Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Teman baru


__ADS_3

Setelah menyelesaikan berkas aku langsung keluar menuju kantin buat makan siang.


Sampai dikantin banyak pasang mata yang menatap kearahku heran karena baru pertama kali memijak kan kaki dikantin buat makan.


"Tumben kekantin bos, biasanya makannya dirumah."


"Iya, tumben, gak lagi kesambet kan."


Aku hanya tersenyum kearahnya lalu menuju meja kantin buat mesan makanan.


"Bu, mie bakso satu ya, yang pedes saosnya banyakin" kata Fariel, pintanya.


"Oke bos, tunggu aja dimeja, duduk aja dulu, biar kubuat kan sesuai permintaan" kata Ibu kantin.


"Tumben makan disini."


"Lagi males pulang Bu, masih banyak kerjaan yang belum selesai, jadi makan disini biar menghemat waktu" kata Fariel.


"Ooh, gitu ya, silahkan aja cari tempat duduknya dulu, nanti biar Ibu antar."


"Baik Bu, makasih" kata Fariel.


Akupun langsung berjalan untuk duduk, tapi lumayan penuh, karena memang jam makan siang.


"Boleh saya ikut gabung duduk disini" ucapku pada mereka.


"Oh silahkan aja Pak, masih kosong kok gak ada yang dudukin juga."


"Oke, makasih, jangan panggil Pak, kita masih seumuran kayaknya, atau lebih muda kayaknya, panggil aja Fariel" kata Fariel.


"Gak enak dong, masa kami manggilnya nama, situkan bos kami, pemilik perusahaan ini."


"Itu semua gak ngaruh bagiku, mau pemilik perusahaan atau presiden kek, tapi kalau diluar jam kerja panggilnya biasa aja, lagian kita juga seumuran" kata Fariel.


"Oh ya nama kalian siapa nih, masa gak kenalan dulu kan gak afdol dong."


"Tapi beneran nih gak papa manggilnya nama nih, nanti dibilang gak sopan lagi."


"Gak papa, bahkan yang lain juga aku minta manggilnya Bang atau Mas kalau gak mau panggil nama" kata Fariel.


"Oke deh."


"Namaku Ikhsan" sambil menjulurkan tangannya.

__ADS_1


"Aku Misbah."


"Aku Hasan."


"Ooh ok, kalian gak pesan makanan apa udah pada selesai makannya" kata Fariel.


"Belum pesan, lagi ngirit" kata Misbah.


"Hehehe, maklum lah bang kita ini kan anak muda yang suka nabung" kata Ikhsan.


"Bukan nabung ding bang, tapi buat manjain pacar" kata Hasan.


"Ah lo mah pake buka kartu segala" kata Misbah.


"Ya dah kalian mau pesan apa, biar nanti aku yang bayarin, terserah mau apa aja" kata Fariel.


"Beneran nih bang, mau bayarin kita" kata Misbah.


"Iya, silahkan aja pesan" kata Fariel.


"Ya dah kalau gitu aku bakso sama minumnya limun tea" kata Ikhsan.


"Aku samain aja minumnya, makannya ayam goreng aja" kata Hasan.


"Kenapa pesannya ke aku, noh meja buat pesannya disono" kata Miisbah.


"Sukur-sukur dibawain juga" kata Hasan.


"Sialan lo pada" kata Misbah.


"Aku dah pesan tadi, minumnya yang belum, tolong teh anget tanpa gula ya" kata Fariel.


"Siap bang, kalau buat abang mah aku mau, kan dah dibayarin" kata Misbah.


"Kalian pesan sendiri" yang meninggalkan meja.


"Akupun pesan dulu ya bang" kata Ikhsan.


"Akupun bang" kata Hasan.


"Iya sana, kutungguin disini" kat Fariel.


"Ini bos bakso nya sesuai pesanan" kata Ibu kantin.

__ADS_1


"Makasih Bu, jangan pake bos manggilnya, biasa aja, Fariel aja Bu, gak biasa dipanggil kaya gitu" kata Fariel.


"Gak bisa ah, Ibu takut gak sopan, masa sama pemilik perusahaan manggilnya nama" kata Ibu kantin.


"Bos itu berlaku saat jam kerja aja Bu, kalau diluar mah bukan lagi jadi bos, jadi manggilnya biasa aja" kata Fariel.


"Okelah akan Ibu usahakan, tapi maaf kalau lupa dan gak sopan nantinya" kata Ibu kantin.


"Iya, tenang aja Bu" kat Fariel.


"Ya dah kalau gitu aku balik lagi bos, ehhh maksudnya tadi" sambil mengingat.


"Fariel" kata Fariel.


"Ohhh iya, Fariel" kata Ibu kantin.


"Permisi, silahkan dinikmati, kalau ada yang kurang panggil aja saya disana."


"Iya Bu, silahkan" kata Fariel.


Akupun menunggu yang lain datang dulu baru makan bareng.


Setelah mereka datang dengan membawa makanan mereka dan juga minumnya.


"Nih bang pesanannya, teh tawar anget" kata Misbah.


"Makasih dah dibawain loh" kata Fariel.


"Yang harusnya makasih itu kami dong bang, kan kita dapat makan gratis" kata Misbah.


"Ya udah ayok langsung makan aja" kata Fariel.


"Ayok bang" kata Ikhsan.


Kami pun makan tanpa bersuara selain bunyi sendok.


Setelah selesai aku langsung minum tehnya dan segera cabut.


"Aku duluan ya, ada yang harus aku temui nih, gak enak kalau disuruh nunggu, bisa-bisa kena omel bos nanti karena telat" kata Fariel, pamit ku pada yang lain.


"Iya bang, makasih traktirannya" kata Hasan.


"Iya bang, duluan aja, kami bentar lagi, masih ada waktu sepuluh menitan untuk istirahat" kata Misbah.

__ADS_1


"Jangan lupa dibayar ya bang, kami lagi kere" kata Ikhsan.


"Iya tenang aja, aku duluan ya" kata Fariel, yang langsung pergi meninggalkan mereka dan menuju Ibu kantin buat membayar makanannya, setelah itu baru cabut buat jemput Tuan Putri.


__ADS_2