
Mami dan Ervi berjalan menuju kamar, setelah mereka makan berdua sedangkan Papi sedang berada dikamar ku.
"Assalamu'alaikum" kata Mami, sambil membuka pintu dan Ervi hanya mengekorinya dari belakang badan Mamainya, sambil mengintip dari belakang punggung Mami.
"Waalaikumsalam" kata Papi.
"Gimana Pi, apa belum sadar" kata Mami.
"Belom, Mi" kata papi.
"Papi makan dulu sana, ini biar Mami sama Ervi yang jagain, Papi kan belom makan, ini udah mau menjelang sore" kata Mami.
"Ya udah, Papi makan dulu. Mami jagain ya, nanti kalau udah sadar kasih tau Papi. Oh ya Papi mau beli obat juga nanti setelah makan, jadi Mami jagain nya agak lama sikit" kata Papi.
"Iya gak papa, tenang aja, kan Nak Fariel dah kaya anak kita sendiri, pasti Mami jagain dengan baik, dan ada Ervi juga yang bakal jagain karena harus tanggung jawab dengan perbuatannya" kata Mami.
"Ya udah Papi turun dulu ya, titip dia, jagain yang bener, Assalamu'alaikum" kata Papi, sambil menepuk bahu Ervi, kemudian keluar kamar dan menutup pintu.
"Iya" kata Ervi, yang masih bersembunyi dibalik badan Maminya.
"Waalaikumsalam" jawab mereke berdua.
"Jangan sembunyi terus dong, katanya mau tanggung jawab" kata Mami.
"Takut Mi" kata Ervi.
"Ayo sini duduk disebelah Mami" kata Mami. sambil menarik tangan Ervi supaya duduk disamping Mami di pinggir kasur.
"Iya Mi" kata Ervi.
__ADS_1
"Gak usah takut, nanti kalau bangun Mami yang bakal bantuin Ervi ngomong, tenang aja ada Mami" kata Mami.
"Mami jangan bohong ya sama Ervi" kata Ervi.
"Iya, cepetan duduk. Tuh liat mukanya sedikit pucat karena kamu. Kamu sih pake ngeluarin jurus silatnya" kata Mami.
"Maaf Mi" kata Ervi.
"Lain kali kalau mau silat jangan salah sasaran. Masa sama calon sendiri di tonjok lalu diterjang, duh bisa gagal jadi mantu Mami nanti" kata Mami. sambil berbicara sedikit pelan ke Ervi.
Sedangkan Ervi malah
"Hah" sambil menganga dengan muka merahnya karena malu ketauan Mami kalau orang yang disukai ternyata ada disini.
"Ih anak Mami mukanya kenapa itu" kata Mami, yang sedang menggoda anaknya.
"Ih Mami. Gak kenapa-kenapa kok" kata Ervi, sambil menutup mukanya.
"Heee" kata Ervi, lalu.
"Ih anak Mami kalau senyum rupanya cakep banget ya" kata Mami.
"Heheee" kata Ervi.
"Eghh" kata Fariel, yang baru buka mata dengan menahan rasa sakit.
Membuat Ervi langsung melihat kesamping kearahku lalu nunduk, dan Mami.
__ADS_1
"Nak Fariel sudah bangun" kata Mami.
"Nak Fariel makan dulu ya, biar Mami ambilin" lanjutnya.
Aku hanya menggelengkan kepalanya.
"Nak ambilin makanan sana sama minuman yang hangat ya" lanjutnya Mami sambil menepuk bahu Ervi yang sedang menunduk.
"Baik Mi" kata Ervi, yang langsung berdiri dan keluar kamar.
"Nak Fariel mau duduk, sini biar Mami bantu" kata Mami.
"Aku mau ke kamar mandi, aku belom Shalat Dzuhur Mi" kata Fariel, ucapku pelan.
"Bentar dulu ya, biar Mami panggilin Papi biar bantuin kamu, kamu gak boleh banyak gerak oleh dokter" kata Mami.
Aku hanya menjawab dengan anggukkan.
Lalu Mami pun keluar untuk memanggil Papi
dan Papi pun datang dengan Mami.
"Kamu sudah bangun nak, jangan banyak gerak dulu ya, sini Papi bantuin kekamar mandinya" kata Papi.
Dan papi pun langsung membantuku berdiri dan jalan pelan-pelan seperti anak yang habis disunat mungkin.
Dan kami pun masuk kekamar mandi untuk untuk Wudhu. Dan kembali keluar sambil dibantu oleh Papi berjalan dengan memegangi tangan dan pinggangku.
"Pelan-pelan" kata Papi.
__ADS_1
"Shalat nya disini aja sambil duduk ya" kata Papi sambil mendudukan kembali ke kasur lagi.
Aku hanya ngangguk, lalu Shalat Dzuhur.