Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Pertemuan pertama


__ADS_3

Ketika sedang bekerja ada pengendara yang lewat namun berhenti tepat didepanku seperti meminta tolong untuk membawakan motornya sampai bawah karena jalannya banyak material.


"Permisi bang" kata Gadis.


Disini bang itu untuk panggilan kepada laki-laki.


"Iya, kenapa" kata Fariel.


"Bisa minta tolong gak, bawakan motorku sampai sana" kata Gadis.


"Iya bisa, sini biar saya bantu" kata Fariel.


Dan akupun langsung membatu membawa motornya sampai kebawah sana, karena jalanya menurun dan banyak batu kecil.


Ketika sampai dibawah saya menunggu yang punya sebentar untuk memberikan motornya, ketika yang punya sampai, langsung kuberikan motornya.


"Ini kak" kata Fariel.


"Makasih bang dah mau bantuin ade" kata Gadis.


"Iya sama-sama, hati-hati" kata Fariel.


"Makasih" kata Gadis, dengan senyumannya dan pergi dengan motornya.


Karena jam menunjukkan waktu sudah siang dan waktunya istirahat untuk makan, akupun langsung bergegas pulang ke kos atau barak tempat kerja.


Setelah sampai akupun langsung melakukan kewajiban ku sebagai seorang muslim


dan kemudian baru aku ikut gabung dengan yang lainnya yang sedang makan siang.


Setelah makan selesai lanjut lagi bekerja sampai sore hari.


Setelah selesai dengan aktifitas bekerja, langsung pulang untuk mandi, namun harus antri dulu karena banyak juga yang mau mandi.


Setelah menunggu beberapa saat barulah aku dapat giliran untuk mandi, dan tak lupa ambil Air Wudhu untuk melaksanakan kewajiban ku.


Setelah itu aku keluar diajak jalan untuk belanja sayuran kebutuhan untuk besok pagi.


"Riel, yuk ikut aku" kata Sal.


"Kemana lik" kata Fariel, tanyaku, lik itu panggilan disini untuk orang yang lebih tua dari kita.

__ADS_1


"Kepasar, belanja kebutuhan tuk besok" kata Sal.


"Iya lik, bentar" kata Fariel.


Akupun langsung bergegas mengeluarkan motor matic milik Pak Sal dan langsung bergegas pergi kepasar tak lupa pake helm.


Ketika sampai dipasar, saat aku sedang memilih keperluan untuk dapur dengan Pak Sal ada seorang Gadis yang seperti melihat kearahku dari tadi.


"Apa dia sedang menatap ku dari tadi" kata Fariel, dalam hati.


Setelah selesai, kami langsung keparkiran untuk pulang. Pak Sal jalan duluan menuju kesebrang jalan untuk membeli garam, dan menyuruhku menunggu disana 'menunjuk warung' namun aku bertemu dengan gadis yang sejak tadi melihat ku


lalu aku beranikan diri untuk menyapa.


"Ada yang bisa saya bantu" kata Fariel.


"Hmmmmm itu" kata Gadis, sambil mengerutkan keningnya.


"Itu apaan, kalau ngomong yang jelas" kata Fariel.


"Motorku gak bisa hidup, kayaknya habis bensinnya deh" kata Gadis.


"Oh, terus masalahnya pasti gak bawa uang tuk beli bensin iyakan" kata Fariel, sambil senyum.


Langsung aku mengeluarkan uang.


"Nih, apa segini cukup" kata Fariel.


"Apa gak repotin bang" kata Gadis.


"Gak kok, aman, ini ambil, apa mau sekalian saya bantu dorong motornya sampai depan kios bensin" kata Fariel.


"Gak usah, saya bisa sendiri" kata Gadis.


"Sini biar kudorong, kakak disini aja ya tunggu bentar" kata Fariel.


Langsung ku dorong motornya dan berpapasan dengan Pak Sal.


"Lah ditungguin lama bener, eh taunya dorong motor orang pula, motor siapa lagi ini" kata Sal.


Aku nyengir kuda sambil bilang.

__ADS_1


"Ada Ibu-ibu kehabisan bensin, kasian" kata Fariel.


"Ohh, ya dah sana cepat" kata Sal.


Dan langsung aku ketempat pengisian, setelah terisi tak lupa bayar langsung balik ke tempat tadi.


"Nih ka motornya, dah aman" kata Fariel.


"Makasih bang" kata Gadis.


"Iya sama-sama" kata Fariel.


Aku langsung pergi, namun belum sempat aku gas motornya, dia narik tangan aku.


"Iya ada apa lagi" kata Fariel.


"Ini gimana biar saya bisa ganti uangnya bang" kata Gadis.


"Gak usah di ganti" kata Fariel.


"Jangan gitu, aku gak enak, kalau gitu aku minta nomer HP nya boleh gak" kata Gadis.


Langsung ku sebutkan nomernya tanpa pikir panjang, karena ada yang sedang menunggu di sebrang jalan.


"Makasih".


"Iya, duluan ya" kata Fariel.


Dia hanya ngangguk, dan aku langsung pergi ketempat yang ditunggu Pak Sal tadi.


"Lama banget, ditungguin malah pacaran" kata Sal.


"Kagak pacaran, tadi itu minta nomerku dulu, gitu doang" kata Fariel.


"Ah masa" kata Sal.


Kemudian Gadis itu lewat dan menyapa.


"Makasih bang" kata Gadis.


"Tuh kan bener, bilangnya Ibu-ibu, taunya anak perawan, pantesan betah" kata Sal, sambil jalankan motornya.

__ADS_1


"Masa iya ada yang butuh bantuan gak di tolongin, kan kasian" kata Fariel.


Akhirnya sampai di kos.


__ADS_2