang akan mengetuk pintu akhirnya diurungkan, karena mendengar aku melantunkan Ayat Suci Al-Quran walau tak semerdu para Qoriah, tapi tetap membuat Mami yang mendengarnya begitu terharu karena baginya itu lantunan yang juga lumayan indah dan merdu untuk didengar.
Setelah kurasa cukup, dan suara Adzan Maghrib juga terdengar, langsung kusudahi Ngajinya.
Dan terdengar suara ketukan pintu tok tok tok, langsung kuletakkan Al-Quran dimeja dan kubuka pintunya.
"Kita Shalat Jamaah bersama dibawah, ditunggu dibawah sama Papi, Mami mau Wudhu dulu" kata Mami) lalu pergi.
__ADS_1
"iya Mi" kata Fariel.