
Sedangkan Fida sambil ngeden menarik dan *******-***** kerah baju dan rambutku dengan sangat kuat membuatku merasakan sakit karena tarikannya atau jambakan pada rambutku.
"Sekali lagi do rongggg" kata Dokter.
"Alhamdulillah."
Langsung terdengar suara tangisnya.
"Selamat Bu, Pak, sekarang hidup kalian dah lengkap karena ada anak diantara kalian" kata Dokter.
"Jenisnya perempuan."
"Kira-kira mau dikasih nama apa Bu, Pak."
"Da kasihkan nama anakku Da, kuyakin kamu yang akan memberikan nama yang baik untuk anakku" kata Fida.
"Tapi" kata Fariel.
"Da, nyai mohon" kata Fida.
"Baiklah" kata Fariel.
"Kalau Ayesha Putri gimana."
"Bama yang baik Da, aku setuju."
"Kalau gitu berarti namanya Ayesha Putri Akhmad ya Bu, Pak, biar makin pas" kata Suster, yang sedang mengendong dan membersihkan.
"Iya Sus" kata Fida.
"Itu lebih baik."
"Artinya pasti akan lebih baik."
"Artinya kehidupan gadis kecil Kalau Ayesha Putri" kata Fariel.
"Kalau Akhmad itu seperti Nabi, yang mengikuti apa-apa saja yang baik seperti yang dilakukan Nabi."
"Itu kedengaran lebih baik Da" kata Fida.
"Nyai suka itu."
"Dipanggilnya Aya ya."
Aku hanya menganggukkan kepala saja.
Setelah dimandikan lalu ku Adzani seperti yang diminta oleh Susternya.
"Tolong Bapak Adzani bayinya, biar tau suara Ayahnya dan bisa menjadi anak yang baik dan taat pada Agama."
Dengan tangan gemetar karena baru pertama kalinya diminta untuk melakukan Adzan pada bayi yang baru lahir.
Langsung ku Adzani disebelah telinga kanan hingga selesai dan juga di Qamatkan disebelah kirinya.
"Alhamdulillah, suaranya bikin gemeter" kata Suster.
"Langsung kasihkan ke ibunya buat dikasih Asi pertama."
__ADS_1
Langsung kuberikan pada kak Fida.
"Aku keluar dulu, tolong jagain ya Sus" kat Fariel.
"Iya silahkan" kata Suster.
"Ganti baju, itu robek kerah bajunya, dan rambutnya juga berantakan."
"Tapi masih keliatan ganteng kok."
"Makasih Sus" kata Fariel.
"Aku keluar dulu ya."
"Ya Da" kata Fida.
Akupun langsung keluar sambil memegang HP yang masih terhubung.
"Ihh mas lucu, rambutnya berantakan bajunya kok robek gitu mas" kata Ervi.
"Makasih ya nak, kamu memang paling bisa dibanggakan" kata Mami, sambil tertawa melihat penampilanku.
"Anak Papi penampilannya langsung berubah" kata Papi.
"Ini kan karena kakak tadi" kata Fariel.
"Mana kencang bener narik bajuku dan rambuku hingga seperti ini."
"Tapi Mami bangga sama kamu" kata Mami.
"Mami salut, Mami kasih jempol dua untuk mu."
"Papi bakal kasih hadiah untuk mu, karena telah mempertaruhkan rasa sakitmu buat diucek-ucek samapai kaya gitu" kat Papi.
"Adek makin bangga sama mas" kata Ervi.
"Kuharap nanti saat adek dah nikah sama mas dan adek sedang melahirkan, mas akan melakukan hal yang sama seperti yang mas lakukan sama kakak, kalau bisa lebih dari itu."
"Tapi dah gak sakit lagi kan nak" kata Mami.
"Kasian anak Mami ini, mukanya kusut bener jadinya, tapi masih ganteng kok."
"mlMas aku bobo dulu ya, masih ngantuk nih" kata Ervi.
"Kangen nya buat besok lagi aja."
"Dada mamasku sayang, i love u."
"Emmuachh."
"Iya sana tidur lagi" kata Fariel.
"Waalaikumsalam."
"Ihh anak Mami kok sekarang makin berani ya, padahal ada kita loh Pi" kata Mami.
"Pake love u love u segala."
__ADS_1
"Pake ciuman segala lagi."
"Iya nih, beda bener sekarang" kata Papi.
Tiba-tiba suster datang menghampiri ku.
"Mohon sebentar ya Pak" kata Suster.
"Apa bapak membawa KTP dari istri Bapak, biar bisa kami urus segera untuk pembuatan akta dan kartu kelurga juga."
"Dan KTP bapak untuk sementara kami pegang dulu ya, karena tak sesuai, masa dah nikah masih lajang di KTP nya sih."
"Hah, maksud suster apaan" kata Fariel.
"Saya itu hanya" dipotong.
"Alah udah, tenang aja, kami ngerti kok dengan itu semua, banyak kok yang seperti itu, hamil diluar nikah" kata Suster.
"Tapi saya itu" kata Fariel, dipotong lagi.
"Mana KTP nya" kata Suster.
"Ini Suster KTP nya, ada sama saya" kata Sumi.
"Kalau gitu saya bawa dulu KTP nya ya Pak" kata Suster.
"Permisi Papa muda."
"Iya Sus" kata Fariel.
"Suh anak Mami bakal rubah status nih di KTP" kata Mami.
"Papa muda."
"Panggilan yang bagus tuh."
"Papi mah setuju aja" kata Papi.
"Dah ah, aku mau ganti baju dulu sama cuci muka" kata Fariel.
"Iya sana, biar ganteng lagi, masa Papa muda penampilan nya berantakan gitu" kata Mami.
"Miiii" kata Fariel.
"Alah gak papa, kalau gak ada Ervi aman tuh, ya kan Pi" kata Mami.
"Iya" kata Papi.
"Ya dah Mami juga mau tidur dulu ya Papa muda, Assalamu'alaikum" kata Mami.
"Papi juga, Assalamu'alaikum Papap mudanya Aya" kata Papi.
"Jahat, pake manggil gitu" kata Fariel.
"Waalaikumsalam."
Langsung sambungan vc mati dan aku kekamar mandi umum untuk cuci muka dan ganti pakaian sebelumnya meminta pada bibi untuk masuk kedalam menemani kak Fida didalam.
__ADS_1