
Kini kuberada didesa dirumah sendiri rumah yang kini telah berubah menjadi sedikit lebih besar.
Ruangan kamar yang dulu kecil dan sempit kini bertambah menjadi sedikit lebih luas.
Kamar yang dulu hanya ada dua kini menjadi empat, dan dapur yang dulu terlihat berantakan kini menjadi lebih rapi.
Sudah tiga hari aku berada disini di ruangan kamar ini yang sudah berbeda, dulu kasur yang begitu keras kini diganti menjadi empuk.
Sudah selesai juga melunasi pembayaran ke para pekerja dan melunasi uang material, dan acara sukuran juga sudah selesai.
"Alhamdulillah kini rumah ini lebih baik dari sebelumnya" sambil duduk dikasur.
"Terimakasih rezeki yang kau berikan padaku selama ini."
"Alhamdulillah cita-cita selama ini terwujudkan juga, yang ingin membangun rumah untuk orang tua."
"Alhamdulillah cukup juga tabungan ini untuk melunasi semuanya."
"Terimakasih Tuhan terimakasih semuanya yang kau berikan padaku ini."
Kubaringkan badanku untuk melepas lelah, dan mata ini sudah mulai menciut ingin segera dipejamkan, karena lelah hari ini dan tiga hari ini selama disini yang kesana kemari membayar para pekerja, ketoko material dan ketempat material batu dan pasir juga yang harus dilunasinya.
Belum lagi hari ini harus menyiapkan beberapa makanan untuk mengundang para tetangga membaca Tahlil dan Do'a dan Shalawat malam ini setelah Isya sebagai sukuran atau disini bilang selametan.
Karena lelah membantu Mama menyuci piring kotor dan gelas kotor yang begitu banyak setelah acara selesai dan para tamu sudah pulang.
Disaat aku tertidur lelap ada suara HP yang berdering begitu keras menggangu tidurku hingga membangunkan aku yang baru beberapa menit memejamkan mata.
Tanpa melihat siapa pamanggil telepon langsung ku angkat.
"Hallo Assalamu'alaikum" kata Fariel, dengan nada lemas.
"Waalaikumsalam nak" kata Mami.
"Nak apa sudah tidur, dan Mami mengganggumu."
"Mami butuh kamu nak, tolongin Mami."
"Apa Mi" kata Fariel, dengan mata yang masih terpejam.
__ADS_1
"Aya sakit nak, tolongin Mami nak" kata Mami.
"Dia memanggil-manggil Ayah terus nak."
"Dan sekarang lagi demam dari pagi ini badannya panas."
"Hanya kamu nak yang bisa membantu Mami, membantu cucu Mami ini."
"Nak tolong Mami nak."
Aku yang mendengar ucapan Mami langsung membuka mata lebar-lebar.
"Gah Aya sakit" kata Fariel.
"Ya udah kalau gitu aku segera kesana."
"Biar Mami suruh Pak Udin menjemput ya nak" kata Mami.
"Ini dah sangat malam, gak mungkin kamu kesini sendirian."
"Gak usah Mi, biar cepat aku langsung turun sendirian aja" kata Fariel.
"Tapi lagi gerimis nak" kata Mami.
"Gak papa, kalau gitu kututup dulu" kata Fariel.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam" kata Mami.
Langsung kututup telponnya dan langsung kukenakan celana panjang dan juga jaket yang tebal, lalu keluar dari kamarku dan mengetuk pintu kamar Bapak dan Mama yang mungkin juga sudah terlelap karena capek.
"Tok tok tok Pak, Mah" kata Fariel, sambil mengetuk pintu.
"Hemmm ada apa, mau ikutan tidur bareng Bapak dan Mama" kata Bapak, sambil membuka pintu.
"Ganggu aja."
"Aku mau turun malam ini juga, Aya katanya demam dan manggil-manggil terus" kata Fariel.
__ADS_1
"Jadi aku harus turun malam ini juga."
"Ada apa sih anak Mama malam-malam bangunin orang tidur" kata Mama.
"Aya demam dan tadi Mami nelpon untuk segera aku kerumahnya" kata Fariel.
"Karena selama ini Aya menganggapku Ayahnya."
"Dan sekarang Aya manggil-manggil Ayah terus."
"Ya udah kalau gitu kamu segera turun ke kota kerumah Mami" kata Mama.
"Kasihan Aya yang lagi butuh kamu."
"Cepetan deh sekarang turun, jangan kelamaan."
"Bagaimanapun dia juga dah kuanggap cucuku juga."
"Apalagi baru beberapa hari yang lalu Mama gendong Aya, dan lagi aktif-aktifnya bergerak kesana kemari."
"Jadi sekarang turun, Mama doakan semoga baik-baik dan lancar sampe rumah."
"Bapak juga hanya bisa mendoakan mu selamat sampai tujuan" kata Bapak.
"Gak usah ngebut, pelan dan hati-hati, ini malam hari jalanan pasti gelap dan jarang orang lewat."
"Iya Pak, mah" kata Fariel.
"Kalau gitu aku berangkat ya, Assalamu'alaikum" sambil mencium tangan Mama dan Bapak.
"Iya, hati-hati dijalan" kata Mama.
"Hati-hati" kata Bapak.
Langsung ke kamar mengambil tas dan HP lalu memasukkan kedalam tas dan ada beberapa baju, dan celana juga yang kumasukkan dalam tas lalu keluar dari kamar dan kebelakang kedapur untuk mengeluarkan motor yang akan kubawa.
Langsung ku keluarkan motornya, dan memakai kaos kaki dan sepatu, juga sarung tangan supaya gak terlalu dingin.
"Hati-hati" kata Bapak, Mama.
__ADS_1
"Iya, Assalamu'alaikum" kata Fariel, langsung kukenakan helm.
"Waalaikumsalam" kata Bapak, Mama.